Sepekan Rumah dan Jembatan Nyaris Ambruk Dibiarkan, Pemkab Bandung Barat ‘Cuek Pisan’

- Penulis

Selasa, 14 Januari 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga pengendara menunjukan longsoran di Jalan GA Manulang Rancabali Atlas RT04/05, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Warga pengendara menunjukan longsoran di Jalan GA Manulang Rancabali Atlas RT04/05, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

SekitarKita.ID- Hujan deras diselimuti awan gelap bak wedus gembel di langit Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada pekan lalu menyisakan duka bagi keluarga Diah Indrawati (54).

Was-was dihantui rasa cemas kala hujan turun, sebab, tepat pada Selasa (7/1) lalu, hujan deras yang mengguyur wilayah itu mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) saluran irigasi setinggi 5 meter ambruk tergerus longor.

Longsoran itu mengancam dua bangunan rumah tinggal milik Diah di Jalan GA Manulang Rancabali Atlas RT04/05, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB dan satu jembatan penghubung desa terancam ambruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan dilokasi, Selasa 14 Januari 2025, akses jalan menuju kantor Desa Padalarang terpaksa ditutup untuk kendaraan mobil, oleh warga dipasang tali pembatas lantaran khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dilihat pada jembatan tersebut, hampir sepekan, belum juga ada perbaikan, hanya dapat dilalui sepeda motor sedangkan warga yang menggunakan mobil terpaksa berputar melintasi jalur lain (alternatif).

Diah Indrawati (54), pemilik rumah, (foto: Abdul Kholilulloh)
Diah Indrawati (54), pemilik rumah, (foto: Abdul Kholilulloh)

“Pas bangun tidur tiba-tiba sudah kayak gini, Hari Selasa kemarin hujan dari magrib sampai pagi udah katahuan kaya gini, warga sigap langsung menutup akses jalan,” kata Diah saat ditemui pewarta SekitarKita.id dilokasi.

Baca Juga:  Dear Bupati Tegal, tumpukan sampah disertai bau busuk menyengat di pasar Balamoa

Diah menyebut, kondisi retakan tanah itu sudah terjadi sejak beberapa tahun silam, namun hingga saat ini belum ada perbaikan baik dari pemerintah desa maupun dari Pemkab Bandung Barat.

“Pas kejadian perangkat desa pada dateng dan juga kebetulan ada pencalonan RW semuanya pada dateng membantu membersihkan longsoran, dari BPBD KBB juga ada,” sebutnya.

Saat ini ia masih terbayang-bayang rasa takut saat hujan turun, pasalnya, longsoran mengancam bangunan rumah miliknya hanya berjarak kurang lebih 5 CM.

“Longsoran ini sebetulnya sudah ke tiga kalinya, yang pertama di benerin pake uang pribadi habis ratusan juta, dan keduanya di benerin pemerintah desa, dari pemborong yang ngerjain kurang kuat kwalitas bangunanya kurang, dan ini yang ke tiga kalinya,” paparnya.

“Sekarang yang ibu takutkan itu kalau hujan karena longsoran mengikis hampir mengenai bangunan, harapan ibu pemerintah secepatnya di benerin karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Hal serupa dikeluhkan pengendara motor warga Padalarang, Septian (32), ia mengaku khawartir melihat kondisi jembatan penghubung desa itu nyaris ambruk.

Baca Juga:  Diduga Korsleting Listrik, Bangunan Lantai 2 Hangus Terbakar di Bandung Barat
pengendara motor warga Padalarang, Septian (32), foto: Abdul Kholilulloh
pengendara motor warga Padalarang, Septian (32), foto: Abdul Kholilulloh

“Saya biasa melintas kelokasi, dari awal kejadian sekarang hampir seminggu dibiarkan begitu saja, hanya ada tali pembatas doang,” kata Pian.

Ia pun berharap pemerintah Bandung Barat cepat tanggap mengatasinya, jika hujan turun yang ditakutkan warga longsoran itu meluas mengenai bangunan.

“Liat kondisinya kan hampir mengenai bangunan, dan jembatan juga hampir terkikis, cepet cepet lah di perbaiki kasian warga mobilitanya terganggu terutama yang menggubnakan roda empat banyak pedagang juga lewat sini, jangan cuek-cuek pisan atuh,” tandasnya.

Sejauh ini, belum ada tanghgapan serius dari pihak Desa Padalarang maupun Dinas terkait.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya
Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026
Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 
Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu
Puluhan Siswa Diduga Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Malah Asik Berlibur ke Pangandaran

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:25 WIB

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Senin, 14 September 2026 - 16:45 WIB

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Senin, 14 September 2026 - 13:57 WIB

Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 

Berita Terbaru