Bandung Barat | SekitarKita.id,- Pemilihan umum 2024 tinggal hitungan hari, Aan Sopiana Panjaitan, Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengajak masyarakat untuk ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 14 Februari mendatang.
Wanita yang kerap disapa Mbu Aan ini juga menegaskan kepada seluruh kader partai PDIP dari tingkat ranting untuk turut mengawasi pendistribusian surat suara diwilayah dapil 1, Kecamatan Padalarang, Ngamprah dan Saguling.
“Kami ajak masyarakat untuk tidak golput, datang ke TPS masing-masing di dapil 1 jangan lupa coblos nomor 6 Caleg DPRD KBB Aan Sopiana Panjaitan, semua tim juga ikut mengawasi sampai ketingkat nawah mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Mbu Aan kepada kantor berita politik SekitarKita.id, Sabtu (10/02/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mbu Aan yang aktif di bidang sosial ini juga menyebut, momentum jelang berakhirnya masa kampanye, ia manfaatkan untuk membantu masyarakat di wilayah Kecamatan Cipatat, kendati bukan Dapil dia, kata Mbu Aan, menolong warga adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
“Kemarin ada warga Cipatat yang memang kesulitan berobat, alhamdulilah setelah kami berusaha mengurus dibantu kader PDIP jaminan kesehatan sekarang sudah bisa digunakan berobat, meskipun bukan dapil saya ini real murni kami menolong karena kami punya relasi dan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan dinas terkait,” ucap dia.
“Ini bukan soal kampanye, sejak saya masih aktif di organisasi sosial banyak dari warga yang meminta bantuan ke saya, dan Alhamdulillah ketika saya turun membantu banyak dimudahkan, ini bentuk komitmen kami untuk mensejahterakan masyarakat umumnya warga Bandung Barat,” sambungnya.
Ditegaskannya, kader partai PDIP Kabupaten Bandung Barat akan terus mensosialisasikan program visi misi yang menjadi unggulan calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Ganjar Pranowo – Mahfud MD.
“PDIP memiliki program unggulan yakni KTP sakti dan program lainnya, bicara KTP sakti itu bisa mencangkup jaminan kesehatan, pendidikan, pekerja, kami terus sosialisasikan program ini,” terangnya.
Sebagai informasi, program KTP Sakti ini bakal menyatukan berbagai program bansos yang sudah ada, seperti subsidi pendidikan, meliputi Program Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah.
Subsidi keluarga miskin, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Sembako Murah, Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Subsidi usaha produktif Kartu Tani, Pupuk, Solar Nelayan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan UMKM.
Kebijakan ini membutuhkan pembenahan data yang besar serta pengelolaan menggunakan sistem canggih. Dana bantuan akan langsung ditransfer pemerintah kepada penerima melalui rekening perbankan.
“KTP Sakti bisa representasikan semua tinggal pendataan dihimpun dengan baik pengelolaan dengan sistem yang baik dan konsep ini sebenarnya awal dari KTP elektronik,” kata Mbu Aan menirukan ungkapan Capres Ganjar Pranowo nomor urut 3.
KTP Sakti juga turut mengatasi persoalan salah sasaran dari program perlindungan sosial sebelumnya. “Masyarakat lebih mudah untuk menggunakan identitas tunggalnya,” tutup MB Aan.
Sementara itu, Fiqri kader PDIP sekaligus relawan sosial mengatakan, pihaknya turut membantu mengurus pengobatan Titin Suhartinah, warga Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat KBB.
Ia mengatakan, dibantu Caleg DPRD KBB Mbu Aan, dirinya membantu dokumen pengobatan, dimana ia terkendala dsl administrasi.
“Mbu Aan membantu proses pengobatan warga kami (Cipatat) saat kesulitan berobat, ngurus BPJS kesehatan dan data lainnya,” jelas dia.
Kendati itu, meskipun bukan masuk daerah pemilihan (dapil)nya, kata dia, Aan Sopiana Panjaitan lah Caleg perempuan yang berjiwa sosial tinggi dalam hal membantu warga miskin.
“Mbu Aan memang sering membantu warga sebelum mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, apalagi di Cipatat bukan dapil dia jadi memang real murni Mbu Aan membantu masyarakat tanpa pandang bulu,” tandasnya.








