Unit ekuitas swasta Morgan Stanley Asia akan direorganisasi setelah CEO pensiun Oleh Reuters

- Penulis

Kamis, 25 April 2024 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Oleh Kane Wu

HONG KONG (Reuters) -Morgan Stanley Non-public Fairness Asia (PEA) sedang mengatur ulang timnya di wilayah tersebut seiring dengan pensiunnya CEO Asia Chin Chou saat ini, menurut memo inner yang ditinjau oleh Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Morgan Stanley akan membentuk tim yang berfokus pada Tiongkok dari seluruh kawasan yang berfokus pada investasi di dalam dan luar negeri Tiongkok, menurut memo itu.

Perusahaan tersebut telah menunjuk Jun Xu, yang saat ini menjabat sebagai kepala dana investasi dalam mata uang yuan, untuk memimpin semua investasi ekuitas swasta di Tiongkok, kata memo itu.

Xu bergabung dengan Morgan Stanley pada tahun 2005 dan telah memimpin perluasan bisnis ekuitas swasta dalam mata uang yuan di Tiongkok sejak bergabung dengan Non-public Fairness Asia pada tahun 2008.

Nirav Mehta dan Arjun Saigal, yang saat ini menjabat sebagai co-head PE India, akan mengambil peran sebagai co-head PEA di luar Tiongkok, yang masih akan berinvestasi di kawasan ini dengan India sebagai fokus utamanya, kata Morgan Stanley dalam memo tersebut.

Baca Juga:  zkSync Mengumumkan Airdrop yang Beruntung Setelah Kesuksesan Pertarungan Hamster

Juru bicara perusahaan tersebut membenarkan isi memo tersebut.

Chou akan pensiun setelah 35 tahun berkarir di bagian ekuitas swasta financial institution Wall Boulevard, dengan tugas di kantornya di New York pada akhir tahun 1980an sebelum datang ke Asia pada tahun 1990an untuk mendirikan bisnis tersebut.

Beliau bertugas di Komite Eksekutif Asia-Pasifik perusahaan tersebut dan merupakan pemimpin penting dalam lima dana ekuitas swasta regional perusahaan tersebut selain mengawasi pembentukan yuan Tiongkok dan Dana Thailand.

Andrew Hawkyard juga akan pensiun setelah 24 tahun bekerja di unit PE Asia, dan terakhir menjabat sebagai kepala investasi unit tersebut, kata memo itu.

Iklan pihak ketiga. Bukan tawaran atau rekomendasi dari Making an investment.com. Lihat pengungkapan Di Sini atau
Hilangkan iklan
.

Morgan Stanley PEA telah mengumpulkan lima dana ekuitas swasta untuk wilayah ini sejak tahun 1999, dengan jumlah overall lebih dari $4 miliar, menurut pengungkapan publik.

Dana Asia keempat ditutup pada tahun 2014 dengan nilai $1,7 miliar, dana terbesar yang berhasil dikumpulkan PEA hingga saat ini, menurut pengungkapan financial institution tersebut.

Baca Juga:  Presdir Sampoerna Ivan Cahyadi Dinobatkan Sebagai CEO of the 12 months

Pada tahun 2018, perusahaan tersebut juga mengumpulkan lebih dari $440 juta untuk dana yang berfokus pada Thailand melalui kemitraan dengan Bangkok Financial institution pada tahun 2018, katanya saat itu.

Tim ekuitas swasta Asia berinvestasi terutama pada investasi minoritas yang sangat terstruktur dan pembelian saham pengendali di perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada pertumbuhan, kata situs internet Morgan Stanley.



[ad_2]

2024-04-25 15:11:08

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru