SEKITARKITA.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak tinggal diam menghadapi kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang memprihatinkan.
Melalui pendekatan jemput bola ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kementerian terkait, PUTR terus berupaya mengatasi keterbatasan anggaran daerah untuk memastikan perbaikan jalan rusak berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Supaya pembangunan ini lebih lancar, kami di PUTR tidak tinggal diam. Seizin Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, kami terus mengupayakan bantuan dari provinsi. Pak Bupati juga akan menggali potensi APBD,” ujar Kepala Dinas PUTR KBB, Mochamad Ridwan Evi, saat dihubungi wartawan, Senin (2/6/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data terbaru, Kabupaten Bandung Barat memiliki 152 ruas jalan dengan total panjang mencapai 648,08 kilometer. Dari jumlah tersebut, lebih dari 118 kilometer atau sekitar 18,34 persen dikategorikan rusak berat.
Sedangkan jalan dalam kondisi baik sepanjang 352 kilometer (54 persen), rusak sedang sepanjang 117 kilometer (18 persen), dan rusak ringan 57,8 kilometer (8,9 persen).
“Untuk kondisi rusak sedang kami tangani lewat pemeliharaan rutin karena kerusakannya masih di bawah 10 persen. Tapi rusak ringan bisa cepat memburuk jika tidak segera diperbaiki, terutama dalam cuaca ekstrem seperti saat ini,” jelas Ridwan.
Keterbatasan anggaran menjadi tantangan besar. Alokasi dana saat ini hanya sekitar Rp4 miliar, sementara estimasi kebutuhan untuk penanganan menyeluruh jalan rusak berat bisa mencapai Rp15 miliar.
Karena itu, PUTR menetapkan skala prioritas berdasarkan urgensi dan tingkat kerusakan.
“Yang kita kerjakan sekarang baru bagian depan saja supaya tidak terlihat mangkrak. Tapi kalau dihitung total, nilai pekerjaan bisa tembus Rp15 miliar. Maka dari itu, kami intens koordinasi dan ajukan bantuan ke provinsi maupun kementerian,” imbuhnya.
Dinas PUTR telah menetapkan 19 ruas jalan prioritas sepanjang 24,9 kilometer yang akan diperbaiki secara bertahap. Proyek ini ditargetkan rampung pada November 2025.
“19 Ruas Jalan Prioritas, Target Rampung November 2025,” sambungnya.
Adapun beberapa ruas jalan strategis yang menjadi fokus antara lain:
-Jalan H. Gofur – Pakuhaji
-Jalan KB Kalapa – Pasar Calung
-Jalan Cihideung – Ciwaruga
-Jalan Cikole – Cikareumbi
-Jalan Maribaya – Patrol
-Jalan Rongga – Cicadas
-Jalan Warungawi – Pasirhaur
-Jalan Datarpuspa – Mekarwangi – Batas Kabupaten Bandung
Selain itu, lima ruas jalan lainnya juga disiapkan melalui APBD Perubahan:
1. Jalan Rancapanggung – Puncakmulya/Batas Kutawaringin
2. Jalan Cikakak – Leuwinutug
3. Jalan SMP 1 Lembang
4. Jalan Cipatik – Leuwisapi
5. TPT Jalan Celak – Sodong (Liang Meong)
Tak hanya jalan, sejumlah jembatan yang mengalami kerusakan juga menjadi perhatian Dinas PUTR KBB, termasuk Jembatan Ciminyak dan Cimeta yang krusial dalam menjaga konektivitas antar wilayah.
“Permohonan kita sudah disampaikan, dan jalan-jalan sudah kami datangi. Mudah-mudahan bantuan dari provinsi segera terealisasi,” pungkas Ridwan.
Dengan pendekatan kolaboratif dan komunikasi aktif lintas lembaga, Dinas PUTR KBB berharap proses rehabilitasi infrastruktur dapat mempercepat pemulihan jalan-jalan vital.
“Perbaikan ini penting untuk mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Bandung Barat,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








