[ad_1]
SekitarKita.id – Konflik geopolitik tak henti-hentinya memengaruhi pasar keuangan, termasuk Bitcoin yang meski terdesentralisasi, tetap rentan terhadap situasi global. Analisis terkini memperlihatkan bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat berdampak pada penurunan harga Bitcoin dalam waktu dekat.
Same old Chartered memprediksi bahwa nilai Bitcoin mungkin saja akan jatuh di bawah $60.000 sebelum akhir pekan. Meskipun, penurunan ini dapat menjadi peluang bagi para investor untuk membeli aset virtual ini dengan harga yang lebih rendah, terutama bagi mereka yang berinvestasi untuk jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian Bitcoin dianggap hal itu sebagai lindung nilai terhadap tantangan ekonomi tradisional, seperti de-dolarisasi dan krisis perbankan, aset ini tidak sepenuhnya aman dari risiko geopolitik. Geoff Kendrick dari Same old Chartered menegaskan bahwa Bitcoin tidak bisa diandalkan sebagai aset “secure haven” sepanjang konflik, berbeda dengan emas yang lebih diakui sebagai pelindung terhadap ketidakstabilan geopolitik.
Alternatifnya, meski demikian pasar merasakan tekanan, investor institusional masih terus membeli Bitcoin dalam jumlah besar, memperlihatkan kepercayaan jangka panjang terhadap aset ini. Penurunan sementara itu harga Bitcoin mungkin saja menjadi peluang bagi investor untuk mendapatkan manfaat dari volatilitas dan meraih keuntungan di masa depan.
Sumber: VRI TIMES
[ad_2]
Source link








