Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id- Kinerja pendapatan pajak daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada triwulan pertama 2026 menunjukkan tren yang menggembirakan. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi pemerintah daerah dalam mengejar target pendapatan sepanjang tahun.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KBB, Rini Sartika melalui Kepala Bidang Penetapan dan Pelayanan, Sandi Mitra, mengungkapkan bahwa realisasi pajak hingga 20 April 2026 telah mencapai Rp183,38 miliar atau sekitar 22,47 persen dari target tahunan sebesar Rp806,2 miliar.

“Untuk ukuran triwulan pertama, capaian ini tergolong baik. Bahkan sebagian besar sektor pajak sudah melampaui target awal yang ditetapkan,” ujarnya saat ditemui di kantor, Senin 20 April 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari total 10 jenis pajak daerah dan 2 jenis opsen yang menjadi sumber pendapatan, sebagian besar mencatatkan performa di atas ekspektasi.

Kepala Bidang Penetapan dan Pelayanan, Sandi Mitra (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Bidang Penetapan dan Pelayanan, Sandi Mitra (foto: Abdul Kholilulloh)

Pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, hingga air tanah rata-rata mencatatkan realisasi di kisaran 20 hingga 30 persen.

Angka tersebut melampaui target triwulan pertama yang umumnya dipatok sekitar 15 persen, mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi dan kepatuhan wajib pajak di berbagai sektor.

Baca Juga:  Bentrokan Pecah: Polisi Pukul Mundur Massa Demo DPR di Belakang GBK

Meski tren umum positif, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih menjadi satu-satunya sektor yang belum memenuhi target triwulan pertama. Hingga pertengahan April, realisasinya baru mencapai 14,69 persen.

Menurut Sandi, hal ini dipengaruhi oleh jadwal distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang baru dilakukan pada Maret, serta jatuh tempo pembayaran yang berada di bulan Juli.

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Biasanya lonjakan pembayaran PBB terjadi di pertengahan hingga akhir tahun. Jadi ini masih dalam pola yang wajar,” jelasnya.

Peningkatan pendapatan pajak tahun ini tidak lepas dari strategi intensifikasi yang dilakukan Bapenda KBB. Beberapa langkah yang diambil antara lain pendataan objek pajak baru, penagihan aktif, serta pemeriksaan terhadap wajib pajak yang menunggak.

Selain itu, kerja sama lintas instansi juga diperkuat, termasuk dengan Kejaksaan sebagai pengacara negara dan Direktorat Jenderal Pajak melalui KPP Pratama untuk pertukaran data.

“Dari pencocokan data, jika ditemukan ketidaksesuaian, akan langsung ditindaklanjuti dengan penerbitan surat ketetapan pajak daerah kurang bayar,” tegasnya.

Tak hanya pajak daerah, sektor opsen juga menunjukkan performa solid. Realisasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai 23,76 persen, sementara Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menyentuh 26,75 persen—keduanya melampaui target triwulan pertama.

Baca Juga:  Ekskavator Tenggelam Saat Normalisasi Situ Ciburuy, Warga Khawatir Dampak ke Rumah

Upaya penertiban wajib pajak juga dilakukan di sejumlah kawasan usaha dan destinasi wisata, termasuk wilayah Cikole. Salah satu langkah konkret adalah pemasangan stiker penanda kepatuhan pajak di tempat usaha.

Langkah ini terbukti efektif mendorong pelaku usaha untuk mulai memenuhi kewajibannya.

Namun, tidak semua potensi wisata berdampak langsung pada pendapatan KBB. Contohnya kawasan Gunung Tangkuban Perahu, di mana pendapatan tiket masuk tidak masuk ke kas daerah karena berada di wilayah administratif Kabupaten Subang.

“Meski begitu, sektor pendukung seperti restoran tetap menjadi objek pajak KBB,” tambahnya.

Dengan tren positif yang terus terjaga, Bapenda KBB optimistis target pendapatan pajak tahun 2026 sebesar Rp806 miliar dapat tercapai, bahkan berpotensi meningkat hingga Rp816 miliar.

“Ini menjadi awal yang kuat. Kami akan terus mengoptimalkan potensi dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” pungkas Sandi.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru