SEKITARKITA.id — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar Diskusi Halaqoh Kebangsaan bersama Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas RI).
Kegiatan bertema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” ini berlangsung di Gedung PCNU Bandung Barat dan dihadiri jajaran pengurus GP Ansor, kader, serta sejumlah tokoh muda Nahdlatul Ulama.
Ketua GP Ansor Bandung Barat, Zaki Mubarok, menegaskan bahwa momentum Hari Pahlawan tidak hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi menjadi refleksi tanggung jawab moral generasi muda untuk meneruskan nilai perjuangan para pendiri bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Hari Santri Nasional dan Hari Pahlawan. Tujuannya mengembalikan semangat perjuangan para pendiri NKRI agar tetap hidup dalam bidang politik, ekonomi, dan pendidikan,” ujar Zaki Mubarok kepada sekitarkita.id, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, Halaqoh Kebangsaan ini menjadi ajang untuk meneguhkan kembali peran Ansor sebagai garda kebangsaan yang mandiri, militan, dan relevan dengan tantangan zaman.
Zaki mengungkapkan, hingga tahun 2025, GP Ansor Bandung Barat telah mencetak lebih dari 11.300 kader melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) yang dilaksanakan di berbagai kecamatan.
“Kaderisasi ini bukan hanya soal membangun kapasitas individu, tetapi juga menyiapkan kader agar siap mengabdi di bidang sosial, kebencanaan, dan pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.
Zaki juga menegaskan bahwa seluruh program Ansor Bandung Barat dijalankan tanpa bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
“Empat tahun kami bergerak tanpa bantuan dana pemerintah, tapi Ansor tetap eksis karena kader kami militan dan organisasi ini harus mandiri,” tegasnya.
Selain fokus pada penguatan kaderisasi, Ansor Bandung Barat juga aktif dalam penanggulangan bencana.
Mereka menjalin kerja sama dengan BPBD KBB untuk memberikan pelatihan siaga bencana bagi para kader di tingkat kecamatan dan pesantren.
“Kami tidak punya fasilitas besar, tapi punya kesadaran dan semangat gotong royong. Setiap pesantren kini siap jika terjadi bencana,” tutur Zaki.
Melalui kegiatan Halaqoh Kebangsaan ini, GP Ansor Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk menjaga NKRI dan meneladani semangat para pahlawan.
Pesan Zaki Mubarok kepada generasi muda pun menggema sebagai penutup acara.
“Tetap setia kepada NKRI, ulama, dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Kader Ansor harus terus berjuang untuk bangsa, di mana pun berada,” tandasnya.
Kompolnas RI: Rasa Aman Lahir dari Sinergi Masyarakat dan Polisi
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kompolnas RI, Gufron Mabruri, mengapresiasi langkah GP Ansor Bandung Barat yang konsisten memperkuat nilai kebangsaan melalui kegiatan dialog dan pendidikan kader.
“Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi. Rasa aman lahir dari bawah, dari kesadaran masyarakat dan kolaborasi bersama,” kata Gufron.
Ia menilai, GP Ansor memiliki posisi strategis sebagai mitra penting kepolisian, karena memiliki jaringan struktural hingga tingkat desa dan basis sosial yang kuat.
“Kompolnas melihat Ansor sebagai mitra potensial dalam edukasi publik, penguatan sinergi, dan membangun profesionalitas pelayanan keamanan,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








