[ad_1]
Pandemi COVID-19 telah meninggalkan dampak yang cukup signifikan pada sektor ekonomi. Dengan jumlah besar bisnis yang terpaksa tutup akibat kerugian sepanjang pandemi, Mother.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak pandemi ini juga dialami oleh Ikhlas Syarief. Pria yang pernah sukses membangun bisnis sandang dan jasa ini harus segera berjuang keras untuk berdiri dari badai ekonomi yang merusak usahanya.
Iklas Syarief merantau dari kampung halamannya ke Jakarta untuk membangun usaha. Ia pernah mempunyai enam toko yang tersebar di mal-mal Tangerang dan 16 karyawan.
Sebelum pandemi, Ikhlas tidak hanya sukses dalam berbisnis. Ia juga rutin menabung dan berinvestasi.
Tetapi, akibat pandemi COVID-19, usahanya merasakan kemerosotan. Ia pun terpaksa kehilangan aset investasi, salah satunya emas.
Dalam perjalanan pandemi, Ikhlas berusaha bertahan. Tetapi, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Pemerintah berdampak serius pada bisnisnya.
Di satu sisi, Ikhlas harus segera membayar sewa tempat usahanya. Tetapi, sebab tak ada pemasukan, ia terpaksa menutup lima dari enam tokonya. Ia juga terpaksa menjual mobil dan rumahnya untuk membayar pesangon karyawannya.
Sementara Ikhlas masih mempunyai utang KPR yang belum lunas. Ia juga mempunyai utang dari pemasok produk fashion, Bu.
Sempat buka usaha lagi tapi gagal
Ikhlas tak mau menyerah setelah kehilangan sejumlah besar harta. Ia bahkan membuat keputusan untuk membuka usaha lain, yakni berjualan makanan rendang bakso.
Tetapi, usaha yang dibangunnya gagal. Ikhlas kesulitan menarik pelanggan.
Ikhlas pada akhirnya melakukannya perubahan merek ke bisnis mode di satu-satunya toko yang masih bangun. Ia menciptakan nama dan brand produk baru.
Satu-satunya sumber pendapatan Ikhlas berasal dari toko, Ibu. Tabungannya telah terkuras. Pendapatan dari toko adalah satu-satunya pendapatan untuk bertahan hidup dan membiayai pendidikan anaknya.
Jadi, bagaimana Ikhlas mencoba sembuh dari badai ekonomi?
TERUSKAN MEMBACA DI SINI.
(bebek/sebagai)
[ad_2]
Sumber: haibunda








