[ad_1]
Dengan jumlah besar roda gigi yang terpengaruh oleh fenomena yang disebut micropitting. Kondisi ini terjadi ketika retakan mikroskopis terbentuk pada roda gigi dan seiring waktu serta tekanan menghasilkan lubang mikroskopis. Lubang-lubang ini membesar dan terlepas dari segalanya pecah. Ini dapat menjadi mode kegagalan utama untuk roda gigi.
Mikropitting Umumnya terjadi pada pelumasan elastohidrodinamik (EHL). Ketika ketebalan lapisan oli industri di bawah EHL menjadi terlalu tipis pada jalur pitch roda gigi, kekasaran permukaan akan mulai bersentuhan. Ketika kekasaran ini bergesekan satu sama lain pada permukaan yang berlawanan dan di bawah beban tinggi, hal hal tersebut akan dikarenakan deformasi elastis atau plastik, yang dikarenakan mikropitting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kelelahan permukaan sangat mirip. Dalam pelumasan elastohidrodinamik, kelelahan permukaan terus menerus kali disebabkan oleh permukaan yang penyok akibat partikel keras atau lunak. Permukaan yang penyok menciptakan apa yang disebut bendungan. Seiring waktu dan dengan beban tinggi yang berulang, lubang terbentuk dan permukaannya pecah. Dengan beban tinggi yang berkelanjutan, lubang menjadi lebih besar sekali.
Memengaruhi
Kelelahan permukaan dan mikropitting dipengaruhi oleh oli industri tertentu yang digunakan, termasuk oli dasar, aditif, pemilihan viskositas, dan kontaminasi partikel. Meski demikian mikropitting atau kelelahan permukaan bisa terjadi pada oli industri sintetis atau mineral, oli industri sintetis bisa memberikan perlindungan yang lebih baik pada suhu yang lebih tinggi daripada oli industri mineral dengan tingkat viskositas dan paket aditif yang sama. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa oli sintetis bisa mempunyai indeks viskositas yang lebih tinggi. Dengan tutur lain, viskositas oli sintetis bisa berubah lebih minim dengan meningkatnya suhu.
Meski demikian aditif tekanan ekstrem (EP) terus menerus dibutuhkan, dalam beberapa kasus aditif tersebut bisa bersifat agresif secara kimiawi terhadap permukaan dan dikarenakan mikro-pitting. Aditif ini juga menjadi lebih aktif pada suhu yang lebih tinggi. Beberapa peneliti menyarankan bahwa oli industri yang tidak mempunyai Aditif EP akan memperlihatkan ketahanan maksimum terhadap mikropitting. Kemampuan oli industri untuk melindungi terhadap mikropitting bisa ditentukan memakai uji FZG FVA 54.
Baca juga: Penyebab Penurunan Kualitas Minyak Industri
Oli industri dengan viskositas tinggi juga mempunyai ketahanan yang lebih baik terhadap micropitting sebab lapisan EHL-nya yang lebih tebal. Tetapi, penggunaan viskositas yang lebih tinggi tidak selalu menjadi pilihan terbaik sebab bisa mengakibatkan suhu pengoperasian yang lebih tinggi, kehilangan energi, dan/atau peningkatan laju oksidasi oli industri.
[ad_2]
Sumber: Deltalube
Source link








