Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD KBB, Phiter Tjuandys (Foto: Abdul Kholilulloh)

i

Ketua Komisi III DPRD KBB, Phiter Tjuandys (Foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Pembangunan tower telekomunikasi milik PT Protelindo di Kampung Cijeungjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memicu polemik serius di tengah masyarakat.

Proyek ini kini menjadi perhatian DPRD KBB setelah muncul dugaan pembohongan informasi kepada warga oleh pihak vendor.

Warga menyebut, proyek tersebut sempat diklaim sebagai bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, belakangan terungkap bahwa pembangunan tower tersebut merupakan proyek swasta, bukan program pemerintah pusat.

Lokasi pembangunan menara tower telekomunikasi milik PT Protelindo terletak bersampingan dengan TPU di Kampung Cijeungjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat memicu polemik di tengah masyarakat (Foto: Abdul Kholilulloh)
Lokasi pembangunan menara tower telekomunikasi milik PT Protelindo terletak bersampingan dengan TPU di Kampung Cijeungjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat memicu polemik di tengah masyarakat (Foto: Abdul Kholilulloh)

Situasi di lapangan menunjukkan adanya perbedaan sikap di antara warga sekitar. Masyarakat yang tinggal paling dekat dengan lokasi tower mengaku terdampak langsung, baik dari sisi lingkungan maupun kenyamanan.

Sementara itu, proses perizinan disebut berasal dari wilayah yang relatif lebih jauh dari titik pembangunan.

Hal ini memunculkan dugaan adanya ketimpangan informasi, komunikasi, hingga persoalan kompensasi yang belum merata.

Related Posts

Ketua Komisi III DPRD KBB, Phiter Tjuandys, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak vendor yang tidak menunjukkan itikad baik.

Baca Juga:  Harlah ke-28, DPC PKB KBB Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

“Ini sudah ketiga kalinya mereka tidak hadir, baik di rapat maupun saat diundang ke lokasi dan ke desa. Ini menunjukkan tidak adanya itikad baik,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Kertamulya, Rabu (15/4/2026).

Ketua Komisi III DPRD KBB, Phiter Tjuandys (Foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua Komisi III DPRD KBB, Phiter Tjuandys (Foto: Abdul Kholilulloh)

Menurutnya, meski secara administratif tower tersebut telah mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), persoalan non-teknis di lapangan belum diselesaikan.

Dalam rapat kerja bersama DPRD KBB, pemerintah Desa Kertamulya, Dinas PUTR, dan Satpol PP, disepakati langkah tegas berupa rekomendasi penyegelan sementara tower. Rekomendasi tersebut akan diajukan kepada Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.

Selain itu, DPRD juga akan menelusuri legalitas operasional tower, terutama terkait Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Pasalnya, tower diduga telah beroperasi meskipun belum dipastikan mengantongi sertifikat tersebut.

“Kalau belum memiliki SLF tapi sudah beroperasi, itu jelas pelanggaran. Ini yang akan kita dalami,” tegas Phiter.

Dalam rapat yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Komisi III DPRD KBB, DPUTR KBB, Satpol PP KBB, Pemerintah Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Manajemen Perumahan Kota Bali hingga perwakilan warga (Foto: Abdul Kholilulloh)
Dalam rapat yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Komisi III DPRD KBB, DPUTR KBB, Satpol PP KBB, Pemerintah Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Manajemen Perumahan Kota Bali hingga perwakilan warga (Foto: Abdul Kholilulloh)

Dugaan Klaim Proyek Nasional Dinilai Menyesatkan

Polemik semakin memanas setelah terungkap bahwa vendor diduga mengklaim proyek tersebut sebagai bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:  Dukung Program MBG, APPMBGI Jabar dan PT Migas Utama Perkuat Rantai Pasok Pangan Bergizi

DPRD menilai klaim tersebut sebagai bentuk pembohongan publik. Menurut Phiter, sekalipun proyek nasional, tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.

Pembangunan menara tower telekomunikasi milik PT Protelindo di Kampung Cijeungjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat memicu polemik di tengah masyarakat (Foto: Abdul Kholilulloh)
Pembangunan menara tower telekomunikasi milik PT Protelindo di Kampung Cijeungjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat memicu polemik di tengah masyarakat (Foto: Abdul Kholilulloh)

“Tidak bisa semena-mena. Proyek strategis nasional lain pun tetap patuh terhadap regulasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika terbukti proyek swasta diklaim sebagai proyek nasional, maka hal tersebut akan ditindaklanjuti melalui inspeksi mendadak (sidak).

Sementara itu, Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi, juga mengaku pihaknya merasa tertipu oleh informasi awal dari vendor. Ia menyebut, pembangunan tower semula diklaim untuk mengatasi blank spot jaringan sekaligus bagian dari program nasional.

Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi (Foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi (Foto: Abdul Kholilulloh)

“Setelah kami telusuri, ternyata proyek ini murni swasta, bukan program nasional seperti yang disampaikan sebelumnya. Kami merasa dibohongi,” ungkapnya.

Saat ini, pemerintah desa fokus memfasilitasi mediasi antara warga dan pihak terkait, dengan melibatkan DPRD KBB agar persoalan dapat diselesaikan secara adil.

Pemerintah desa berharap polemik ini segera menemukan titik terang tanpa merugikan masyarakat, khususnya warga yang terdampak langsung oleh pembangunan tower.

“Dengan adanya keterlibatan DPRD KBB, diharapkan transparansi dan keadilan dalam proses penyelesaian dapat terwujud, sekaligus menjadi pelajaran penting dalam pelaksanaan proyek serupa di masa mendatang,” tandasnya.

Baca Juga:  Warga Bekasi Antusias, Bapenda Jabar Gelar Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Asep Ismail Buka Pesta Siaga Bandung Barat, Pramuka Didorong Cetak Generasi Berkarakter
Massa Siapkan Aksi 27 Agustus di DPR, Sejumlah Tuntutan Jadi Sorotan
Gegara Sekolah Kumuh, Bupati Jeje Semprot Kepsek SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat 
Antrean Kendaraan Mengular Batujajar-Cimareme, Perbaikan Jalan di Cangkorah Jadi Biang Kemacetan
Pasca Ledakan Tabung Gas, Polsek Padalarang Pasang Garis Polisi di Lokasi Fried Chicken
Ngeri! Ledakan Tabung Gas di Padalarang Lukai Lima Orang, Tiga Korban Alami Luka Bakar hingga Melepuh
Disentil KPK, DPRD KBB Akhirnya Setop Rapat di Hotel, Ketua Dewan Berdalih Demi Efisiensi
Siswa Dipulangkan Lebih Awal Tanpa Alasan, Disdik KBB Evaluasi Disiplin Guru SD di Ngamprah

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Wabup Asep Ismail Buka Pesta Siaga Bandung Barat, Pramuka Didorong Cetak Generasi Berkarakter

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Massa Siapkan Aksi 27 Agustus di DPR, Sejumlah Tuntutan Jadi Sorotan

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Gegara Sekolah Kumuh, Bupati Jeje Semprot Kepsek SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat 

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Antrean Kendaraan Mengular Batujajar-Cimareme, Perbaikan Jalan di Cangkorah Jadi Biang Kemacetan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Pasca Ledakan Tabung Gas, Polsek Padalarang Pasang Garis Polisi di Lokasi Fried Chicken

Berita Terbaru