ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruangan operator CCTV ATCS milik Dishub Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Ruangan operator CCTV ATCS milik Dishub Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Kamera pengawas CCTV yang terintegrasi dalam sistem Area Traffic Control System (ATCS) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih kerap mengalami kendala jaringan internet.

Kondisi geografis wilayah Bandung Barat yang luas dan berbukit menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kestabilan koneksi sistem pemantauan lalu lintas tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu lintas Dishub KBB, Hanny Nurismandyah, ST.,MM, mewakili Kepala Dishub Mochamad Ridwan, mengatakan sebagian besar CCTV ATCS Bandung Barat saat ini masih mengandalkan jaringan internet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, sejumlah kamera terkadang tidak dapat diakses secara optimal, terutama di wilayah utara dan selatan Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu lintas Dishub KBB, Hanny Nurismandyah, ST.,MM (kiri) didampingi Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Bandung Barat, Didin Muslihudin (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Bidang (Kabid) Lalu lintas Dishub KBB, Hanny Nurismandyah, ST.,MM (kiri) didampingi Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Bandung Barat, Didin Muslihudin (foto: Abdul Kholilulloh)

“Biasanya ada beberapa CCTV yang tidak bisa diakses karena kendala jaringan internet. Saat ini sedang dalam proses perbaikan,” ujar Hanny didampingi Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Bandung Barat, Didin Muslihudin, saat ditemui diruang operator CCTV ATCS Dishub Bandung Barat, Sabtu 6 Juni 2026.

Saat ini Dishub Bandung Barat memiliki sebanyak 129 kamera CCTV yang tersebar di 54 simpang jalan untuk memantau kondisi lalu lintas.

“Dalam satu simpang terdapat dua hingga tiga kamera yang berfungsi untuk monitoring kendaraan dan pengaturan arus lalu lintas,” jelasnya.

Beberapa titik CCTV berada di kawasan selatan Bandung Barat, mulai dari perbatasan KBB dengan Kabupaten Bandung seperti Soreang-Cipatik, BBS, Simpang Darul Falah hingga Alun-alun Cililin.

Baca Juga:  Pasangan Acep Jamruri – Gina Fadlia Swara siap Daftar ke KPU Karawang Besok
Ruangan operator CCTV ATCS milik Dishub Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Ruangan operator CCTV ATCS milik Dishub Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

“Sementara di wilayah perbatasan Bandung Barat dengan Kota Cimahi terdapat CCTV di kawasan Padasuka, Cilame, Cimareme, Cangkorah, Citunjung, Pasar Batujajar, Simpang Tol Padalarang, Tagog dan Ciburuy,” ujarnya.

Untuk wilayah utara, kamera pemantau lalu lintas terpasang di Simpang Paratag, kawasan UNAI, Lembang Park and Zoo, eks Kampung Gajah, Simpang Beatrix, Grand Hotel, Inti Metal, Simpang Panorama, Orchid Forest, Tangkuban Parahu, The Lodge Maribaya hingga kawasan Setiabudi yang berbatasan dengan Kota Bandung.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Bandung Barat, Didin Muslihudin menjelaskan, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap penggunaan layanan live streaming CCTV ATCS Bandung Barat.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kunjungan pengguna sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan peningkatan kapasitas bandwidth di masa mendatang.

Bandwidth istilah lain kapasitas atau volume maksimal data yang dapat ditransfer melalui suatu jaringan dalam satu waktu tertentu.

Menurutnya, Dishub Bandung Barat saat ini berupaya mengoptimalkan anggaran yang tersedia dengan memaksimalkan jaringan internet dan pemeliharaan perangkat di setiap titik kamera.

Ruangan operator CCTV ATCS milik Dishub Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Ruangan operator CCTV ATCS milik Dishub Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kami melihat grafik penggunaan layanan ATCS KBB. Dari situ nanti akan diketahui apakah perlu ada peningkatan bandwidth atau cukup dengan mengoptimalkan jaringan dan pemeliharaan perangkat yang ada,” katanya.

Baca Juga:  Penahanan Ijazah di SMK Kartini Bhakti Bandung Barat Jadi Sorotan, Pihak Sekolah Angkat Suara

Ia menambahkan, tidak seluruh CCTV yang dimiliki Dishub Bandung Barat dapat ditampilkan melalui layanan live streaming karena keterbatasan kapasitas sistem dan bandwidth.

Kendala Bisa Berasal dari Server hingga Koneksi Pengguna

Sementara itu, Tim Teknis Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), Firman Syahruman yang didampingi Diky M Rizki menjelaskan, gangguan pada layanan CCTV ATCS Bandung Barat dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Menurut Firman, kendala pertama bisa berasal dari sisi server atau penyedia layanan. Misalnya terdapat CCTV yang terputus, kapasitas penyimpanan yang penuh, maupun gangguan teknis lainnya.

“Setiap sistem memiliki kapasitas. Sama seperti jalan tol yang memiliki batas kemampuan menampung kendaraan,” ujarnya.

Tim Teknis Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), Firman Syahruman yang didampingi Diky M Rizki (foto: Abdul Kholilulloh)
Tim Teknis Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), Firman Syahruman yang didampingi Diky M Rizki (foto: Abdul Kholilulloh)

Selain itu, masalah juga bisa berasal dari sisi pengguna. Layanan live streaming CCTV membutuhkan bandwidth yang cukup besar sehingga kualitas koneksi internet pengguna sangat berpengaruh terhadap kelancaran akses.

“Bisa saja pengguna menganggap layanan tidak bisa dibuka, padahal kendalanya berada pada kualitas jaringan internet yang digunakan,” katanya.

Tim teknis Dishub Bandung Barat secara rutin melakukan pemantauan dan pengecekan lapangan untuk memastikan seluruh perangkat CCTV berfungsi dengan baik. Pada beberapa tahun sebelumnya, pihaknya juga sempat menerima laporan dari masyarakat terkait kamera yang tidak berfungsi, baik karena gangguan perangkat maupun jaringan internet.

Baca Juga:  Wali Kota Farhan: Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jabar 2026

Firman juga menyoroti maraknya aplikasi pihak ketiga yang menampilkan ulang tayangan CCTV dari berbagai sumber resmi. Menurutnya, fenomena tersebut tidak selalu berdampak negatif, namun perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan beban server secara signifikan.

Ia menjelaskan, lonjakan akses dalam jumlah besar harus dipastikan berasal dari pengguna asli, bukan dari robot atau bot yang berpotensi mengganggu sistem.

“Kalau biasanya ada 100 pengguna lalu tiba-tiba menjadi 10.000 akses secara bersamaan, tentu harus dipastikan apakah itu pengguna asli atau lalu lintas otomatis yang berpotensi mengganggu layanan,” jelasnya.

Karena alasan tersebut, pengelola sistem terkadang perlu membatasi akses tertentu untuk menjaga stabilitas layanan dan mencegah gangguan pada server.

Firman mengibaratkan kondisi tersebut seperti jalan tol. Jika jumlah kendaraan masih sesuai kapasitas, lalu lintas akan berjalan lancar. Namun ketika terjadi lonjakan kendaraan secara drastis, diperlukan pengaturan tambahan agar tidak terjadi kemacetan.

“Dishub Bandung Barat memastikan akan terus melakukan optimalisasi jaringan, pemeliharaan perangkat, serta evaluasi kapasitas layanan ATCS agar sistem pemantauan lalu lintas dapat berfungsi maksimal dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” tandasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot
Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 
Belasan Siswa SDN Garuda Cisarua Tumbang Diduga Usai Makan MBG, SPPG Jambudipa 1 Jadi Sorotan 
Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus
Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB
Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Belasan Siswa SDN Garuda Cisarua Tumbang Diduga Usai Makan MBG, SPPG Jambudipa 1 Jadi Sorotan 

Rabu, 30 September 2026 - 20:35 WIB

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus

Berita Terbaru