[ad_1]
Sebagian besar transformasi bisnis besar terjadi dalam jangka waktu yang lama, begitu pula transformasi virtual. Di era virtual baru, teknologi yang terus berubah memberdayakan cara-cara baru dalam mendekati pelanggan, proses bisnis yang lebih efisien, dan koneksi yang lebih luas antara manusia, perangkat, dan information. Tetapi terlalu mudah untuk mengambil pendekatan ad-hoc terhadap transformasi virtual, menyatukan perbaikan proses individual minim demi minim dengan harapan bahwa nilai keseluruhan akan melebihi jumlah diantara bagiannya. Transformasi virtual memerlukan kerangka kerja terencana dan holistik yang mempertimbangkan teknologi, proses, dan manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
IDC memperkirakan bahwa pada akhir tahun 2017, dua pertiga CEO perusahaan Global 2000 sudah menjadikan transformasi virtual sebagai pusat strategi perusahaan mereka. Berikut empat komponen utama strategi transformasi virtual yang sukses untuk membantu Anda merencanakan pendekatan Anda.
1. Transformasi Virtual Adalah Peluang Monetisasi
Sebuah editorial Forbes memperkirakan bahwa pada tahun 2019, 40 persen proyek TI akan menciptakan layanan virtual baru dan aliran pendapatan yang memonetisasi information, mendorong version pendanaan baru, percepatan disrupsi industri dan inovasi bisnis, information menjadi modal baru dan peningkatan pesat dalam permintaan di seluruh dunia. untuk pekerja virtual. Studi lain memperlihatkan bahwa transformasi tersebut membuahkan hasil, dengan 39 persen perusahaan menyampaikan upaya transformasi virtual mereka telah membantu mereka hingga kemajuan pesat dalam memungkinkan transaksi real-time; 32 persen menyampaikan hal ini telah membantu mereka hingga kemajuan besar dalam meningkatkan efisiensi operasi; dan 28 persen menyampaikan hal ini telah membantu mereka memperoleh pelanggan baru.
Di sisi konsumen, semakin dengan jumlah besar perangkat dan information yang mengubah cara observasi dilakukan dan cara pembelian dilakukan. Konsumen mempunyai akses terhadap information kapan saja, di setiap tempat, dan mereka menggunakannya terus-menerus. Analisis bisnis mendapatkan keuntungan dari preferensi pembeli tersebut dan memberi tahu perusahaan cara berinteraksi dengan cara yang lebih private dan efektif. Dan penyampaian layanan dan informasi secara virtual membuat pelanggan lebih puas dan mempunyai kecenderungan membeli lagi dari Anda. Transformasi virtual menciptakan siklus yang semakin cepat seiring dengan matangnya transformasi, dengan begitu beruntung konsumen dan reseller.
2. Ikuti Tren Teknologi
Dengan jumlah besar segmen teknologi yang paling menarik dan menggairahkan sementara waktu membuat khusus pemanfaatan nilai dan kecerdasan di balik information. Large information berperan sebagai landasan bagi dengan jumlah besar tren inovatif, dengan lebih dari 62 persen perusahaan kini mempunyai setidak-tidaknya satu proyek giant information yang sedang berjalan. Large information dimanfaatkan di seluruh perusahaan untuk dapatkan wawasan tentang preferensi pelanggan, pola yang memengaruhi inventaris dan rantai pasokan, serta strategi untuk merekrut talenta yang tepat.
Dan kini, pembelajaran mesin membawa information ke tingkat yang baru dengan mengotomatiskan dengan jumlah besar tugas dan proses yang dulunya merupakan domain sumber daya manusia. Dengan memakai algoritme kecerdasan buatan (AI), otomatisasi cerdas digunakan untuk memprediksi kebutuhan berbagai proses bisnis dengan lebih tepat, termasuk inventaris, rantai pasokan, dan manufaktur, serta menciptakan proses dengan lebih minim kesalahan dan produk berkualitas lebih tinggi. Faktanya, 92 persen pelaku bisnis kini menyampaikan bahwa otomasi cerdas (gabungan penggunaan kecerdasan buatan dan otomasi) akan dimanfaatkan secara lebih luas di perusahaan mereka sepanjang 12 bulan ke depan. Akibatnya, pembelajaran mesin menghilangkan “perantara” dalam proses analitis: menarik information, menganalisisnya, menerapkan algoritme AI untuk menyelesaikan tindakan, dan mewujudkan proses bisnis cerdas, semuanya dalam satu gerakan.
3. Menetapkan Kerangka Transformasional – dan Visi
Setelah Anda mempunyai infrastruktur teknologi, penting untuk membangun kerangka proses yang sesuai untuk perusahaan Anda. Lebih dari 85 persen responden dalam laporan NewVantage Companions menyampaikan bahwa perusahaan mereka telah memulai program untuk menciptakan tradisi berbasis information. Praktik terbaiknya meliputi penggunaan ilmu information antar departemen dan berbagi informasi antar tim untuk menciptakan infrastruktur yang lebih efisien, mulai dari pengembangan produk dan administrasi TI mencapai manajemen rantai pasokan, pemasaran, dan penjualan. Yang terpenting, fokuslah pada pengalaman pelanggan – termasuk peningkatan kecepatan, personalisasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan mereka – untuk menjadikan transformasi virtual benar-benar relevan bagi pengguna akhir.
Dan jangan lupa bahwa mempunyai visi transformasi virtual yang baik bisa memberikan keuntungan. Menurut studi MIT Sloan Control/Deloitte College Press baru-baru ini, 71 persen perusahaan yang sudah matang secara virtual menyampaikan bahwa mereka menarik talenta baru berdasarkan visi virtual mereka, dibandingkan 10 persen perusahaan yang berada pada tahapan awal. Karyawan baru (dan karyawan lama yang tertarik untuk meningkatkan keterampilan) ingin menjadi bagian integral dari era virtual, dan mereka ingin perusahaan mereka menjadi yang terdepan dalam transformasi virtual.
4. Membangun “Akademi Virtual” Keterampilan
Bagaimanapun juga, pendorong terbesar transformasi virtual adalah tenaga kerja Anda. Pekerja yang mempunyai keahlian yang tepat akan memicu transformasi dan terus menjalankannya seiring dengan peralihan proses bisnis ke virtual. Pertama, ketahui di mana letak kesenjangan keterampilan Anda. Jalankan audit untuk dapat mencari tahu di mana perekrutan tidak memenuhi peran yang diperlukan (kami percaya dengan jumlah besar dari mereka segera akan berada di bidang TI, pengembangan produk, dan pemasaran virtual) dan membangun program peningkatan keterampilan on-line yang memungkinkan pekerja yang ada untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri. Kemudian berdiri “akademi virtual” Anda sendiri, yang menargetkan departemen tertentu dengan kurikulum pelatihan keterampilan yang tepat dan membangun landasan untuk menjadikan pelatihan sebagai proses berkelanjutan untuk setiap peran penting dalam organisasi. Bahkan para eksekutif bisa mempunyai jalur pelatihan sendiri di akademi virtual Anda, yang memberikan ikhtisar keterampilan yang akan membantu mereka memutuskan bisnis dan manajerial yang lebih baik.
Transformasi virtual memerlukan waktu, tetapi hasilnya akan terlihat andai Anda memfokuskan upaya Anda pada teknologi transformasi yang tepat, membangun strategi monetisasi dan visi transformasional, serta program pelatihan on-line untuk meningkatkan nilai keterampilan seluruh organisasi Anda, dari atas ke bawah.
Mempersiapkan Transformasi Virtual? Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana Simplilearn Virtual Academy bisa membantu organisasi Anda bertransformasi dan sukses.
[ad_2]
Sumber: simplilearn-com








