[ad_1]
Politik, SekitarKita.id – Dua Pasangan Calon (Paslon) Bupati/Wakil Bupati Cianjur, saling mengklaim kemenangan yaitu Paslon Nomor Urut 1 Herman Suherman-Muhammad Solih Ibang dengan Paslon Nomor Urut 2 Wahyu-Ramzi.
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur nomor urut 2 Muhammad Wahyu Ferdian-Ramzi Gey Thebe, telah melakukan deklarasi dan syukuran doa kemenangan di Pilkada 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pendukungnya antusias menyambut di Posko Pemenangan di Jalan Prof Moh Yamin, Kamis 28 November 2024.
Juru bicara tim Pemenangan Paslon 2, M Toha menyampaikan, deklarasi kemenangan paslon 2 dilakukan setelah adanya hasil genuine rely berdasarkan C1 salinan yang telah masuk ke KPU Cianjur.
“Berdasarkan salinan C1 yang telah masuk sebanyak 4.026 TPS atau 99,31% dari entire TPS 4.054 TPS dengan dapatkan hasil suara terbanyak 438. 866 suara,” tutur Toha
Hasil suara paslon 2 unggul 2,4 persen di atas paslon 1 dan jauh melampaui paslon 3.
“Kami unggul 25.444 suara dan kami memenangkan suara mayoritas di setiap kecamatan,” ungkapnya.
Sementara waktu, Calon Bupati Cianjur Muhammad Wahyu Ferdian mengucapkan terimakasih kepada masyarakat atas dukungan ke Paslon 2 di Pilkada 2024.
“Kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Cianjur telah memberikan dukungan, do’a dan partisipasinya dalam pesta demokrasi ini,” ungkapnya.
Wahyu menyebut, kemenangan Wahyu Ramzi adalah kemenangan bersama.
“Kemenangan ini, kemenangan bersama untuk membawa Cianjur Era Baru,” pungkasnya.
Sebelumnya Rabu, 27 November 2024 petang, Paslon Bupati nomor urut 1, Herman Suherman-Mohamad Solih Ibang, mengklaim sementara waktu information Go out Ballot dan Hitung Cepat memperlihatkan angka kemenangan sebesar 43 persen.
“Information Go out Ballot kita menang 43 persen, untuk saat ini untuk Fast Depend kita melihat dari lembaga indikator yang dipublikasikan di media juga unggul 43 persen,” kata Calon Bupati Herman Suherman kepada wasrtawan.
Tetapi Herman berpesan pada timnya untuk jangan lengah dan terus memantau perhitungan di TPS dan PPK nanti. ” Jangan hingga suara kita dicuri,” ungkapnya.
Beberapa laporan dari TPS memperlihatkan adanya kejanggalan terutama jumlah suara tidak sah yang terlalu sejumlah besar. Hal itu yang akan ditelusuri lebih lanjut.
[ad_2]
Source link








