Yellen mengatakan rencana pinjaman Ukraina mendapat dukungan, diperlukan lebih banyak pekerjaan Oleh Reuters

- Penulis

Minggu, 26 Mei 2024 - 04:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Oleh David Lawder

STRESA, Italia (Reuters) – Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada hari Sabtu bahwa pinjaman untuk Ukraina yang didukung oleh pendapatan dari aset negara Rusia yang dibekukan adalah pilihan utama yang harus dipertimbangkan oleh para pemimpin G7 pada bulan Juni, namun ia menambahkan bahwa ia tidak ingin melakukan hal tersebut. “ambil apa pun sebagai kemungkinan di masa depan.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yellen mengatakan kepada wartawan di akhir pertemuan keuangan G7 di Italia utara bahwa rencana tersebut mendapat dukungan luas namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mewujudkannya. Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara juga perlu mendukung hal tersebut, katanya.

Para menteri keuangan dan gubernur financial institution sentral G7 sepakat untuk menjajaki cara menggunakan pendapatan masa depan dari sekitar $300 miliar aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina, menurut rancangan pernyataan yang diperkirakan akan dikeluarkan pada hari Sabtu. Aset tersebut, yang sebagian besar disimpan di Eropa, tidak dapat dipindahkan pada Februari 2022.

Baca Juga:  Mengapa Banyak Pernikahan yang Gagal? | Brad Browning

Yellen mengatakan pinjaman berdasarkan pendapatan dapat memberikan Kiev sebanyak $50 miliar di muka, menunjukkan kepada Rusia bahwa jika digabungkan dengan pendanaan Uni Eropa dan AS, Ukraina memiliki sumber daya yang cukup untuk mempertahankan diri.

“Hal ini perlu disempurnakan di dalam UE sehingga dapat menjadi proposal yang didukung UE, dan hal tersebut didukung oleh banyak negara,” kata Yellen tentang rencana pinjaman tersebut. “Ini bukan sesuatu yang pasti, jadi saya tidak mengatakan ini adalah kesepakatan yang sudah selesai.”

Para pemimpin keuangan G7 akan melakukan banyak upaya dalam rencana tersebut selama beberapa minggu ke depan agar rencana tersebut “cukup matang” untuk dipertimbangkan oleh para pemimpin G7 pada pertemuan puncak di wilayah Puglia selatan Italia pada bulan Juni, katanya.

KEKHAWATIRAN CINA

Yellen juga mengatakan para menteri keuangan G7 menyuarakan “keprihatinan luas” mengenai besarnya subsidi Tiongkok untuk manufaktur maju dan potensi kerugian terhadap perekonomian mereka sendiri. Mereka sepakat untuk memantau situasi dengan cermat dan mencatat bahwa mungkin tepat bagi negara-negara untuk mengambil langkah-langkah perdagangan untuk melawan kebijakan industri Tiongkok.

Baca Juga:  Saham Asia menguat, menerima penurunan peringkat China Fitch dengan tenang Oleh Reuters

Tiongkok juga mungkin akan melakukan pembalasan terhadap AS atas tarif baru terhadap kendaraan listrik Tiongkok, produk tenaga surya, semikonduktor, dan produk-produk utama lainnya, namun Yellen mencatat bahwa tindakan yang menargetkan impor Tiongkok senilai $18 miliar bukanlah tindakan yang luas.

© Reuters.  FOTO FILE: Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengadakan konferensi pers menjelang Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G7 di Stresa, Italia, 23 Mei 2024. REUTERS/Massimo Pinca/File Foto

AS mengimpor barang senilai $427 miliar dari Tiongkok tahun lalu dan mengekspor senilai $148 miliar ke Tiongkok.

“Kami telah mencoba menjadikan ini lebih tepat sasaran,” kata Yellen. “Saya berharap Tiongkok akan bijaksana dalam memilih apa yang harus mereka lakukan.”



[ad_2]

2024-05-26 04:29:22

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru