[ad_1]
(Reuters) – Maskapai penerbangan andalan Australia, Qantas Airlines, mengatakan pada Senin bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan penyelesaian dengan regulator persaingan usaha di negara tersebut yang mungkin mengharuskan mereka membayar denda perdata sebesar A$100 juta ($66 juta) dalam kasus pembatalan penerbangan.
Hukumannya akan tergantung pada persetujuan Pengadilan Federal Australia, katanya dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Qantas digugat pada bulan Agustus oleh Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC), yang menuduh mereka menjual tiket ke ribuan penerbangan setelah dibatalkan, sehingga membuat maskapai tersebut berisiko terkena denda yang sangat besar.
Sebagai bagian dari penyelesaian ini, Qantas akan memulai program remediasi senilai A$20 juta bagi penumpang yang terkena dampak pembatalan penerbangan, dengan masing-masing pelanggan yang terkena dampak mendapatkan pembayaran mulai dari A$225 hingga A$450, kata maskapai tersebut.
“Hari ini merupakan langkah maju yang penting seiring kami berupaya memulihkan kepercayaan terhadap maskapai penerbangan nasional,” kata CEO Qantas Staff Vanessa Hudson (NYSE :).
($1 = 1,5138 dolar Australia)
[ad_2]
2024-05-06 06:12:52
www.making an investment.com








