Harga Emas Terkoreksi Pasca Pengangkatan Scott Bessent

- Penulis

Senin, 2 Desember 2024 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Harga emas (XAU/USD) merasakan minim pemulihan setelah penurunan yang terjadi pada perdagangan Senin, 25 November 2024, dengan berada di kisaran $2.680. Sentimen pasar memperlihatkan adanya peredaan setelah pengangkatan Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan Amerika Serikat, menggantikan Janet Yellen. Analis Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, mengindikasikan bahwa tren bullish emas sedang melemah, dengan potensi harga emas turun lebih lanjut mencapai hingga $2.608. Tetapi, andai harga berhasil rebound, goal kenaikan emas berikutnya berada di sekitar $2.664.

Penurunan harga emas lebih dari $30 pada Senin dan sempat menyentuh degree terendah $2.611 pada Selasa, 26 November, sebagian besar dipicu oleh reaksi pasar terhadap pengangkatan Bessent. Kebijakan fiskal moderat yang diprediksi akan diterapkan oleh Bessent mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi dan ketidakpastian perdagangan, faktor-faktor yang sebelumnya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset aman. Selain itu, rumor mengenai kemajuan pembicaraan damai antara Israel dan Hizbullah, yang dimediasi oleh Amerika Serikat, turut memberi dampak negatif terhadap harga emas.

Baca Juga: Hasil Fast Depend Indikator Pilkada Cianjur, Herman-Ibang dan Wahyu-Ramzi Beda Tipis

Bessent, seorang pengusaha hedge fund yang dikenal dengan pendekatan hati-hati dalam kebijakan fiskal, diprediksi akan membawa kebijakan yang lebih moderat. Pasar berharap kebijakan ini akan menyeimbangkan proteksionisme Presiden Trump, termasuk tarif tinggi dan pemotongan pajak, yang bisa menekan inflasi dan mengurangi pengeluaran pemerintah. Hal ini berpotensi mengurangi daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi.

Menurut Andy Nugraha, fluktuasi harga emas juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan fiskal Amerika Serikat dan perkembangan stabilitas geopolitik global. Andai upaya gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah terealisasi, harga emas kemungkinan akan terus melemah, mengingat berkurangnya permintaan untuk aset protected haven. Tetapi, potensi rebound tetap ada andai faktor-faktor yang memberi dorongan untuk permintaan emas kembali muncul.

Sumber: VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Bandung Barat

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 09:01 WIB