Suara Perubahan dari Tepi Citarum: P4KBB Gelar Makrab di Sanghyang Kenit Cipatat

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga besar Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB). Foto: dok P4KBB

i

Keluarga besar Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB). Foto: dok P4KBB

SEKITARKITA.id – Kondisi carut-marut pembangunan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menjadi sorotan berbagai pihak. Persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga stunting, masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan.

Salah satu elemen masyarakat yang menyoroti hal ini adalah Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB). Organisasi ini akan menggelar Malam Keakraban (Makrab) pada Jumat, 3 Oktober 2025, di kawasan wisata Sanghyang Kenit, Cisameng Cipanas, Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat KBB.

Ketua P4KBB, Yacob Anwar Lewi, menegaskan bahwa Makrab bukan hanya sekadar temu kangen para pejuang pemekaran KBB, melainkan momentum untuk melakukan evaluasi, refleksi sejarah, sekaligus menyuarakan kritik dan gagasan konstruktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami para pejuang pemekaran sejak awal tahun 2000-an berjuang hingga Bandung Barat resmi mekar tahun 2007. Banyak kawan seperjuangan yang sudah tiada, maka Makrab ini juga bentuk penghormatan. Tapi yang lebih penting, kita akan berdiskusi, memberi masukan, dan mendesak arah pembangunan KBB agar jelas, amanah, dan tidak menyimpang dari cita-cita awal,” ujar Yacob kepada Sekitarkita.id di Ngamprah, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga:  Lagi, diduga peredaran obat Tramadol di Cikarang Barat dipasang oknum preman 
Keluarga besar Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB). Foto: dok P4KBB
Keluarga besar Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB). Foto: dok P4KBB

Makrab akan diawali dengan renungan perjuangan pemekaran KBB. Api unggun di Sanghyang Kenit menjadi simbol bara perjuangan yang tidak boleh padam, terutama di tengah kondisi Bandung Barat yang dinilai kian penuh masalah.

“Bandung Barat butuh introspeksi. Kami para pejuang pemekaran merasa wajib kembali turun tangan, memberikan pemikiran positif, produktif, dan masukan nyata untuk Pemda,” tegas Yacob.

Tema Makrab dan Fokus Diskusi

Makrab ini mengusung tema “Bersama Membangun Pemikiran Positif dan Produktif sebagai Kontribusi terhadap Pembangunan KBB yang Amanah”.

Menurut Yacob, arah pembangunan KBB harus konsisten dengan visi misi kepemimpinan Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail. Dalam forum tersebut, para pejuang pemekaran, kasepuhan, mantan birokrat, hingga akademisi akan menyampaikan aspirasi dan unek-unek terkait arah pembangunan KBB ke depan.

Ketua Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB), Yacob Anwar Leuwi (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB), Yacob Anwar Lewi (foto: Abdul Kholilulloh)

“Intinya, acara ini digelar untuk memajukan Bandung Barat. Kami ingin mendengar langsung masukan dari berbagai inohong agar Pemda lebih peka terhadap kondisi riil masyarakat,” katanya.

Pemilihan Sanghyang Kenit sebagai lokasi Makrab dinilai memiliki makna strategis. Selain ramah akses bagi para senior yang rata-rata berusia 50–70 tahun, tempat ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata Bandung Barat.

Baca Juga:  RUU KUHAP Terancam Gagal, Waketum IPHI 1987: KUHP Baru Akan Hambar Tanpa Hukum Acara

“Pemandangannya indah, akses mudah, cocok untuk refleksi dan diskusi. Ini juga cara kami mengangkat wisata Bandung Barat, jangan hanya wilayah utara yang dikapitalisasi, selatan juga harus diperhatikan,” ungkap Yacob.

“Kegiatan ini akan diikuti 70 anggota P4KBB dan akan bermalam di Sanghyang Kenit,” sambungnya.

Sementara itu, Mantan birokrat Bandung Barat, Apung Hadiat Purwoko atau yang akrab disapa Apih Apung, menegaskan bahwa P4KBB hadir sebagai penyambung lidah rakyat.

“Kami bukan oposisi, tapi corong rakyat. P4KBB wajib menyampaikan keresahan masyarakat kepada pemerintah. Dengan kegiatan ini, kami ingin pemerintah benar-benar menjalankan visi misi ‘AMANAH’,” ujar Apih Apung.

Puncak acara Makrab adalah diskusi terbuka antara pejuang pemekaran dengan perwakilan Pemda Bandung Barat. P4KBB berharap forum ini menjadi ruang nyata mendengarkan suara rakyat dan menghasilkan solusi konstruktif.

“Kami tidak ingin diskusi ini sekadar formalitas. Kami hadir untuk memberikan solusi bagi kemajuan Bandung Barat. Dengan kegiatan ini, kolaborasi pentahelix antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pejuang pemekaran benar-benar diwujudkan,” tutup Apih.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029
Meriahkan HUT ke-19 KBB, DPRD Sajikan Turnamen Voli Putri dengan Sentuhan Proliga
Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren
Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif
Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta
Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan
Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha
BPVP Bandung Barat Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha Lewat Program HIPKI 2026

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:58 WIB

Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:03 WIB

Meriahkan HUT ke-19 KBB, DPRD Sajikan Turnamen Voli Putri dengan Sentuhan Proliga

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:24 WIB

Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:58 WIB

Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:20 WIB

Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta

Berita Terbaru