SEKITARKITA.id – Ratusan murid di tiga sekolah di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terpaksa harus menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring sementara, setelah gedung sekolah mereka digunakan sebagai posko pengungsian dan dapur umum akibat bencana longsor.
Tiga sekolah yang terdampak tersebut yakni SD Pasirlangu, SD Karya Bakti, dan SD Cinta Bakti. Ketiganya kini berperan lebih dari sekadar tempat belajar, melainkan menjadi titik penyelamatan bagi masyarakat yang terdampak bencana longsor Pasirlangu.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dendih, menjelaskan bahwa penggunaan sekolah sebagai fasilitas penanggulangan bencana disesuaikan dengan kebutuhan darurat di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada yang jadi posko untuk korban, ada juga yang digunakan sebagai dapur umum. Semua disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini,” kata Asep saat meninjau lokasi, Selasa, 27 Januari 2026.
Meski kegiatan belajar mengajar harus dialihkan ke daring sementara, Asep menegaskan bahwa proses pendidikan tidak boleh terhenti. Para guru tetap aktif mendampingi siswa yang belajar dari rumah agar hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi meskipun berada dalam situasi darurat.
“Masa pelaksanaan daring akan disesuaikan dengan kondisi. Setelah tempat tidak lagi dipergunakan untuk keperluan penanggulangan bencana, anak-anak bisa kembali belajar di sekolah,” jelasnya.
Selain menjaga kelangsungan pendidikan, kata Asep, pihakna juga memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan psikologis para siswa yang terdampak bencana.
Ia menegaskan, program trauma healing akan dilaksanakan secara kolaboratif antara Kementerian Pendidikan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3AKB) KBB.
“Anak-anak yang terdampak perlu dukungan khusus, sehingga mereka bisa kembali bangkit dan fokus pada pendidikan,” ungkap Asep.
Secara rinci, Asep menyebutkan jumlah peserta didik yang saat ini melaksanakan KBM secara daring. SDN Pasirlangu 1 tercatat memiliki 190 siswa atau 6 rombongan belajar (rombel). Sementara SDN Cintabakti memiliki 80 siswa atau 6 rombel, dan SDN Karyabakti sebanyak 140 siswa dengan 6 rombel.
Dalam kesempatan itu, Asep juga menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban bencana longsor, termasuk dua siswa SD Karyabakti yang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
“Kami turut menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya terhadap semua korban. Termasuk dua orang anak-anak kami yang merupakan siswi SD Karyabakti,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan dan santunan bagi para korban telah disalurkan oleh berbagai pihak.
“Alhamdulillah, selain dari Disdik KBB, Direktorat Sekolah Dasar Kemedikdasmen dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) telah memberikan santunan kepada para korban,” tutup Asep.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan








