SekitarKita.ID- Hujan deras diselimuti awan gelap bak wedus gembel di langit Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada pekan lalu menyisakan duka bagi keluarga Diah Indrawati (54).
Was-was dihantui rasa cemas kala hujan turun, sebab, tepat pada Selasa (7/1) lalu, hujan deras yang mengguyur wilayah itu mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) saluran irigasi setinggi 5 meter ambruk tergerus longor.
Longsoran itu mengancam dua bangunan rumah tinggal milik Diah di Jalan GA Manulang Rancabali Atlas RT04/05, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB dan satu jembatan penghubung desa terancam ambruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan dilokasi, Selasa 14 Januari 2025, akses jalan menuju kantor Desa Padalarang terpaksa ditutup untuk kendaraan mobil, oleh warga dipasang tali pembatas lantaran khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dilihat pada jembatan tersebut, hampir sepekan, belum juga ada perbaikan, hanya dapat dilalui sepeda motor sedangkan warga yang menggunakan mobil terpaksa berputar melintasi jalur lain (alternatif).
“Pas bangun tidur tiba-tiba sudah kayak gini, Hari Selasa kemarin hujan dari magrib sampai pagi udah katahuan kaya gini, warga sigap langsung menutup akses jalan,” kata Diah saat ditemui pewarta SekitarKita.id dilokasi.
Diah menyebut, kondisi retakan tanah itu sudah terjadi sejak beberapa tahun silam, namun hingga saat ini belum ada perbaikan baik dari pemerintah desa maupun dari Pemkab Bandung Barat.
“Pas kejadian perangkat desa pada dateng dan juga kebetulan ada pencalonan RW semuanya pada dateng membantu membersihkan longsoran, dari BPBD KBB juga ada,” sebutnya.
Saat ini ia masih terbayang-bayang rasa takut saat hujan turun, pasalnya, longsoran mengancam bangunan rumah miliknya hanya berjarak kurang lebih 5 CM.
“Longsoran ini sebetulnya sudah ke tiga kalinya, yang pertama di benerin pake uang pribadi habis ratusan juta, dan keduanya di benerin pemerintah desa, dari pemborong yang ngerjain kurang kuat kwalitas bangunanya kurang, dan ini yang ke tiga kalinya,” paparnya.
“Sekarang yang ibu takutkan itu kalau hujan karena longsoran mengikis hampir mengenai bangunan, harapan ibu pemerintah secepatnya di benerin karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Hal serupa dikeluhkan pengendara motor warga Padalarang, Septian (32), ia mengaku khawartir melihat kondisi jembatan penghubung desa itu nyaris ambruk.
“Saya biasa melintas kelokasi, dari awal kejadian sekarang hampir seminggu dibiarkan begitu saja, hanya ada tali pembatas doang,” kata Pian.
Ia pun berharap pemerintah Bandung Barat cepat tanggap mengatasinya, jika hujan turun yang ditakutkan warga longsoran itu meluas mengenai bangunan.
“Liat kondisinya kan hampir mengenai bangunan, dan jembatan juga hampir terkikis, cepet cepet lah di perbaiki kasian warga mobilitanya terganggu terutama yang menggubnakan roda empat banyak pedagang juga lewat sini, jangan cuek-cuek pisan atuh,” tandasnya.
Sejauh ini, belum ada tanghgapan serius dari pihak Desa Padalarang maupun Dinas terkait.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








