Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

i

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

SEKITARKITA.id – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga disabilitas. Atlet asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jaenal Aripin, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia.

Jaenal sukses menyabet juara pertama pada nomor Estafet Universal Relay 4×100 meter bersama tim nasional Indonesia. Prestasi tersebut menjadi kado istimewa dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 KBB.

Tak hanya meraih emas, Jaenal sebelumnya juga sukses mempersembahkan medali perak dan medali perunggu usai finis di posisi kedua dan ketiga pada nomor lari 100 meter dan 400 meter putra kelas T54.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jaenal Aripin, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB)
Atlet asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jaenal Aripin, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB)

Capaian gemilang tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bandung Barat sekaligus membuktikan kualitas atlet paralimpik Indonesia di level internasional.

Sebelum berlaga di Grand Prix Para Athletics 2026 Tunisia, Tim Nasional Atletik Paralimpik Indonesia mendapat sambutan hangat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunis.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, bersama jajaran diplomat dan staf KBRI Tunis menyambut kedatangan para atlet di Bandara Internasional Carthage, Tunis, pada Sabtu (13/6/2026) lalu.

Baca Juga:  Gegara Ngantuk, Mini Bus Nabrak Motor dan Menghantam Rumah di Bandung Barat

Penyambutan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah Indonesia terhadap perjuangan para atlet yang membawa nama bangsa di panggung dunia.

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, saat penyerahan simbolis membawa pulang medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).
Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, saat penyerahan simbolis membawa pulang medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Jaenal mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya bersama tim nasional Indonesia.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan merasa senang bisa mendapatkan hasil terbaik di nomor Estafet Universal Relay 4×100 meter bersama tim. Semoga hasil ini menjadi bekal untuk menghadapi ASIAN Para Games 2026 di Jepang,” ujar Jaenal saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (21/6/2026).

Menurutnya, tantangan terbesar selama bertanding di Tunisia adalah faktor angin yang cukup kencang, terutama pada sore hari.

“Kondisi cuaca tidak terlalu berpengaruh karena kami dan tim mampu beradaptasi. Namun, tantangan terbesar adalah angin yang cukup besar. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk tetap memberikan performa terbaik,” katanya.

Jaenal menilai keberhasilan meraih medali emas perak dan perunggu di Tunisia menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet paralimpik.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menyerahkan medali emas kepada atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menyerahkan medali emas kepada atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik bagi negara, daerah, dan keluarga yang selalu mendukung saya selama proses latihan hingga pertandingan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Viral, pria di Bandung gantung diri di Flyover Cimindi, petugas temukan surat wasiat

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para atlet disabilitas, khususnya di Kabupaten Bandung Barat.

“Proses untuk meraih prestasi tidak mudah. Namun, jika dijalani dengan konsisten, disiplin, tekun, dan selalu berdoa, insyaallah akan ada jalan untuk meraih kesuksesan,” tuturnya.

Terkait keberhasilan tim estafet Indonesia, Jaenal menyebut kekompakan dan chemistry antaratlet menjadi faktor utama.

“Kami sudah memiliki komposisi tim yang ideal. Dalam latihan, kami sudah saling memahami karakter masing-masing sehingga chemistry yang terbangun sangat baik,” jelasnya.

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).
Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Jaenal juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, pelatih, pemerintah, dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang telah memberikan dukungan penuh selama ini.

“Orang tua, istri, anak-anak, pelatih, pemerintah, dan NPCI memiliki peran besar dalam perjalanan karier saya. Dukungan pemerintah sangat penting karena berkaitan dengan fasilitas latihan, sarana prasarana, dan kebutuhan atlet lainnya,” katanya.

Menjelang pelaksanaan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat, Jaenal berharap perhatian pemerintah daerah terhadap atlet disabilitas semakin meningkat.

“Saya berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk atlet disabilitas bisa lebih maksimal, terutama menjelang Peparda Jawa Barat. Dukungan pemerintah akan menjadi semangat bagi kami untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  Sempat Tegang, Oknum Preman Palak Sopir Truk Sampah di TPAS Burangkeng Bekasi

Di akhir pernyataannya, Jaenal berpesan kepada para penyandang disabilitas agar tidak takut mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.

“Jangan pernah takut untuk bergerak dan menyalurkan bakat. Setiap orang memiliki potensi untuk berprestasi. Tetap optimistis, disiplin, dan jangan pernah menyerah. Selama masih bisa bergerak, teruslah melangkah untuk meraih cita-cita,” pesannya.

Prestasi Jaenal Aripin di Grand Prix Para Athletics 2026 Tunisia menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

Keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi lahirnya lebih banyak atlet disabilitas berprestasi dari Kabupaten Bandung Barat dan Indonesia.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru