[ad_1]
(Reuters) -Perusahaan telekomunikasi AT&T (NYSE:) mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka sedang menyelidiki kumpulan knowledge yang dirilis di “internet gelap” sekitar dua minggu lalu, dan mengatakan bahwa analisis awal menunjukkan bahwa knowledge tersebut telah berdampak pada sekitar 7,6 juta pemegang rekening giro dan 65,4 juta mantan pemegang rekening.
Perusahaan mengatakan kumpulan knowledge tersebut tampaknya berasal dari tahun 2019 atau lebih awal. AT&T mengatakan pihaknya tidak memiliki bukti adanya akses tidak sah ke sistemnya akibat insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perusahaan mengatakan belum diketahui apakah knowledge tersebut berasal dari AT&T atau dari salah satu vendornya.
AT&T mengatakan insiden tersebut tidak berdampak signifikan terhadap operasionalnya, dan mengatakan sumber datanya masih dikaji.
AT&T menghubungi semua pihak yang terkena dampak dan telah mengatur ulang kode sandi untuk 7,6 juta pelanggan saat ini. Ia juga mengatakan akan menawarkan pemantauan kredit jika memungkinkan.
Jaringan 5G operator nirkabel ini mencakup sekitar 290 juta orang di seluruh Amerika Serikat.
Pada bulan Februari, AT&T mengalami pemadaman listrik yang mengganggu panggilan dan pesan teks untuk ribuan pengguna di AS dan mendorong penyelidikan federal.
[ad_2]
2024-03-31 01:10:32
www.making an investment.com








