SEKITARKITA.id – Bazar murah yang digelar Polres Cimahi disambut antusias masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres Cimahi, Selasa (24/2/2026), menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sebagai upaya membantu meringankan beban warga menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan bazar murah tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli terhadap kebutuhan bahan pokok.
“Bazar murah ini kami selenggarakan untuk membantu masyarakat sekaligus berbagi kebahagiaan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Sejumlah komoditas bahan pokok kami sediakan dengan harga tebus yang lebih murah dari pasaran,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam bazar tersebut, beras menjadi komoditas paling diminati. Beras dijual seharga Rp50.000 per sak atau sekitar Rp10.000 per kilogram.
Selain itu, telur ayam negeri dijual Rp28.000 per kilogram, ayam potong Rp34.000 per kilogram, serta aneka buah dan sayuran dengan harga tebus murah.
Harga yang jauh di bawah pasaran membuat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi sejak pagi hari. Namun karena keterbatasan stok, pembelian terpaksa dibatasi.
Sebanyak lima ton beras yang disiapkan langsung habis dalam waktu kurang dari satu jam sejak bazar dibuka.
“Begitu dibuka, kurang dari satu jam beras langsung habis. Antusias masyarakat, khususnya terhadap beras, memang sangat tinggi,” kata Kapolres.
Melihat tingginya minat warga, pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi serta menyiapkan bazar murah lanjutan dengan jumlah komoditas yang lebih banyak.
Koordinasi akan dilakukan bersama Perum Bulog dan dinas terkait agar ketersediaan barang pada pelaksanaan berikutnya bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat.
“Kami akan berkoordinasi agar stok pada bazar berikutnya bisa lebih banyak sehingga lebih banyak masyarakat yang terbantu,” ungkapnya.
Selain menggelar bazar murah, jajaran Polres Cimahi juga menggencarkan pengawasan harga bahan pokok melalui Satgas Pangan. Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Atas Cimahi dan Pasar Antri Cimahi.
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas harga komoditas pangan agar tidak melonjak menjelang Ramadan dan Lebaran. Pengawasan juga melibatkan jajaran Polda Jawa Barat yang turun langsung ke sejumlah titik pasar.
“Pengecekan sudah kami lakukan jauh-jauh hari sebelum Ramadan. Tujuannya memastikan tidak ada lonjakan harga serta menjaga stabilitas bahan pokok di pasaran,” jelasnya.
Terkait potensi penimbunan, pihak kepolisian menegaskan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, penindakan tegas akan dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Upaya kami bukan menunggu ada temuan baru bergerak, tetapi mencegah sejak awal agar harga tetap stabil. Jika harga terjaga, artinya ketersediaan barang cukup dan tidak terjadi penimbunan,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh








