Saham berjangka AS naik setelah kerugian mingguan; Ketegangan Iran-Israel dan pendapatan menjadi fokus Oleh Making an investment.com

- Penulis

Senin, 15 April 2024 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Making an investment.com– Indeks saham berjangka AS naik pada transaksi malam hari Minggu, pulih sedikit dari penurunan tajam minggu lalu karena kekhawatiran konflik Iran-Israel memukul sentimen risiko, sementara musim laporan laba kuartal pertama dimulai dengan catatan buruk.

Tanda-tanda inflasi AS yang kaku juga menyebabkan sebagian besar investor mengabaikan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada paruh pertama tahun 2024, sehingga memberikan prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

naik 0,3% menjadi 5,183.50 poin, sementara naik 0,3% menjadi 18,240.25 poin pada 19:57 ET (23:57 GMT). naik 0,2% menjadi 38.329,0 poin.

Konflik Iran-Israel menjadi fokus

Kekhawatiran atas konflik yang lebih luas di Timur Tengah menjadi yang utama setelah Iran melancarkan serangan massal drone dan rudal ke Israel pada akhir pekan.

Meskipun serangan tersebut dilaporkan hanya menyebabkan kerusakan minimum, namun hal ini meningkatkan kemungkinan pembalasan oleh Israel. Namun para menteri Israel dilaporkan memberi isyarat bahwa pembalasan tidak akan segera terjadi.

Baca Juga:  Risiko Q2 terbesar untuk S&P 500? Fed perlu (tidak hanya ingin) menurunkan suku bunga Oleh Making an investment.com

Iran juga menyatakan bahwa operasinya telah selesai dan tidak ada rencana tindakan lebih lanjut terhadap Israel. Serangan akhir pekan ini merupakan pembalasan atas dugaan serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus.

Wall Side road mengalami penurunan mingguan di tengah memudarnya harapan penurunan suku bunga

Indeks Wall Side road dilanda badai faktor negatif selama seminggu terakhir, yang juga memicu aksi ambil untung dalam jumlah besar.

Turun 1,5% menjadi 5.123,41 poin pada hari Jumat, sedangkan turun 1,6% menjadi 16.175,09 poin. Selesai turun 1,2% pada 37.983,24 poin.

Ketiga indeks kehilangan antara 0,6% dan 2,5% pada minggu lalu.

Menurunnya optimisme atas penurunan suku bunga AS lebih awal merupakan beban terbesar di pasar saham, karena banyaknya information inflasi membuat investor secara tajam mengurangi taruhan terhadap penurunan suku bunga di bulan Juni.

Lemahnya pendapatan dari beberapa financial institution besar di Wall Side road juga membebani, memberikan dampak buruk pada musim laporan laba kuartal pertama.

Pendapatan Goldman Sachs, Johnson & Johnson siap

Musim laporan laba diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang. Grup Goldman Sachs Inc (NYSE 🙂 akan melaporkan hasil kuartal pertamanya pada hari Senin, sebagaimana yang akan terjadi Charles Schwab Perusahaan (NYSE :).

Baca Juga:  Saham Shopify turun 19% di tengah prospek pendapatan Q2 yang lemah Oleh Making an investment.com

Johnson & Johnson (NYSE :), UnitedHealth Team Included (NYSE :), Financial institution of The united states Corp (NYSE 🙂 dan Morgan Stanley (NYSE 🙂 akan melaporkan pendapatan kuartal pertama mereka pada hari Selasa.

Fokusnya akan tertuju pada dampak inflasi yang tinggi dan apakah Wall Side road dapat membenarkan penurunan valuasi sepanjang kuartal pertama.



[ad_2]

2024-04-15 07:56:27

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru