Warga Resah, Toko Obat Keras Berkedok Kosmetik dan Counter Pulsa Marak di Tarumajaya Bekasi

- Penulis

Jumat, 30 Mei 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id– Warga Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kian resah dengan maraknya diduga peredaran obat keras seperti Tramadol, Hexymer, dan Double X yang dijual bebas tanpa resep dokter.

Obat-obatan yang tergolong dalam golongan HCL tersebut kini dengan mudah diperoleh di toko-toko yang berkedok toko kosmetik dan counter pulsa.

Berdasarkan pantauan awak media, dua lokasi yang menjadi sorotan berada di Jl. KH A. Junaidi, Desa Setia Asih dan Jl. Tarumajaya, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi, di lokasi tersebut, transaksi jual beli obat keras dilakukan secara terbuka tanpa pengawasan ketat dari pihak berwenang.

Warga Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi resah dengan adanya toko berkedok counter pulsa dan kosmetik diduga jual obat keras (foto: tim Sekitarkita.id)
Warga Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi resah dengan adanya toko berkedok counter pulsa dan kosmetik diduga jual obat keras (foto: tim Sekitarkita.id)

Diketahui, tramadol sendiri merupakan obat yang bekerja pada sistem saraf pusat. Penggunaan berlebihan tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan efek samping serius, seperti kejang dan kerusakan saraf.

Oleh karena itu, obat ini seharusnya hanya bisa dikonsumsi dengan resep dan pengawasan dokter.

Warga setempat mengaku cemas dengan mudahnya akses terhadap obat-obatan tersebut. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya.

Baca Juga:  Prabowo: Kecerdasan Penting, Tapi Apa yang di Hati Lebih Penting
Related Posts

“Saya resah hampir setiap hari melihat anak-anak muda bisa dengan mudah mendapatkan pil koplo. Saya khawatir karena saya punya anak laki-laki yang masih sekolah,” ujarnya saat ditemui dilokasi, Jumat 30 Mei 2025.

Obat keras jenis tramadol dan eximer (foto: istimewa)
Obat keras jenis tramadol dan eximer (foto: istimewa)

Fenomena ini dinilai mencerminkan minimnya pengawasan dari aparat penegak hukum (APH) dan juga lemahnya tindakan dari instansi terkait. Diduga, peredaran obat keras tanpa izin ini telah berjalan secara terorganisir dan sistematis.

Ketua Karang Taruna Desa Setia Asih, Kais Maulidi, juga angkat bicara mengenai keresahan warga. Ia menyebut peredaran obat keras ini berkaitan erat dengan meningkatnya tindak kriminal di wilayah tersebut.

“Di wilayah kami sering terjadi penjambretan bahkan tindak pidana pembunuhan. Ini jelas berkaitan dengan penyalahgunaan obat keras,” tegas Maulidi.

Baca Juga:  Buntut Kericuhan Pada Laga Derbi Jatim Arema FC Vs Persebaya, Presiden Jokowi sentil PSSI dan Pimpinan Lembaga

Ia meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Bekasi dan pihak kepolisian, khususnya Polsek Tarumajaya dan Polres Metro Bekasi, untuk segera bertindak tegas.

“Kami berharap BPOM dan kepolisian segera melakukan penggeledahan terhadap toko-toko berkedok kosmetik dan counter pulsa yang menjual obat keras ilegal. Ini sudah sangat meresahkan warga,” pungkasnya.

Perlu adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk mengatasi peredaran obat-obatan berbahaya di tengah lingkungan masyarakat.

Selain itu, edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan obat keras juga menjadi langkah penting dalam pencegahan jangka panjang.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI
Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin
Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Kompak, Dua Politisi Golkar Salurkan Ratusan Ribu Benih Ikan di Bandung Barat Jelang HUT RI ke-81
Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin

Berita Terbaru

Bandung Barat

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB