[ad_1]
Kehilangan orang terkasih di hari pernikahan mereka merupakan pengalaman yang tak terduga bagi pasangan ini. Sebuah video viral menunjukkan ibu mempelai pria wafat sebelum upacara pernikahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
{Peristiwa} itu terjadi sesaat sebelum mereka memulai akad nikah. Dalam video yang diunggah akun Instagram @dreammiera, suasana duka tampak menyelimuti acara pernikahan tersebut.
“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, ini adalah momen paling menyedihkan dalam acara Pernikahan kami. Ibunda wafat saat akad nikah akan diadakan, acara terus berlanjut dengan suasana hati kedua mempelai yang campur aduk…. Momen ini sudah disetujui untuk diabadikan menerbitkan dari kedua mempelai,” tulis akun Instagram @dreammiera.
Dalam video pendek itu, sang pengantin pria mencium kening ibunya untuk terakhir kalinya. Di sampingnya, sang pengantin wanita menangis dan berusaha menghiburnya.
Ayah mempelai pria pun tak kuasa tahan tangis. Seluruh keluarga berduka atas kejadian tersebut. Tetapi, sang mempelai pria berusaha tegar dan tetap melanjutkan prosesi akad nikah.
Nama ibu mempelai pria ditulis di kursi yang akan didudukinya pada hari pernikahan putranya.
“Kursi ini khusus untuk ibunda tercinta Desi dan Goesti yang tengah merayakan kebahagiaan ini di surga sana,” tulis tulisan itu.
Ketika dihubungi oleh Wolipop, Pemilik akun @dreammiera, Rizzal Mukti Iskandar menceritakan kisah di balik momen tersebut.
“Momen meninggalnya ibu mempelai pria itu tepat sebelum akad nikah akan berawal, tetapi acara tetap berlanjut sampai selesai dengan suasana campur aduk,” ujar Izul melalui pesan singkat.
Izul menyampaikan lokasi pernikahan Desi dan Goesti berada di suatu tempat kafe di Sumedang, Jawa Barat pada tanggal 30 April 2024. Pasangan ini mengusung tema pernikahan intim dengan mengusung adat Sunda.
Saat hendak memulai akad nikah, ibu mempelai pria tidak menduga pingsan sebab pusing. Setelah diistirahatkan, ternyata wanita tersebut telah menghembuskan nafas terakhirnya.
“Kemudian mereka beristirahat terlebih dahulu di sebuah kamar di lokasi acara. Saat hendak melangsungkan akad nikah, tidak menduga keluarga mempelai pria menangis dan mendengar kabar bahwa ibunya telah wafat di tempat,” ujar Izul.
“Jadi akad nikahnya dilakukan oleh pencatat, tapi ibu penggantinya diurus oleh pihak keluarga untuk dimandikan dan didoakan. Jadi acaranya ditunggu mencapai pengantin dan keluarga pengantin selesai. Kami pada kenyataannya agak risih mengunggahnya di media sosial, tapi klien mengizinkan sejumlah besar orang untuk ikut mendoakannya,” terangnya.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bagi para ibu yang ingin berbagi tentang parenting dan dapatkan sejumlah besar hadiah, yuk gabung di komunitas HaiBunda Squad. Daftar dengan klik DI SINI. Tanpa biaya!
(nomor/harga)
[ad_2]
Sumber: haibunda








