Menghitung Masa Subur Setelah Haid agar Tidak Hamil

- Penulis

Kamis, 28 November 2024 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Masa subur adalah periode di mana seorang wanita mempunyai peluang tinggi untuk hamil andai tetap berkorespondensi seks. Bagi pasangan yang belum merencanakan kehamilan, masa setelah haid terus menerus dianggap aman, walaupun ini dapat meningkatkan risiko kehamilan andai masa subur tidak dihitung dengan benar. Setelah menstruasi, tubuh mulai mempersiapkan sel telur baru untuk dibuahi, yang berpotensi dikarenakan kehamilan andai tetap berkorespondensi seks pada saat tersebut. Sperma dapat bertahan di dalam tubuh wanita sampai 5 hari, dengan begitu peluang pembuahan tetap ada meski demikian tetap berkorespondensi seks secepatnya setelah menstruasi.

Masa subur setiap wanita dapat berbeda-beda, tergantung pada siklus haidnya. Siklus haid rata-rata berlangsung 28 hari, dengan ovulasi terjadi pada hari ke-12 sampai ke-14 setelah hari pertama menstruasi. Untuk menghitung masa subur, wanita perlu mencatat siklus haid sepanjang beberapa bulan berturut-turut. Andai siklus haid teratur, penghitungan masa subur dapat lebih akurat, dengan masa subur biasanya terjadi antara hari ke-9 sampai ke-19 setelah haid berawal.

Andai siklus haid berubah setiap bulan, perhitungan masa subur menjadi lebih sulit. Untuk itu, wanita disarankan untuk mengetahui siklus terpendek dan terpanjang mereka untuk menyelesaikan kapan masa subur kemungkinan terjadi. Salah satu cara untuk menghitungnya adalah dengan mengurangi angka 18 dari siklus haid terpendek untuk mengetahui hari pertama masa subur, dan mengurangi angka 11 dari siklus haid terpanjang untuk menyelesaikan hari terakhir masa subur.

Untuk menghindari kehamilan, ada bermacam-macam langkah yang dapat diambil saat tetap berkorespondensi seks setelah haid, seperti menghindari tetap berkorespondensi seks saat masa subur, memakai kondom, atau melakukan ejakulasi di luar. Andai terjadi hubungan seks tanpa perlindungan, pil kontrasepsi darurat dapat menjadi pilihan untuk mencegah kehamilan, asalkan dikonsumsi dalam waktu 72 jam setelah tetap berkorespondensi. Memakai alat kontrasepsi yang aman tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.

Sumber: VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru