Wabup Asep Ismail Tegaskan Peran Strategis Pesantren dalam Mitigasi Sesar Lembang

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat (PC GP Ansor KBB) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat menggelar Lokakarya Santri Siaga Bencana pada Senin, 20 Oktober 2025. Foto: Abdul Kholilulloh

i

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat (PC GP Ansor KBB) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat menggelar Lokakarya Santri Siaga Bencana pada Senin, 20 Oktober 2025. Foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat (PC GP Ansor KBB) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat menggelar Lokakarya Santri Siaga Bencana pada Senin, 20 Oktober 2025.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan santri terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi di lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar.

Acara berlangsung di Aula Pesantren Ar-Risalah Bandung Barat dan diikuti perwakilan santri, pengurus pesantren, serta kader Ansor dan Banser dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pesantren menjadi pusat edukasi kebencanaan.

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat (PC GP Ansor KBB) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat menggelar Lokakarya Santri Siaga Bencana pada Senin, 20 Oktober 2025. Foto: Abdul Kholilulloh
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat (PC GP Ansor KBB) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat menggelar Lokakarya Santri Siaga Bencana pada Senin, 20 Oktober 2025. Foto: Abdul Kholilulloh

“Kegiatan ini diselenggarakan untuk mensosialisasikan mitigasi bencana dengan pendekatan bahasa agama. Santri dan ulama dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat terkait isu Sesar Lembang yang terus berkembang,” ujarnya.

Asep Ismail mengungkapkan, di Kabupaten Bandung Barat terdapat 1.300 hingga 1.500 pondok pesantren, dan sekitar 600 di antaranya telah tervalidasi.

Baca Juga:  Polsek Cikarang Barat Hadiri Launching dan Monitoring Waterpark H. Malik

“Ke depan, seluruh pesantren harus memiliki legalitas dan sarana yang setara dengan lembaga pendidikan lain. Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama juga akan membentuk Dirjen Pondok Pesantren sebagai bentuk perlindungan hukum bagi santri,” tambahnya.

Wabup menegaskan komitmen Pemkab Bandung Barat untuk meningkatkan infrastruktur pesantren agar lebih aman, nyaman dan sesuai standar kebencanaan.

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat (PC GP Ansor KBB) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat menggelar Lokakarya Santri Siaga Bencana pada Senin, 20 Oktober 2025. Foto: Abdul Kholilulloh
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat (PC GP Ansor KBB) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat menggelar Lokakarya Santri Siaga Bencana pada Senin, 20 Oktober 2025. Foto: Abdul Kholilulloh

Sementara itu, Kepala BPBD Bandung Barat, H. Asep Sehabudin, menilai pesantren merupakan komunitas besar yang perlu mendapatkan prioritas edukasi kebencanaan.

“Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 menegaskan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama: pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Pesantren adalah komunitas terbesar di Bandung Barat, sehingga harus diberdayakan,” jelasnya.

Menurutnya, Sesar Lembang bukan mitos, melainkan ancaman nyata berdasarkan kajian ilmiah. Namun, masyarakat tetap harus melihat bencana sebagai siklus alam yang perlu dihadapi dengan kesiapsiagaan.

“Kita mengajak pimpinan pondok pesantren untuk membekali para santri dengan pengetahuan kebencanaan. Pesantren harus menjadi lingkungan yang tangguh bencana dan mampu melakukan penanganan secara mandiri,” tegasnya.

Baca Juga:  Resmi dibentuk, ini struktur Tim Kampanye Nasional Prabowo- Gibran

BPBD juga mencatat, dari 165 desa di Bandung Barat, sebagian besar masuk kategori rawan bencana. Karena itu, pihaknya menggandeng kader Ansor dan relawan desa untuk mempercepat edukasi dan penyebaran informasi kebencanaan.

Dalam lokakarya ini, para peserta dibekali materi, pengenalan risiko bencana (Sesar Lembang, longsor, banjir), teknik mitigasi dan evakuasi. Pembentukan relawan kebencanaan berbasis pesantren dan penguatan koordinasi dengan BPBD dan pemerintah desa.

“Harapannya, setiap pesantren dapat menjadi pusat informasi, edukasi, dan koordinasi ketika terjadi bencana di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

PC GP Ansor KBB bersama BPBD Bandung Barat sepakat untuk melanjutkan program ini secara berkelanjutan di seluruh pesantren. Kolaborasi santri, ulama, pemerintah, dan pemuda dinilai menjadi kunci membangun Kabupaten Bandung Barat yang aman, siap, dan tangguh bencana.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Respons Cepat Wabup Asep Ismail Soal Bocah 11 Tahun Diduga Makan Rumput di Bandung Barat
Kisah Bocah Makan Rumput di Bandung Barat Berbuah Harapan, Pengusaha Muda Hendrik Buka Jalan Hidup Baru
Momen Wabup Asep Ismail Naik Motor di Tengah Aksi Buruh KBB, Soroti Tuntutan Kesejahteraan Pekerja
Wabup Bandung Barat Asep Ismail Sampaikan Pesan Mendagri di Hari Otda 2026, Soroti Kinerja Daerah
Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah
Pemprov Jabar Salurkan Kompensasi Tahap Kedua untuk Warga Terdampak Normalisasi Situ Ciburuy
Desakan Warga Menguat, Satpol PP KBB Usulkan Putus Listrik Tower PT Protelindo Padalarang
Kecelakaan Truk vs Motor di Padalarang Berujung Maut, Polisi Turun Tangan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 07:32 WIB

Respons Cepat Wabup Asep Ismail Soal Bocah 11 Tahun Diduga Makan Rumput di Bandung Barat

Selasa, 28 April 2026 - 02:57 WIB

Kisah Bocah Makan Rumput di Bandung Barat Berbuah Harapan, Pengusaha Muda Hendrik Buka Jalan Hidup Baru

Senin, 27 April 2026 - 12:15 WIB

Momen Wabup Asep Ismail Naik Motor di Tengah Aksi Buruh KBB, Soroti Tuntutan Kesejahteraan Pekerja

Senin, 27 April 2026 - 11:44 WIB

Wabup Bandung Barat Asep Ismail Sampaikan Pesan Mendagri di Hari Otda 2026, Soroti Kinerja Daerah

Jumat, 24 April 2026 - 23:10 WIB

Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah

Berita Terbaru