TNI Telusuri Dugaan 23 Prajurit Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung Barat

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin saat memberikan keterangan di posko pengungsian kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin saat memberikan keterangan di posko pengungsian kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – TNI Angkatan Darat (AD) masih menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 prajurit yang menjadi korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Hingga kini, proses pencarian korban baik warga tertimbun maupun korban hilangnya prajurit TNI masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di tengah kendala cuaca ekstrem dan medan yang berat.

Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah terdapat anggota TNI yang termasuk dalam daftar korban hilang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk dugaan adanya anggota TNI yang ikut hilang, saya belum bisa mendapatkan informasi apakah ada anggota kami di antara 23 personel tersebut. Nanti akan saya konfirmasi kembali,” ujar Mahmuddin di Kantor Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1/2026).

Tim SAR Gabungan TNI/Polri bersama relawan berjibaku mengevakuasi korban tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Tim SAR Gabungan TNI/Polri bersama relawan berjibaku mengevakuasi korban tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Mahmuddin menegaskan, TNI bersama unsur terkait akan terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban. Namun, proses tersebut dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan, terutama faktor cuaca yang belum bersahabat.

Baca Juga:  Prank, Fakta Lain Menyoal KONI Bandung Barat dan Janji Manis Bupati Hengki

“Kami akan terus melakukan pencarian karena kendala di lapangan masih cukup besar, terutama terkait cuaca. Air masih terus mengalir, kemudian material longsor juga masih turun ke bawah, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi kejadian,” jelasnya.

Menurut Mahmuddin, hingga saat ini Kodam III/Siliwangi masih menunggu kepastian informasi terkait keberadaan personel TNI yang dilaporkan belum diketahui nasibnya.

Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan data korban secara akurat.

Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin saat memberikan keterangan di posko pengungsian kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin saat memberikan keterangan di posko pengungsian kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam. Material tanah dari lereng gunung dilaporkan menimbun puluhan rumah warga.

Pemerintah daerah bersama BNPB, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan masih menetapkan status darurat bencana dan terus mengintensifkan operasi pencarian korban.

Berdasar data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru