SEKITARKITA.id – Sebanyak 114 Ketua Rukun Tetangga (RT) dan 26 Ketua Rukun Warga (RW) Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, resmi dilantik dalam sebuah acara megah yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Desa Kertamulya pada Jumat malam, 25 April 2025.
Pelantikan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Padalarang, perwakilan dari Polsek Padalarang, Koramil Padalarang, Camat Padalarang Agus Achmad Setiawan, serta para tokoh masyarakat dan lembaga desa.
Acara dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses ini menandai resminya 114 Ketua RT dan 26 Ketua RW hasil Pemilihan Serentak Tahun 2025.
Dalam sambutannya, Camat Padalarang, Agus Achmad Setiawan, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh RT dan RW yang baru dilantik.
Ia menekankan bahwa jabatan tersebut adalah bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat musyawarah.
“Esensi pemilihan RT dan RW adalah musyawarah mufakat, berlandaskan sila ke-4 Pancasila, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan,” tegas Agus.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa jabatan RT dan RW bukan semata-mata mencari materi, melainkan menjadi kebanggaan sebagai tokoh masyarakat yang berperan aktif membantu pemerintah desa.
Camat Agus juga berpesan kepada para RT dan RW agar terus menjaga semangat kolaborasi dan sinergi dengan pemerintahan desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten demi kemajuan Desa Kertamulya dan Bandung Barat secara umum.
Sementara itu, Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran proses pelantikan.
Ia menjelaskan bahwa seluruh RT dan RW yang dilantik merupakan hasil pemilihan langsung atau aklamasi di wilayah masing-masing pada 20 April 2025 lalu.
“Orang-orang yang hadir malam ini adalah hasil pilihan masyarakat secara langsung. Alhamdulillah, mereka siap bersinergi dengan kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga Desa Kertamulya,” kata Farhan.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga memperkenalkan slogan desa, “MOTEKAR”, yang merupakan singkatan dari Humanis, Inovatif, Terdepan, Kreatif, dan Religius.
Visi ini diharapkan menjadi landasan bagi seluruh perangkat desa, termasuk RT dan RW, dalam menjalankan tugasnya.
Fokus Program: Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Salah satu program prioritas yang akan segera dijalankan adalah pengelolaan sampah berbasis wilayah. Farhan menjelaskan bahwa volume sampah di Desa Kertamulya, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 26.000 jiwa, cukup besar, yakni sekitar 1,5 kwintal per RW.
Sebagai solusinya, desa akan menyediakan mesin pembakar sampah ramah lingkungan. Pada tahap awal tahun 2025, lima RW akan menjadi proyek percontohan. Jika berhasil, program ini akan dilanjutkan untuk seluruh RW pada tahun 2026.
“InsyaAllah, tahun ini kita mulai dari 5 RW dulu. Jika berhasil, tahun depan semua RW akan dilengkapi alat pembakaran sampah. Ini solusi nyata untuk mengurangi persoalan sampah di Desa Kertamulya,” terang Farhan.
Dengan adanya sinergi antara pemerintahan desa, RT, RW, dan masyarakat, Desa Kertamulya berharap mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta pelayanan publik yang optimal bagi seluruh warga Bandung Barat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








