Kades Pantai Hurip Babelan kontroversial, pernyataan damai di media justru dianggap bikin gaduh

- Penulis

Sabtu, 27 Januari 2024 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi | SekitarKita.id,- Kembali carut marut kasus yang melibatkan Suwandi Kepala Desa (Kades) Pantai Hurip, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi kian meradang.

Pasca pernyataan damai di media massa baru-baru ini, kejanggalanpun mencuat ditengah konflik dengan masyarakat. Hal itu justru menambah deretan kasus kades kontroversial di Kabupaten Bekasi.

Sebelumnya, kasus pesta miras dan judi di kantor Desa Pantai Hurip yang melibatkan Kades Suwandi belum reda, muncul konflik baru antara warga dan Kades Suwandi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 12 pegawai desa dipecat secara sepihak hanya karena menanyakan potongan honor tanpa alasan jelas. Hal itu yang memicu kekesalan warga dan mendesak kades Suwandi mundur dari jabatannya.

Teranyar, warga melakukan aksi penggembokan (penyegelan) kantor Desa Pantai Hurip bentuk protes terhadap pemimpin yang dirasa arogan dalam melakukan tindakan.

Bak monster tak punya hati, Kades Suwandi tidak berpihak kepada warga miskin ditengah himpitan ekonomi serba sulit, 12 orang pegawai desa malah di pecat.

Menanggapi hal ini, anggota BPD Pantai Hurip, Sanusi Nasihun mengatakan, ia menduga perdamaian antara dua lembaga tersebut tidak lengkap (syah).

Baca Juga:  Seorang Ayah Tega Cabuli Dua Anak Kandungnya di Bekasi, Terancam 15 Tahun Penjara

“Terkait pertemuan yang difasilitasi Polsek Babelan dan Kecamatan Babelan itu tidakak lengkap, karena undangnya itu mendadak,” kata Sanusi saat dikonfirmasi wartawan melalui aplikasi perpesanan, Sabtu (27/01/2024).

Ia menjelaskan, pada undangan itu, tidak hadirnya ketua BPD Desa Pantai Hurip lantaran faktor kesehatan dan juga undangan tersebut di kirim secara mendadak.

“Kebetulan ketua BPD sedang sakit, saya juga lagi di Jakarta memang undangan itu mendadak, saya mendapatkan informasi rapat itu hanya klarifikasi masalah yang sudah lalu tidak ada solusi,” jelasnya.

Sanusi menyebut, pada intinya, Kades Pantai Hurip ada niatan untuk bermusyawarah lantaran menghadapi persiapan pemilu 2024, dengan dalih, untuk menjaga ketertiban dikalangan masyarakat.

“Kita dihadapi persiapan pemilu tinggal beberapa hari lagi, kita cooling down sebentar. BPD sendiri belum merekomendasi untuk memfasilitasi seperti apa, karena bagi kita di BPD masih bisa untuk menata Desa Pantai Hurip lebih baik lagi,” jelasnya.

Sampai berita ini dilasnsir belum ada keterangan dari pihak kepala Desa Pantai Hurip, Suwandi kepada redaksi SekitarKita.id yang memberitakan awal, justru melakukan klarifikasi kepada pihak lain seolah melakukan pembelaan.

Baca Juga:  Regulasi Baru Terbit, Ratusan Kepala Sekolah di Bandung Barat Segera Menjabat

Yang membuat janggal, Kades Suwandi memberikan keterangan disalah satu media online pada Jumat (26/01/2024) telah melakukan musyawarah kepada dua lembaga yang difasilitasi Polsek Babelan dan Kecamatan Babelan.

Suwandi mengklaim, musyawarah itu berjalan kondusif dan terjalin komunikasi baik. Kendati itu ia tidak merinci secara pasti kasus 12 pegawai yang di pecat itu tanpa adanya solusi. Pertemuan itu terkesan sepihak, pasalnya anggota BPD Pantai Hurip tidak hadir.

“Alhamdulilah, musyawarah ini berjalan dengan baik dan kondusif, serta menemui kata sepakat, walau sempat terjadi ketegangan, intinya permasalahan ini sudah selesai,” singkat Suwandi dikutip dari berbagai sumber.

Laporan: Darto

Editor: Abdul Kholilulloh



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan
Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya
Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026
Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 
Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:51 WIB

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 19:25 WIB

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Senin, 14 September 2026 - 16:45 WIB

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Berita Terbaru