[ad_1]
Xiaomi pernah menjadi perusahaan pertama yang mengorbitkan telepon pintar dengan pengisian daya kabel lebih dari 200 W, namun sekarang mengalihkan perhatiannya untuk membangun baterai yang lebih besar sekali alih-alih mengejar keuntungan yang semakin berkurang dari kecepatan pengisian daya yang semakin cepat.
Pabrikan asal Tiongkok itu tengah mengembangkan teknologi yang akan menempatkan baterai 7.000 mAh dengan pengisian daya 120 W atau baterai 7.500 mAh dengan pengisian daya 100 W di telepon pintar, demikian laporan Virtual Chat Station di saluran Weibo mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut semua kombinasi yang sedang dipertimbangkan dari pusat R&D di Taman Sains dan Teknologi Nanjing, Cina.
| Kapasitas | Kecepatan | Terisi penuh |
| 5.000 mAh baterai | 120W | 18 menit |
| 5.500 mAh baterai | 100W | 34 menit |
| 6.000 mAh baterai | 120W | 30 menit |
| 6.500 mAh baterai | 100W | 49 menit |
| 7.000 mAh baterai | 120W | 40 menit |
| 7.500 mAh baterai | 100W | 63 menit |
Xiaomi hanyalah satu dari sekian sejumlah besar perusahaan telepon pintar yang membuang kecepatan tinggi demi kapasitas baterai yang lebih baik. Honor, vivo, dan OnePlus (serta Oppo dan Realme) beralih ke sel silikon-karbon yang menawarkan kepadatan energi lebih tinggi, namun belum tentu pengisian tercepat yang pernah kita melihat.
Kita telah lihat vivo X Fold3 mempunyai baterai 5.500 mAh dengan pengisian daya 80W dalam bodi tipis 4,7 mm, sementara waktu OnePlus Ace 3 Pro mempunyai sel 6.100 mAh dengan pengisian daya 100W. Kita harus segera menunggu dan lihat perangkat mana yang akan dipilih Xiaomi untuk menjadi yang pertama dengan teknologi baterai baru ini.
Sumber (dalam bahasa Cina)
[ad_2]
Sumber: gsmarena







