Tanpa Sentuh Anggaran Pemerintah, Warga Padalarang Swadaya Sulap Pemukiman Jadi Lorong Merah Putih dan Mural 

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sambut HUT RI ke 81 warga Kampung Rancabali, Gang Karangsari, RW 04, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hiasi mural dan Bender merah putih (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Sambut HUT RI ke 81 warga Kampung Rancabali, Gang Karangsari, RW 04, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hiasi mural dan Bender merah putih (foto: Abdul Kholilulloh)

KBB | SEKITARKITA.id – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Kampung Rancabali, Gang Karangsari, RW 04, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tanpa mengandalkan anggaran pemerintah, warga secara swadaya mempercantik lingkungan dengan mural bernuansa nasionalisme, budaya Sunda hingga ikon Persib Bandung.

Tak hanya mural, bendera Merah Putih juga dipasang membentang sepanjang kurang lebih 500 meter, mulai dari pintu masuk gang hingga bagian belakang permukiman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemandangan tersebut terlihat pada Kamis (13/8/2026). Tembok rumah, pagar, tiang penerangan jalan hingga saluran drainase disulap menjadi media lukisan warna-warni.

Di pintu masuk kampung, warga juga membangun gapura dari anyaman bambu yang dihiasi patung tokoh pewayangan Sunda seperti Semar dan Cepot. Logo resmi HUT RI ke-81 bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” turut memperkuat nuansa perayaan kemerdekaan.

Tokoh pemuda Kampung Karangsari, Lutfi Pradana (foto: Abdul Kholilulloh)
Tokoh pemuda Kampung Karangsari, Lutfi Pradana (foto: Abdul Kholilulloh)

Tokoh pemuda Kampung Karangsari, Lutfi Pradana, mengatakan tradisi menghias kampung menjelang Hari Kemerdekaan telah dilakukan warga selama beberapa tahun terakhir.

“Tradisi mempercantik kampung menjelang Hari Kemerdekaan telah menjadi agenda rutin warga sejak beberapa tahun terakhir. Berbagai mural bergambar tokoh nasional, mulai dari Presiden pertama RI Ir. Soekarno, Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga ikon budaya Jawa Barat menghiasi hampir seluruh sudut kampung,” kata Lutfi saat ditemui di lokasi, Kamis.

Related Posts

Menurut Lutfi, salah satu mural yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah gambar Persib Bandung 1933.

Baca Juga:  Longsor terjang Cikalongwetan KBB, 10 RW terisolir dan akses jalan lumpuh total

Bahkan, warga dari luar lingkungan sekitar sengaja datang untuk mengabadikan foto di depan mural tersebut.

Sambut HUT RI ke 81 warga Kampung Rancabali, Gang Karangsari, RW 04, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hiasi mural dan Bender merah putih (foto: Abdul Kholilulloh)
Sambut HUT RI ke 81 warga Kampung Rancabali, Gang Karangsari, RW 04, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hiasi mural dan Bender merah putih (foto: Abdul Kholilulloh)

“Selain mural warna-warni, warga luar daerah juga sengaja datang ke lokasi untuk mengabadikan momen dengan foto-foto di mural Persib. Untuk bendera yang terpasang itu panjangnya kurang lebih 500 meter dari depan pintu masuk gang sampai ke belakang,” jelasnya.

Lutfi menegaskan, seluruh kegiatan tersebut merupakan hasil kreativitas dan gotong royong masyarakat. Warga secara mandiri mengumpulkan dana untuk membeli cat serta berbagai kebutuhan dekorasi.

“Ini murni swadaya masyarakat sekitar. Apresiasi juga kepada Pak RW 04, semangatnya patut dicontoh anak-anak mudanya seperti kami. Tanpa anggaran pemerintah, warga ingin mandiri dan memberi contoh kepada warga lain di Bandung Barat,” ungkapnya.

Meski demikian, warga berharap ke depan pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap kreativitas masyarakat.

Tanpa sentuh anggaran pemerintah, warga pasang kain merah putih dan mural sambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Rancabali, RW 04, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Tanpa sentuh anggaran pemerintah, warga pasang kain merah putih dan mural sambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Rancabali, RW 04, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kedepan, kami berharap pemerintah hadir jangan hanya pas viral baru muncul. Lebih perhatikan warga kami dengan kreativitas dan ide unik. Minimal sokongan anggaran agar masyarakat lebih semangat lagi membuat ide dan gagasan,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung, Salsabila, mengaku sengaja mendatangi Kampung Mural Karangsari setelah melihat foto mural Persib Bandung beredar di media sosial.

“Momen HUT RI ini ada gambar Persib Bandung. Karena penasaran saya langsung datang ke lokasi untuk foto di depan mural Persib. Mungkin karena Persib sudah beberapa kali juara, jadi warga melukisnya sebagai bentuk kecintaan terhadap klub,” katanya.

Selain mural Persib, terdapat pula lukisan macan berwarna kuning yang dipadukan dengan kujang putih sebagai simbol budaya Jawa Barat.

Baca Juga:  Berkah Ramadhan, Polri Renovasi Rutilahu di Cisarua Bandung Barat

Salsabila mengaku sempat salah mengira makna mural tersebut.

“Awalnya saya kira gambar macan itu menggambarkan klub tetangga yang dijuluki Macan Kemayoran. Ternyata bukan, itu merupakan gambar macan dengan sentuhan budaya Sunda yang dipadukan dengan kujang sebagai ciri khas Jawa Barat,” ujarnya.

“Bagi saya Persib Bandung bukan hanya soal simbol identitas, tapi harga diri dan ikatan emosional bagi masyarakat Jawa Barat,” sambungnya.

Senada dengan itu, Ketua RW 04 Desa Padalarang, Yudi Hendrawan (48), mengatakan penataan Kampung Karangsari melalui mural berawal dari keinginan warga mengubah citra gang sempit yang sebelumnya terlihat kumuh.

Kegiatan tersebut mulai dilakukan sejak 2019 dan terus dipertahankan hingga sekarang dengan mengandalkan semangat gotong royong.

“Dulu kawasan ini merupakan permukiman padat dengan gang-gang sempit yang terkesan jorok dan kurang tertata. Hampir setiap tahun warga bersama para pemuda bergotong royong membuat mural agar lingkungan menjadi bersih, indah dan nyaman,” kata Yudi.

Yudi mengatakan dirinya turut turun langsung dalam proses pengecatan mural bersama warga.

“Yang melukis saya sendiri bersama warga. Untuk cat dan perlengkapannya berasal dari swadaya masyarakat, ditambah bantuan dari beberapa donatur,” ujarnya.

Tahun ini, persiapan menyambut HUT RI ke-81 dilakukan lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya pengecatan dimulai sekitar dua bulan sebelum Agustus, kali ini warga baru melakukan persiapan mendekati perayaan.

Pengecatan melibatkan tiga RT di wilayah RW 04. Fokusnya memperbarui mural yang mulai pudar sekaligus menambah sejumlah gambar baru.

“Kalau sekarang hanya penambahan dan mengganti beberapa bagian yang sudah pudar supaya tampil lebih menarik,” jelasnya.

Baca Juga:  Puluhan Siswa SMPN 1 Cisarua Keracunan Massal, Program MBG Diduga Jadi Penyebabnya

Untuk kebutuhan pengecatan, warga menghabiskan sekitar 30 kilogram cat dengan biaya lebih dari Rp2 juta. Seluruhnya berasal dari iuran dan swadaya masyarakat.

“Persiapan tahun ini memang mepet karena keterbatasan anggaran. Biasanya untuk sekitar 30 kilogram cat menghabiskan biaya Rp2 juta sampai Rp3 juta lebih, ditambah dekorasi lainnya. Karena semuanya swadaya masyarakat, kami menyesuaikan kemampuan,” tuturnya.

Selain mural dan bendera Merah Putih sepanjang 500 meter, sebanyak 14 gapura di wilayah RW 04 juga dipercantik dengan ornamen khas Sunda seperti anyaman bambu dan kujang.

Yudi menyebut antusiasme warga tidak pernah surut meski kegiatan mempercantik lingkungan dilakukan hampir setiap tahun.

“Alhamdulillah, setiap tahun warga tetap semangat dan antusias. Semua bergotong royong demi lingkungan yang lebih baik,” katanya.

Ke depan, warga berharap Kampung Mural Karangsari dapat berkembang menjadi salah satu kampung tematik di Kabupaten Bandung Barat.

“Mudah-mudahan bisa menjadi kampung wisata yang dikenal banyak orang. Tapi kalau pun belum, yang paling penting warga merasa nyaman, lingkungan bersih dan bangga tinggal di sini,” tandas Yudi.

Kreativitas warga Kampung Karangsari menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang untuk menciptakan lingkungan yang menarik.

Mural, bendera Merah Putih sepanjang 500 meter, gapura bernuansa Sunda hingga mural Persib Bandung menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong warga Padalarang dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Tak hanya mempercantik gang sempit, Kampung Mural Karangsari juga menjadi ruang ekspresi masyarakat sekaligus potret kepedulian warga terhadap lingkungan di Kabupaten Bandung Barat.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 
Wali Kota Bandung Farhan Ingatkan Tak Semua Informasi Digital adalah Produk Jurnalistik
Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta
Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP
Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme
DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat
IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan
Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:04 WIB

Tanpa Sentuh Anggaran Pemerintah, Warga Padalarang Swadaya Sulap Pemukiman Jadi Lorong Merah Putih dan Mural 

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Wali Kota Bandung Farhan Ingatkan Tak Semua Informasi Digital adalah Produk Jurnalistik

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP

Berita Terbaru