[ad_1]
Surabaya, 14 Oktober 2024 – Dalam upaya memberi dukungan kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak negatif limbah rumah tangga, Tim Wirausaha Merdeka Kampus Universitas Negeri Surabaya (WMK UNESA), yang diketuai oleh Trisya Qurota A'yun, mempromosikan inovasi produk agribisnis yang ramah lingkungan bernama EcoEnzym. Produk ini merupakan solusi serbaguna yang terbuat dari bahan-bahan alami yang berasal dari limbah organik, seperti molase, air, dan sisa kulit buah-buahan. EcoEnzym dirancang untuk memberi dukungan berbagai keperluan, mulai dari pupuk tanaman, pestisida, mencapai kebutuhan rumah tangga seperti cairan pembersih lantai.
Latar belakang pengembangan produk EcoEnzym ini dimulai dari kekhawatiran terhadap peningkatan jumlah limbah rumah tangga yang terus menerus kali berakhir di tempat pembuangan tanpa dimanfaatkan kembali. Timbunan limbah ini tidak hanya mencemari lingkungan, namun juga menghasilkan gasoline rumah kaca yang berkontribusi pada pemanasan global. “Inspirasi kami berasal dari meningkatnya jumlah limbah rumah tangga yang terus menerus kali berakhir di tempat pembuangan dan hanya menjadi beban lingkungan,” jelas Ninik Sugiharyani, salah satu anggota tim. “Kami ingin mengubah limbah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai tinggi, dengan demikian, kami ingin membuat produk EcoEnzym ini memakai bahan-bahan alami yang mudah didapat, yang menghasilkan cairan ramah lingkungan yang efektif dan aman digunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
EcoEnzym bisa berperan dalam mengurangi jumlah limbah sekaligus memberikan manfaat baru bagi rumah tangga dan pertanian. Produk ini dibuat dengan mendapatkan manfaat dari bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar, menciptakan cairan multifungsi yang aman dan efektif. Keunggulan EcoEnzym yang menarik fokus perhatian adalah kemampuannya untuk dikustomisasi sesuai preferensi pengguna. “Pengguna bisa untuk memilih aroma yang diinginkan, seperti serai, jeruk, atau apel. Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih non-public, sekaligus tetap memberi dukungan lingkungan dengan cara yang mudah,” ucap Trisya.
Selain itu, tim berencana mengembangkan produk turunan dari EcoEnzym, salah satunya adalah sabun cuci tangan yang aman dan berbahan alami. “Kami mengharapkan produk turunan ini dapat menjadi solusi pengganti produk kimia yang terus menerus digunakan sehari-hari,” ungkapnya.
Dengan diluncurkannya EcoEnzym, Tim WMK UNESA mengharapkan bisa mendorong masyarakat untuk menerapkan konsep 0 waste dan mengadopsi produk-produk yang berkelanjutan. “Kami ingin produk ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar sekali untuk mengurangi limbah rumah tangga dan menjaga lingkungan kita,” ujar Trisya dengan penuh harap.
[ad_2]
Sumber:
https://vritimes.com/{id}/articles/9bcbb6d5-09a1-11ee-ba3f-0a58a9feac02/246000db-a296-11ef-81fd-0a58a9feac02








