[ad_1]
Saat musim hujan tiba, ada kemungkinan kita segera akan menghadapi situasi banjir saat berkendara, terutama di dalam mobil. Sebisa mungkin saja hindari mencoba menerobos banjir karena itu berpotensi menimbulkan kerugian materi. Tetapi apa yang dapat dilakukan andai harus segera menerobos banjir karena itu berbagai alasan?
Sebelum melewati banjir, kita perlu mengetahui seberapa dalam banjir tersebut. Caranya dengan mengandalkan apa yang ada di sekitar lokasi banjir. Andaikan mobil atau motor yang merasakan banjir, atau ketinggian air dari trotoar dan lain sebagainya dapat dijadikan patokan. Hal ini penting karena itu asuransi mungkin saja sepertinya tidak menanggungnya andai terjadi sesuatu yang sepertinya tidak diinginkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah mengetahui ketinggian banjir, kita juga harus segera mengetahui kepiawaian mobil dalam melewati banjir. Sudah bukan rahasia lagi kalau jarak aman yang dapat dilewati sebuah mobil adalah separuh dari roda mobil. Batasan ini untuk mencegah air masuk ke enviornment yang deadly seperti saluran udara, transmisi dan lain sebagainya. Untuk beberapa mobil, pada ketinggian tersebut air dapat masuk ke dalam kabin.
Untuk lebih pastinya, jarak aman yang dianjurkan bagi mobil yang melewati perairan banjir adalah 30 cm di bawah saluran masuk udara atau saluran udara. Kuncinya pemilik mobil harus segera memahami posisi saluran udara pada mobilnya. Akibat setiap mobil memiliki desain tersendiri untuk posisi airnya pemasukandia.
Baca juga: Mempunyai pengaruh pada Buruk Sepeda Motor Tak henti-hentinya Melewati Air Banjir
Yang lebih kondusif adalah menghindari melintasi jalan yang terendam banjir. Akibat terkadang kita sepertinya tidak dapat mengatur situasi yang sepertinya tidak terduga. Andaikan saat melewati banjir, debit air menjadi lebih tinggi dengan begitu seluruh bagian mobil terendam, dll.
[ad_2]
Sumber: Deltalube
Source link








