[ad_1]
SekitarKita.id – Kemudahan akses teknologi virtual sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mencari tau informasi, bekerja, sampai bertransaksi. Tetapi, salah satu tantangan yang dihadapi adalah minimnya kesadaran akan risiko dan langkah pencegahan terhadap kejahatan dunia maya. Untuk mengatasi hal tersebut, Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) memaparkan berbagai jenis kejahatan dunia maya dan memberikan pointers serta langkah pencegahan yang harus segera dilakukan andai menjadi penderita.
Kejahatan siber yang umum terjadi di Indonesia mencakup phishing, ransomware, malware, pencurian identifikasi, dan penipuan virtual. Phishing adalah metode penipuan yang menyamar sebagai entitas tepercaya untuk dapatkan informasi pribadi. Ransomware mengenkripsi knowledge penderita dan meminta uang tebusan untuk sembuh akses. Malware meliputi perangkat lunak berbahaya seperti virus dan trojan yang dirancang untuk merusak sistem atau mencuri knowledge. Pencurian identifikasi melibatkan penggunaan knowledge pribadi tanpa izin untuk tujuan jahat, dan penipuan virtual meliputi skema penipuan seperti penjualan palsu dan investasi palsu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tindakan pencegahannya antara lain memasang antivirus tepercaya, memakai kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun, memverifikasi e-mail sebelum membuka tautan mencurigakan, dan melakukan pencadangan knowledge secara berkala untuk mengurangi memiliki pengaruh pada ransomware. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang ancaman dunia maya sangat penting untuk membantu masyarakat mengidentifikasi dan mencegah serangan dunia maya.
Andai Anda menjadi penderita kejahatan dunia maya, penting untuk secepatnya melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum untuk mencegah kerugian lebih lanjut, mengubah kata sandi untuk mencegah akses sepertinya tidak sah, memantau transaksi keuangan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, dan menghubungi penyedia layanan on-line untuk mengamankan akun yang terkena memiliki pengaruh pada. Selain mendapatkan manfaat dari teknologi virtual, penting untuk selalu melakukan tindakan preventif untuk meningkatkan proteksi sebelum kejahatan siber terjadi.
Sumber: VRITIME
[ad_2]
Source link







