[ad_1]
Desain yang bagus bukan hanya tentang estetika; Ini tentang memahami bagaimana orang berpikir dan berinteraksi. Dari tombol sederhana klik untuk menavigasi situs internet, setiap pengalaman dibentuk oleh psikologi desain. Dengan menerapkan prinsip yang tepat, Anda bisa membuat interaksi virtual lebih mulus dan menarik.
Dalam artikel ini, kami akan mengeksplorasi prinsip-prinsip psikologi UX utama dan bagaimana mereka meningkatkan desain internet psikologi untuk menciptakan pengalaman yang ramah pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Empat Cara Menerapkan Psikologi Desain
Sekarang, mari kita melihat empat cara Anda bisa memakai psikologi desain untuk menciptakan desain yang lebih menarik dan efektif.
1. Gunakan bentuk untuk membangun hubungan emosional yang tepat
Bentuk melakukan lebih dari sekadar mengisi ruang, mereka memengaruhi perasaan orang. Dalam desain internet psikologi, lingkaran menciptakan rasa kehangatan dan komunitas, untuk saat ini kotak dan segitiga mengungkapkan stabilitas dan kekuatan. Itulah sebabnya merek -merek di industri serupa tak henti-hentinya memakai bentuk serupa dalam emblem mereka, mereka mendapatkan keuntungan dari asosiasi bawah sadar ini untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas.
2. Pilih warna yang memengaruhi suasana hati dan keputusan
Pemanfaatan warna adalah salah satu alat psikologi UX yang paling kuat sebab sangat mempengaruhi emosi dan perilaku. Merek mewah, misalkan saja, mendapatkan keuntungan dari hitam untuk memperlihatkan eksklusivitas dan kecanggihan, untuk saat ini urgensi merah memicu spanduk yang trendi untuk dijual. Untuk membuat pilihan warna yang tepat menetapkan persepsi merek Anda dan mendorong tindakan.
3. Pilih font yang mencerminkan kepribadian merek Anda
Tipografi seharusnya tidak semata -mata tentang keterbacaan, itu mengomunikasikan perasaan tentang merek Anda. Andaikan, font Sans-serif fashionable atau bersih, serif mengungkapkan nuansa inovatif yang ramping, fashionable, untuk saat ini font serif yang lebih besar sekali dan berani menyiratkan keanggunan dan otoritas. Itulah sebabnya merek mewah memakai tipografi tradisional, dan bisnis teknologi memakai font yang bersih dan terdengar di masa depan.
4. Gunakan ruang putih untuk membuat desain Anda lebih ramah pengguna
Desain yang berantakan bisa membanjiri otak, membuatnya lebih sulit bagi pengguna untuk fokus. Dalam psikologi UX, jarak yang tepat meningkatkan keterbacaan, menciptakan keseimbangan, dan membuat informasi lebih mudah untuk diserap. Pikirkan bagaimana nomor telepon diformat, jauh lebih mudah untuk dibaca ketika ditempatkan daripada ditulis sebagai satu string panjang. Penggunaan ruang yang cerdas membuat pengguna tetap terlibat dan membuat navigasi mudah.
45 Bias kognitif dan prinsip desain
Pernah memperhatikan bagaimana beberapa desain merasa lebih mudah digunakan, untuk saat ini yang lain membuat Anda bingung? Itu sebab otak kita bergantung pada jalan pintas, yang dikenal sebagai bias kognitif dan prinsip -prinsip desain, untuk memproses informasi. Mari kita jelajahi bagaimana ini membentuk keputusan dan pengalaman pengguna.
1. Hukum Hick
Menurut hukum Hick, semakin dengan jumlah besar pilihan yang dimiliki orang, semakin lama mereka membuat keputusan. Pilihan yang menyederhanakan membuat pengambilan keputusan lebih cepat dan lebih halus.
2. Bias konfirmasi
Bias ini menjelaskan bahwa orang mencari tau informasi yang selaras dengan apa yang sudah mereka yakini. Merancang pengalaman yang memvalidasi harapan mereka bisa meningkatkan kepercayaan.
3. Priming
Paparan sebelumnya terhadap tutur -kata, gambar, atau warna tertentu memengaruhi keputusan di masa depan. Desain yang bijaksana bisa memandu pengguna dengan cara yang halus namun kuat.
4. Beban kognitif
Prinsip ini menyatakan bahwa semakin dengan jumlah besar upaya psychological yang diperlukan untuk memberhentikan tugas, semakin sulit sepertinya. Mengurangi kompleksitas yang tidak perlu meningkatkan kegunaan.
5. Bias penahan
Pengguna cenderung sangat bergantung pada informasi pertama yang mereka melihat. Mengawasi kesan awal yang tepat bisa membentuk bagaimana mereka memahami segala sesuatu yang mengikuti.
6. Dorongan
Menurut konsep ini, isyarat kecil, seperti tombol yang ditempatkan dengan baik atau bilah kemajuan, bisa mendorong pengguna untuk mengambil tindakan tanpa merasa tertekan.
7. Pengungkapan Progresif
Prinsip ini menyatakan bahwa menyampaikan informasi langkah demi langkah mencegah pengguna merasa kewalahan. Secara bertahap mengumumkan kompleksitas meningkatkan keterlibatan.
8. Hukum Fitts
Elemen yang lebih besar sekali dan lebih dekat lebih mudah untuk berinteraksi. Menempatkan tindakan kunci dalam jangkauan mudah meningkatkan pengalaman pengguna.
9. Kebutaan spanduk
Pengguna cenderung mengabaikan apa pun yang terlihat seperti iklan. Memastikan bahwa informasi penting tidak menyerupai desain spanduk khas membantu diperhatikan.
10. Efek umpan
Menurut efek ini, mengumumkan opsi yang kurang menarik bisa membuat pilihan lain tampak lebih menarik. Teknik ini tak henti-hentinya digunakan dalam strategi penetapan harga.
11. Pembingkaian
Prinsip ini menyoroti bahwa cara informasi disajikan memengaruhi keputusan. Putaran positif pada information bisa dikarenakan tanggapan yang lebih sangat beruntung.
12. Bias perhatian
Orang lebih fokus pada apa yang selaras dengan pikiran dan emosi mereka. Menempatkan elemen -elemen kunci di mana pengguna mengarahkan perhatian mereka secara alami meningkatkan efektivitas.
13. Kesenjangan Empati
Bias ini memperlihatkan bahwa orang -orang meremehkan seberapa dengan jumlah besar emosi memengaruhi pilihan mereka. Mengenali hal ini bisa membantu dalam merancang pengalaman yang lebih resonan secara emosional.
14. Jangkar Visible
Menurut prinsip ini, elemen desain yang ditempatkan secara strategis memandu mata pengguna. Menyoroti bidang -bidang utama memastikan mereka tidak melewatkan informasi penting.
15. Efek Von Restorff
Orang cenderung memperhatikan barang -barang yang menonjol. Memakai perbedaan kontras, warna, atau ukuran bisa membuat elemen penting lebih berkesan.
16. Hirarki Visible
Undang -undang ini menyatakan bahwa pengguna memproses informasi dalam urutan tertentu berdasarkan isyarat desain. Menyusun konten dengan benar mengarahkan perhatian di tempat yang paling penting.
17. Perhatian selektif
Pengguna cenderung menyaring sisanya ketika mereka fokus pada satu hal. Merancang dengan titik fokus yang jelas memastikan elemen -elemen kunci tidak diabaikan.
18. Bias Survivorship
Orang tak henti-hentinya fokus pada kisah sukses sambil mengabaikan kegagalan. Pendekatan yang seimbang untuk menyajikan information mengarah pada keputusan yang lebih tepat.
19. penjajaran
Elemen yang ditempatkan berdekatan dianggap keterkaitan. Mengelompokkan merchandise serupa membantu pengguna memahami koneksi lebih cepat.
20. Penanda
Menurut prinsip ini, elemen desain harus segera secara jelas memperlihatkan fungsinya. Tombol harus segera terlihat bisa diklik, dan bidang formulir harus segera terlihat interaktif.
21. Kontras
Prinsip ini berarti bahwa elemen yang lebih berat secara visible menarik lebih dengan jumlah besar perhatian. Informasi penting ditekankan dalam warna atau tipografi yang berani.
22. Pemicu eksternal
Pengguna lebih cenderung bertindak ketika langkah selanjutnya dengan jelas diminta. Pemberitahuan yang dirancang dengan baik dan tombol ajakan-ke-tindakan meningkatkan keterlibatan.
23. Efek tahapan tengah
Orang tak henti-hentinya untuk memilih opsi tengah saat disajikan dengan dengan jumlah besar pilihan. Posisikan pilihan kunci di pusat bisa secara halus mempengaruhi keputusan.
24. Hukum kedekatan
Undang -undang ini menyatakan bahwa unsur -unsur yang ditempatkan di dekat satu sama lain dianggap keterkaitan. Jarak yang tepat bisa membuat antarmuka lebih intuitif.
25. Hukum Tesler
Penyederhanaan bisa meningkatkan kegunaan, namun undang -undang ini memperingatkan bahwa mengurangi kompleksitas terlalu dengan jumlah besar bisa mengalihkan beban ke pengguna.
26. Efek percikan
Menurut prinsip ini, pengguna lebih cenderung bertindak ketika upaya yang diperlukan minimum. Menghapus gesekan mengarah ke tingkat konversi yang lebih baik.
27. Loop Umpan Balik
Konsep ini menjelaskan bahwa respons langsung terhadap tindakan pengguna menciptakan rasa kemajuan. Pesan dan animasi konfirmasi meningkatkan pengalaman pengguna.
28. Bias ekspektasi
Harapan orang memengaruhi cara mereka memandang pengalaman. Menyelaraskan desain dengan apa yang diantisipasi pengguna mengarah pada interaksi yang lebih halus.
29. Efek Penggunaan Estetika
Efek ini menyatakan bahwa pengguna menganggap desain yang menarik lebih mudah digunakan. Antarmuka yang dipoles bisa meningkatkan kepuasan pengguna.
30. Bukti Sosial
Menurut prinsip ini, orang cenderung mengikuti tindakan orang lain. Menampilkan ulasan, testimonial, atau jumlah pengguna Construct Belief.
31. Kelangkaan
Bias ini memperlihatkan bahwa orang lebih menghargai hal -hal ketika mereka terbatas. Penawaran waktu terbatas dan peringatan stok rendah mendorong urgensi.
32. Kesenjangan Keingintahuan
Pengguna merasa terdorong untuk dapat mencari informasi yang hilang. Berita utama yang mengisyaratkan namun tidak sepenuhnya menyampaikan element mendorong keterlibatan.
33. Version Psychological
Prinsip ini memperlihatkan bahwa pengguna mendasarkan pemahaman mereka tentang antarmuka yang tidak dikenal pada pengalaman sebelumnya. Ketika desain sesuai dengan pola yang mapan, mereka cenderung lebih intuitif.
34. Bias keakraban
Orang lebih suka pengalaman yang terasa akrab. Mempertahankan konsistensi dalam desain dan navigasi membangun kenyamanan dan kepercayaan.
35. Skeuomorfisme
Prinsip ini menyatakan bahwa pengguna beradaptasi lebih mudah dengan antarmuka virtual ketika mereka menyerupai objek dunia nyata, seperti tombol yang terlihat seperti yang fisik.
36. Timbal balik
Ketika orang menerima sesuatu, mereka merasa harus segera memberi kembali. Uji coba tanpa dipungut biaya atau konten yang bermanfaat bisa mendorong keterlibatan pengguna.
Tahukah Anda? 🔍
Pekerjaan untuk desainer UI dan UX diproyeksikan akan tumbuh 8% dari 2023 mencapai 2033, menciptakan lebih dengan jumlah besar peluang di bidang UI/UX. 📈 (Sumber- Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat)
37. Efek singularitas
Menurut bias ini, orang lebih tersentuh secara emosional oleh cerita individu daripada oleh kelompok besar. Pesan yang dipersonalisasi sesekali lebih persuasif.
38. Hadiah Variabel
Pengguna menikmati kejutan. Hadiah acak, seperti elemen gamifikasi, meningkatkan keterlibatan dan retensi.
39. Aha! Momen
Momen ini terjadi ketika pengguna tiba -tiba menyadari nilai suatu produk. Merancang untuk kemenangan cepat membantu membangun keterlibatan jangka panjang.
40. Efek Gradien Tujuan
Menurut prinsip ini, orang menjadi lebih termotivasi sebab mereka lebih dekat untuk memberhentikan tujuan. Indikator kemajuan bisa meningkatkan efek ini.
41. Pisau cukur Occam
Solusi paling sederhana sesekali adalah yang sangat baik. Menghindari kompleksitas yang tidak perlu mengarah pada pengalaman pengguna yang lebih baik.
42. Efek tepi mulia
Pengguna lebih cenderung memberi dorongan untuk perusahaan yang memperlihatkan tanggung jawab sosial. Branding etis mendorong kepercayaan dan kesetiaan.
43. Efek Hawthorne
Ketika pengguna tahu bahwa mereka sedang diamati, mereka memodifikasi perilaku mereka. Transparansi tentang penggunaan information bisa membantu menjaga kepercayaan.
44. Efek Halo
Bias ini memperlihatkan bahwa orang menilai seluruh produk atau orang berdasarkan satu sifat positif. Kesan pertama yang kuat bisa meningkatkan kredibilitas.
45. Hukum Miller
Pengguna bisa menampung sekitar 7 ± 2 merchandise dalam memori kerja mereka. Mengorganisir informasi menjadi potongan yang bisa dicerna membuatnya lebih mudah diproses.
Ini dia kesempatan Anda untuk menguasai AZ dari UI UX Design hanya dalam 5 bulan! ✍️
(Tagstotranslate) Psikologi Desain
[ad_2]
Sumber: simplilearn-com








