Warung Mbah Kebo di Pinggir Jurang, Rasa Tradisional yang Menggugah Kenangan Kampung

- Penulis

Minggu, 16 November 2025 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJava– Dalam perjalanan keelokan alam Kulon Progo yang masih asri, terdapat sebuah warung ikonik yang seakan memanggil setiap pengunjungnya untuk kembali ke masa lalu —Warung Mbah Kebo.

Bangkit di tepi jurang Desa Donomulyo, Nanggulan, warung ini tidak hanya menyediakan masakan tradisional, namun juga menciptakan suasana dapur kuno yang penuh kehangatan dan aroma kayu bakar.

Menurut tayangan dari kanal YouTube Kendria Cahaya Gantari, Warung Mbah Kebo merupakan tempat makan yang menawarkan pengalaman kuliner khas dengan tetap mempertahankan metode memasak tradisional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semua hidangan di sini disajikan dengan cara memasak yang memakaitungku kayu bakar, mulai dari ayam goreng kampung, sayur lodeh tolo, sampai nasi kukus yang aromanya menggugah selera.

Aroma asap yang muncul dari dapur tanah liat memperkuat kesan asli, seolah-olah kita sedang sarapan di rumah kakek di desa tempat tinggal kita.

Kehangatan Dapur yang Mengingatkan Masa Lalu

Saat memasuki ruang dapur, pengunjung disambut dengan pemandangan yang sederhana tetapi menenangkan: panci besar dari logam (dandang) mengeluarkan uap di atas tungku, asap keluar perlahan, dan Mbah Kebo beserta asistennya memasak dengan sabar tanpa memakai alat fashionable.

Baca Juga:  LG menuntut kompensasi atas pembatalan pesanan panel layar microLED Apple Watch

Ayam kampung diolah secara guide, diasinkan, kemudian digoreng sampai berwarna cokelat keemasan dengan aroma yang gurih dan manis. Sambalnya juga dibuat dengan cara diulek, bukan dihaluskan memakai blender, sesuai dengan resep turun-temurun.

“Andai dihaluskan, sepertinya berbeda, tidak sepedas itu,” ujar Mbah Kebo dalam video, menegaskan filsafat kesabaran dalam setiap proses memasak.

Segala bahan diambil dari sekitar desa — cabai, tempe benguk, kacang tolo, sampai pisang tanduk yang digunakan untuk gorengan yang dijual dengan harga seribu rupiah in step with buah.

Masakan Pedas Nikmat yang Menggugah Selera

Makanan andalan di kedai ini adalahayam kampung goreng pedas dan sayur toloyang disajikan bersama tahu dan tempe serta sambal bawang yang menggugah selera.

Setiap tegak makanan membawa rasa yang kuat dan tulus — pedasnya menggugah, gurihnya alami, serta manisnya tidak berlebihan.

Harga makanan terbilang murah: satu porsi lengkap yang dilengkapi dengan lauk dan minuman dijual sekitarRp30.000, sedangkan hidangan sederhana seperti nasi sayur bisa dinikmati dengan harga mulai dari Rp12.000 saja.

Baca Juga:  Pelaku Teror Mahasiswa di Jember Ditemukan, BeAT dan Scoopy Kembali dengan Kondisi Berbeda

Proses memasak ayam di sini memerlukan sekitar satu jam. Setelah direbus dan diasinkan, ayam digoreng sampai kulitnya renyah namun dagingnya tetap lembut.

Tidak heran bila dengan jumlah besar pelanggan bersedia melakukan bolak-balik jauh dari luar ruangan kota, termasuk dari Ngawi dan Purworejo, hanya untuk mengalami rasa asli yang jarang ditemukan di masa kini.

Dengan jumlah besar Pengunjung Meski demikian Lokasi Sulit Diakses

Meski demikian berada di tepi jurang dan jauh dari pusat kota, Warung Mbah Kebo selalu ramai dikunjungi. Setiap pagi, warga sekitar datang untuk sarapan, diikuti oleh para wisatawan yang sengaja mampir menjelang siang.

Lokasinya memang sederhana, tetapi pemandangan alam yang menenangkan dan kehangatan dari pemilik tempat membuat siapa pun merasa nyaman berlama-lama.

Bagi penggemar masakan khas, tempat ini bukan hanya sebuah kedai makanan, namun jugabolak-balik rasa dan nostalgia.

Setiap aspek — mulai dari tungku kayu bakar, sambal ulekan, sampai tempe benguk yang digoreng — merupakan warisan yang dijaga dengan penuh perhatian oleh Mbah Kebo dan anggota keluarga.

Baca Juga:  Beam Professional yang ditenagai Android dari Xreal hadir secara world, harganya hanya $200

Alamat dan Informasi

–          Warung Mbah Kebo, Jl. Pengasih, Dukuh Donomulyo, Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (Kode Plus: 55GM+X92)

–          Buka mulai pagi sampai sekitar pukul 15.00

–          Harga berawal dari Rp12.000 sampai Rp30.000

–          Seluruh makanan dimasak memakai tungku yang biasa digunakan secara tradisional.

Dalam perjalanan berkembangnya restoran kekinian, Warung Mbah Kebo hadir sebagai tempat yang membangkitkan kenangan lama.

Rasa yang pedas, gurih, dan aroma kayu bakar menyatu dengan sempurna, membuat siapa saja yang datang selalu ingin kembali. Sebuah bukti bahwarasa autentik tidak hanya berasal dari bahan, namun juga dari ketulusan dan warisan tangan yang memasak.



Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Bandung Barat

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:46 WIB