Bandung Barat | SekitarKita.id,- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar mudik gratis 2024. Sebanyak 165 orang pemudik diberangkatkan dengan tujuan Jogyakarta dan Solo, Sabtu (6/4/2024).
Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif melepas ratusan pemudik yang diselenggarakan Pemda Bandung Barat dan berbagai pihak di Area Parkir eks Giant Dept Store, Kota Baru Parahyangan -Padalarang.
Arsan didampingi Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono, Dandim 0609 Cimahi Letkol Arm Bobby, Kepala Dishub KBB Fauzan Azima dan sejumlah pejabat lainnya melepas para pemudik tersebut yang menaiki 3 bus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Arsan menyebut, mudik gratis program Dinas Perhubungan (Dishub) tersebut hanya wilayah Jawa Tengah saja, lantaran keduanya paling banyak peminatnya.
“Berdasarkan data yang kami miliki, yang paling banyak mudik (dari wilayah KBB) ke Jogyakarta dan Solo. Harapan kami, masyarakat bisa merasakan keberadaan pemerintah disaat mereka membutuhkan,” kata Arsan usai acara pelepasan, Sabtu.
Arsan mengingatkan kepada pengemudi untuk tidak perlu ngebut membawa kendaraan apa lagi terburu-buru, yang terpenting keselamatan penumpang sampai tujuan.
“Alon-alon, biar kelakon. Kalau pak sopirnya sudah goyang-goyang, ingatkan saja tegur agar segera beristirahat dan menepi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Fauzan Azima usai pelepasan peserta Mudik Gratis 2024 di kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP) Padalarang, Sabtu 6 April 2024.
Sehingga, pihaknya menyiapkan tiga unit bus untuk mengantarkan warga yang ingin pulang kampung ke Yogyakarta dan Solo.
“Kami berharap masyarakat yang mudik tahun ini bisa merasakan kenyamanan,” ucapnya.
Fauzan menyebut, program Mudik Gratis tahun 2025 juga sangat memungkinkan kembali dilaksanakan. Namun, Pemda Bandung Barat bersama DPRD KBB bakal kembali merumuskan rencana Mudik Gratis untuk tahun 2025 mendatang.
Sebelum pemberangkatan, lanjut Fauzan, pihaknya telah memastikan kendaraan dan sopirnya dalam kondisi fit dan tidak ada kendala.
“Jadi kami pastikan keselamatan pemudik yang utama,” ucapnya.
Disinggung terkait prediksi pergerakan kendaraan mudik tahun ini, lanjut dia, pihaknya memprediksi pergerakan kendaraan baik yang masuk atau keluar menuju Bandung Barat kemungkinan besar bakal ada peningkatan.
“Hal itu seiring hasil survei Dishub dari tahun 2023 dibandingkan sekarang itu ada peningkatan sampai 50 persen,” terangnya.
Menurutnya, untuk Bandung Barat sendiri lantaran baru memasuki H-6 lebaran belum ada peningkatan signifikan. Meski begitu, sudah ada pergerakan dari hari-hari sebelumnya dengan kondisi lalu lintas yang sama.
“Harusnya Sabtu ini landai untuk kawasan Padalarang. Tapi, ada peningkatan karena jalur utama mudik yang menuju Tasikmalaya, Garut, Pangandaran dan Jawa yang menggunakan motor,” tuturnya.
Disisi lain, berkah ramadhan bagi pemudik, selain dapat tumpangan gratis, mereka dibekali satu paket bingkisan buat bekal diperjalanan. Secara khusus, Arsan Latif memberikan amplop kecil buat anak-anak pemudik.
Siti (33), salah seorang pemudik yang kesehariannya berjualan di kantor Pemkab Bandung Barat menyatakan gembira bisa mudik gratis.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak Pj, bisa mudik gratis. Saya, suami, anak 2 dan ponakan bisa mudik,” ujarnya.
Siti mengatakan dengan mudik gratis, bisa menghemat pengeluaran keuangan. Jika pulang dengan naik kendaraan umum dari KBB ke Jogyakarta, ia harus mengeluarkan kocek lumayan besar.
“Ongkos satu orang naik bus sekitar Rp350 ribuan sampai Rp400 ribuan. Kalau 5 orang, berarti ongkos untuk satu balikan saja lumayan jika dihitung-hitung ongkos Rp1.750.000 atau Rp2.000.000,” bebernya.
Kartini (45), pemudik dengan tujuan Solo sangat bersyukur mendapat fasilitas mudik gratis. Ia yang kesehariannya sebagai pedagang batik keliling, bisa menghemat pengeluaran.
“Alhamdulillah, saya kebagian mudik gratis juga. Saya bisa berkumpul dengan anak dan suami di kampung,” ujarnya.
Ketika mendapat informasi mudik gratis dari Pemkab Bandung Barat, Kartini mencoba mendaftarkan diri. Ternyata ia berhasil masuk peserta mudik gratis, sehingga dengan leluasa bisa mudik.
“Baru pertama kali ikut mudik gratis. Senangnya luar biasa karena bisa menghemat ongkos,” tandasnya.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan , Abdul/ Tian







