KBB | SEKITARKITA.id – Pasca keluhan warga terkait tumpukan sampah yang menutup saluran drainase dan menimbulkan bau menyengat, jajaran Satgas Citarum Harum Sub 3 Sektor 4 bergerak cepat melakukan pembersihan aliran Sungai Cihaur di Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (20/8/2026).
Pembersihan tersebut dilakukan di kawasan Kampung Sukamaju RW 05, RW 06 dan RW 25 Sukamulya, Desa Padalarang, yang berada dalam pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.
Sebelumnya, kondisi tumpukan sampah di kawasan tersebut menjadi sorotan setelah warga mengeluhkan saluran drainase yang dipenuhi sampah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mengganggu pemandangan, sampah yang menumpuk menyebabkan bau tidak sedap, genangan air hingga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin parah apabila tidak segera ditangani, terutama saat debit air meningkat dan saluran drainase mengalami penyumbatan.
Komandan Sub (Dansub) 3 Sektor 4 Satgas Citarum Harum, Serka Kholid mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Padalarang, Babinsa, pengurus RT/RW serta warga untuk melakukan pembersihan secara gotong royong.
“Menindaklanjuti tumpukan sampah di aliran sungai bertempat di Kampung Sukamaju RW 05, RW 06 dan RW 25 Sukamulya Desa Padalarang KBB. Satgas Citarum Sub 3 Sektor 4 bertindak cepat melakukan koordinasi bersama pemerintahan Desa Padalarang, RW, dan RT beserta warga untuk melakukan pembersihan sungai secara bersama-sama,” kata Serka Kholid kepada sekitarkita.id, Kamis.
Ia menjelaskan, kegiatan diawali dengan apel pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Dalam apel tersebut, seluruh personel dan unsur masyarakat diberikan arahan terkait pelaksanaan pembersihan sungai sekaligus pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami pun menekankan pada apel untuk pembersihan sungai dan mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Pukul 08.45 WIB melaksanakan pembersihan sungai secara bersama-sama dan pembersihan selesai pukul 11.00 WIB siang,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak empat personel Satgas Citarum Harum dikerahkan. Mereka bekerja bersama perangkat Desa Padalarang, Babinsa Padalarang, jajaran RT/RW serta masyarakat sekitar untuk mengangkat sampah yang menyumbat aliran air.
Respons cepat Satgas Citarum Harum mendapat apresiasi dari warga sekitar. Salah seorang warga, Ipan Fadilah (53), menyampaikan terima kasih atas tindak lanjut terhadap keluhan masyarakat mengenai kondisi Sungai Cihaur.
“Terima kasih kepada jajaran Satgas Citarum dan Kepala Desa Padalarang, Karom, yang sudah merespons baik keluhan warga,” ujar Ipan.
Menurutnya, pembersihan perlu dilakukan segera untuk mencegah persoalan lingkungan yang lebih serius. Tumpukan sampah yang menyumbat saluran air dinilai berpotensi menimbulkan genangan dan bau tidak sedap.
“Sampah menumpuk menimbulkan bau tidak sedap dan nyamuk, kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan,” sambungnya.
Ipan juga menyoroti kebiasaan membuang sampah sembarangan yang diduga menjadi salah satu penyebab menumpuknya sampah di saluran drainase.
“Sampah liar ini biasanya dari warga luar yang melintas, buangnya ke saluran drainase. Semoga ke depannya masyarakat sadar menjaga lingkungan agar tetap sehat,” ujarnya.
Selain pembersihan, kata dia, persoalan sampah di Sungai Cihaur Padalarang dinilai membutuhkan langkah berkelanjutan. Pembersihan tidak akan menyelesaikan masalah apabila kebiasaan membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase masih terjadi.
Karena itu, kolaborasi antara Satgas Citarum Harum, pemerintah desa, pengurus lingkungan dan masyarakat perlu terus diperkuat. Edukasi mengenai larangan membuang sampah sembarangan juga menjadi bagian penting untuk mencegah tumpukan sampah kembali terjadi.
Langkah cepat Satgas Citarum Harum diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan Sungai Cihaur serta memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik.
“Persoalan bau menyengat, genangan air dan potensi berkembangnya nyamuk akibat tumpukan sampah dapat diminimalkan, sekaligus mendukung upaya menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Padalarang, Bandung Barat,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







