Upaya Mediasi Kandas, Sengketa Lahan di Bandung Barat Makin Memanas

- Penulis

Senin, 5 Agustus 2024 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga demo buntut penutupan akses jalan gang Rahayu, RT02/12, Kampung Pos wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (04/08/2024). Foto: Abdul Kholilulloh

i

Warga demo buntut penutupan akses jalan gang Rahayu, RT02/12, Kampung Pos wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (04/08/2024). Foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id,- Aksi pembentengan akses jalan Gang Rahayu, RT 02/RW 12, Kampung Pos Wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menuai kecuali banyak pihak.

Pembentengan ini dilakukan oleh ahli waris atas nama Marietje pada Sabtu (03/08/2024) malam menggunakan batako permanen.

Protes dari warga sekitar segera menyusul aksi pembantengan tersebut. Warga yang terdampak, terutama dari RT sebelah, melakukan unjuk rasa di depan tembok benteng pada Ahad (04/08/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan menggunakan pengerasan suara dan membawa spanduk berisi penolakan, mayoritas ibu-ibu dan anak-anak berteriak meminta keadilan, berharap agar Marietje membuka kembali akses jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat, termasuk pedagang dan anak sekolah.

Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi (foto: Abdul Kholilulloh)

Saat ditemui, Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi, mengatakan bahwa ia juga mengawal proses pembentengan jalan tersebut. Pendampingan dilakukan untuk menghindari kedaulatan antara warga dan ahli waris.

“Kemarin dua hari yang lalu ahli waris atas nama ibu Margareta dan ibu Marietje selaku anak melakukan pembentengan jalan gang. Kami mengawal proses itu karena banyak warga yang melaporkan ke kami agar tidak terjadi kericuhan,” kata Farhan, Senin (05/08/2024) .

Baca Juga:  KEMPAKA gandeng tokoh politik dan akademisi Karawang, ini yang dibahas

Farhan menyyangkan tindakan ini karena proses antara ahli waris dan warga sedang berlangsung di Polda Jawa Barat. Ia berharap ke depan tidak ada lagi aksi pembentengan tembok.

“Warga diluar ketegangan ini mengutarakan mengecewakan karena pembengtengan itu di jalan yang memang dilalui warga hampir puluhan tahun dan dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan, sekolah, dan sebagainya,” jelasnya.

Kasus ini sudah berlangsung lama, dengan Marietje melaporkan warga yang bersengketa atas kepemilikan tanahnya ke Polda Jabar.

“Kami pun pemerintah desa sudah berupaya melakukan pertemuan dan memanggil Marietje sebagai ahli waris untuk mediasi, namun tidak ada tindakan kooperatif,” ujar Farhan.

Farhan juga membantah tudingan bahwa pihak desa tidak melayani ahli waris. “Kami mengirimkan 5 kali surat kepada Marietje, 3 kali untuk mediasi di desa, 1 kali atas Arah Polda Jabar, dan 1 kali terkait pembentengan. Harapannya bisa mediasi di desa tetapi ahli waris belum bisa berdiskusi,” jelasnya.

Menurut Farhan, Marietje sudah memiliki sertifikat yang dikeluarkan tahun 2011, namun warga yang menempati tanah tersebut juga memiliki bukti tertulis.

Baca Juga:  Dede Yusuf Tegaskan Keberhasilan Program MBG dan Kopdes Bergantung pada Tata Kelola

“Warga juga memiliki bukti untuk menempati di atas lahan dengan izin hak guna pakai,” ungkapnya.

Farhan berharap ada solusi agar warga yang bersengketa dengan Marietje bisa duduk bersama selama proses berlangsung. “Kami berharap ada musyawarah tetapi tindakan mediasi gagal,” akhirnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa penutupan dilakukan dengan batako setinggi 3-4 meter dan lebar sekitar 1,5 meter.

Sebuah poster di area tersebut bertuliskan tulisan “Tanah Ini Milik Marietje” beserta Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 76/2901 tahun 2011 dengan luas 3.264 meter persegi. Penutupan ini menimbulkan kontroversi dan penolakan dari warga sekitar.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung
Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut
17 Bangunan di Padalarang KBB Terindikasi Melanggar, Warga Sukamaju Sepakat Bongkar Mandiri
Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Dikuasai Suplier Luar Daerah, Kepsek dan Komite Disebut Hanya Jadi “Penonton”

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

Selasa, 22 September 2026 - 09:55 WIB

Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 09:54 WIB

Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung

Berita Terbaru