Warga Ragukan Kesiapan E-Voting Pilkades 2027, DPMD KBB Pilih Irit Bicara

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Ragukan Kesiapan E-Voting Pilkades 2027, DPMD KBB Pilih Irit Bicara

SEKITARKITA.id – Rencana Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menerapkan sistem electronic voting (e-voting) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027 mulai menuai pertanyaan dari masyarakat.

Selain belum tersosialisasi secara luas, warga juga meragukan kesiapan penerapan sistem digital tersebut, terutama bagi pemilih lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi.

Sejumlah warga mengaku baru mengetahui adanya rencana Pilkades berbasis e-voting. Mereka mempertanyakan apakah pemerintah telah menghitung kesiapan infrastruktur, kualitas jaringan internet, keamanan sistem, hingga kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan perangkat elektronik saat memberikan hak pilih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang warga Bandung Barat, Dedi, menilai e-voting memang memiliki sisi positif karena berpotensi memangkas biaya penyelenggaraan Pilkades. Penggunaan sistem elektronik dinilai dapat mengurangi kebutuhan surat suara, logistik, hingga biaya operasional petugas di TPS.

Namun, menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh menjadi satu-satunya alasan penerapan e-voting apabila kesiapan masyarakat belum benar-benar matang.

Simulasi sistem electronic voting (e-voting) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027 (foto: ilustrasi/Instagram @kumparan.com)
Simulasi sistem electronic voting (e-voting) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027 (foto: ilustrasi/Instagram @kumparan.com)

“Kalau dari sisi anggaran memang lebih hemat. Tapi jangan hanya mengejar efisiensi. Yang harus dipikirkan itu masyarakat, terutama orang tua yang belum paham teknologi,” kata Dedi kepada SEKITARKITA.id, Senin 20 Juli 2026.

Baca Juga:  Pasca Dilantik Anggota DPRD Karawang, Saidah Anwar siap Lanjutkan Program Pembangunan

Ia menilai kelompok lansia berpotensi menjadi pihak yang paling terdampak apabila sistem diterapkan tanpa pendampingan yang memadai.

“Kalau orang tua dipaksa menggunakan sistem elektronik tanpa dibimbing, mereka bisa kebingungan. Akhirnya proses memilih justru lebih lama,” katanya.

Selain persoalan kemampuan penggunaan teknologi, Dedi juga menyoroti aspek keamanan sistem. Menurutnya, pemerintah harus mampu menjamin bahwa e-voting benar-benar transparan dan tidak membuka celah manipulasi hasil pemungutan suara.

“Yang paling penting masyarakat percaya terhadap hasilnya. Jangan sampai nanti muncul anggapan sistem bisa diutak-atik atau dimanipulasi karena semuanya berbasis elektronik,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Denis, pemilih muda yang menilai sistem e-voting relatif mudah digunakan oleh generasi muda. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak berlaku bagi seluruh pemilih.

“Kalau anak muda mungkin tidak masalah. Tapi orang tua pasti ada yang kesulitan, mulai dari proses login sampai memahami cara menggunakan sistem,” katanya.

Menurut Denis, pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada digitalisasi, tetapi juga menyiapkan skema pelayanan bagi pemilih yang belum menguasai teknologi.

Baca Juga:  Meriah, Tari Sanggar Karawang sukses gelar Hari Tari Sedunia di Wonderland

“Kalau memang tetap memakai e-voting, harus ada petugas yang mendampingi di TPS. Jangan sampai hak pilih masyarakat terganggu hanya karena mereka tidak mengerti teknologi,” ujarnya.

Minimnya informasi yang diterima masyarakat mengenai mekanisme e-voting juga menjadi sorotan. Warga berharap pemerintah tidak terburu-buru menerapkan sistem baru tanpa sosialisasi yang masif, simulasi kepada masyarakat, serta jaminan keamanan dan transparansi sistem.

Bagi warga, keberhasilan Pilkades bukan hanya diukur dari modernisasi teknologi atau efisiensi anggaran, melainkan dari terjaminnya hak setiap pemilih untuk memberikan suara secara mudah, aman, dan tanpa diskriminasi, termasuk bagi para lansia dan masyarakat yang belum melek digital.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB, Dudi Supriadi saat dilontarkan pertanyaan memilih irit bicara.

“Lagi persiapan, nanti saja masih lama 2027,” kata Dudi, saat ditemui usai pembongkaran bangli di Desa Tagog Apu, Kecamatan Padalarang KBB, Selasa 21 Juli 2026.

Terkait sosialisasi E-Voting Pilkades 2027 mendatang, ia menyebut menunggu arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Baca Juga:  Tanpa Sentuh Anggaran Pemerintah, Warga Padalarang Swadaya Sulap Pemukiman Jadi Lorong Merah Putih dan Mural 

“Nanti, belum ada arahan,” singkat Dudi menandaskan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 
Chaos! Habib Bahar Pimpin Demo Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran
Diwarnai Pembakaran dan Lemparan Petasan, Demo Ormas Islam Tolak Konser Andrea Bocelli Memanas
Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta
Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah
Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak
Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:01 WIB

Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 

Rabu, 4 November 2026 - 07:49 WIB

Chaos! Habib Bahar Pimpin Demo Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran

Rabu, 4 November 2026 - 00:07 WIB

Diwarnai Pembakaran dan Lemparan Petasan, Demo Ormas Islam Tolak Konser Andrea Bocelli Memanas

Selasa, 3 November 2026 - 21:39 WIB

Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Senin, 2 November 2026 - 09:37 WIB

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta

Berita Terbaru