[ad_1]
SekitarKita.id – Masa subur adalah periode di mana seorang wanita mempunyai peluang tinggi untuk hamil andai tetap berkorespondensi seks. Bagi pasangan yang belum merencanakan kehamilan, masa setelah haid terus menerus dianggap aman, walaupun ini dapat meningkatkan risiko kehamilan andai masa subur tidak dihitung dengan benar. Setelah menstruasi, tubuh mulai mempersiapkan sel telur baru untuk dibuahi, yang berpotensi dikarenakan kehamilan andai tetap berkorespondensi seks pada saat tersebut. Sperma dapat bertahan di dalam tubuh wanita sampai 5 hari, dengan begitu peluang pembuahan tetap ada meski demikian tetap berkorespondensi seks secepatnya setelah menstruasi.
Masa subur setiap wanita dapat berbeda-beda, tergantung pada siklus haidnya. Siklus haid rata-rata berlangsung 28 hari, dengan ovulasi terjadi pada hari ke-12 sampai ke-14 setelah hari pertama menstruasi. Untuk menghitung masa subur, wanita perlu mencatat siklus haid sepanjang beberapa bulan berturut-turut. Andai siklus haid teratur, penghitungan masa subur dapat lebih akurat, dengan masa subur biasanya terjadi antara hari ke-9 sampai ke-19 setelah haid berawal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Andai siklus haid berubah setiap bulan, perhitungan masa subur menjadi lebih sulit. Untuk itu, wanita disarankan untuk mengetahui siklus terpendek dan terpanjang mereka untuk menyelesaikan kapan masa subur kemungkinan terjadi. Salah satu cara untuk menghitungnya adalah dengan mengurangi angka 18 dari siklus haid terpendek untuk mengetahui hari pertama masa subur, dan mengurangi angka 11 dari siklus haid terpanjang untuk menyelesaikan hari terakhir masa subur.
Untuk menghindari kehamilan, ada bermacam-macam langkah yang dapat diambil saat tetap berkorespondensi seks setelah haid, seperti menghindari tetap berkorespondensi seks saat masa subur, memakai kondom, atau melakukan ejakulasi di luar. Andai terjadi hubungan seks tanpa perlindungan, pil kontrasepsi darurat dapat menjadi pilihan untuk mencegah kehamilan, asalkan dikonsumsi dalam waktu 72 jam setelah tetap berkorespondensi. Memakai alat kontrasepsi yang aman tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.
Sumber: VRI TIMES
[ad_2]
Source link








