Soal Penutupan Akses, DPRD Kabupaten Bekasi Akan Panggil Pengembang Harapan Indah

- Penulis

Kamis, 19 Juni 2025 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Keluhkan Penutupan Akses Jalan di Harapan Indah Bekasi: Ganggu Aktivitas Perekonomian (foto: istimewa)

i

Warga Keluhkan Penutupan Akses Jalan di Harapan Indah Bekasi: Ganggu Aktivitas Perekonomian (foto: istimewa)

SEKITARKITA.id- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi berencana memanggil pihak pengembang Perumahan Harapan Indah terkait penutupan akses jalan di sisi selatan kawasan tersebut yang dikeluhkan warga dan dinilai mengganggu mobilitas serta perekonomian masyarakat sekitar.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Teten Kamaludin, menyayangkan tindakan pengembang yang dinilai tidak berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sebelum melakukan penutupan jalan.

“Saat awal penutupan terjadi macet horor di kawasan itu. Ini sangat kami sayangkan, karena setahu saya belum ada koordinasi dari pihak pengembang kepada Pemkab Bekasi,” ujar Teten kepada awak media, Kamis (19/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Teten, DPRD akan segera memanggil pengembang Harapan Indah untuk meminta kejelasan terkait alasan penutupan serta rencana pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan terdampak.

Warga Keluhkan Penutupan Akses Jalan di Harapan Indah Bekasi: Ganggu Aktivitas Perekonomian (foto: istimewa)
Warga Keluhkan Penutupan Akses Jalan di Harapan Indah Bekasi: Ganggu Aktivitas Perekonomian (foto: istimewa)

“Harusnya disiapkan pembukaan akses baru atau solusi lain. Jangan sampai akses utama ditutup tanpa mitigasi, karena itu membuat mobilitas warga terganggu,” tegasnya.

Teten menambahkan, meskipun jalan tersebut masuk dalam wilayah perumahan, fungsinya sudah menjadi jalan koneksi antarwilayah yang digunakan oleh warga dari berbagai desa dan kecamatan.

Baca Juga:  Dishub Bandung Barat Siagakan 129 Kamera ATCS untuk Pantau Arus Mudik Lebaran 2026

“Harus dipikirkan juga dampaknya. Walaupun penutupan itu untuk pembangunan, tapi tetap harus mempertimbangkan kepentingan publik,” lanjutnya.

Related Posts

Selain itu, penutupan akses jalan tersebut disebut bertentangan dengan program Jalan Lingkungan Terintegrasi antar Perumahan (Jalapri) dari Pemkab Bekasi.

Program Jalapri bertujuan untuk membangun konektivitas antar-perumahan guna mengurai kemacetan dan memperlancar akses warga.

Warga dan Ketua RW Protes Penutupan Akses

Penutupan akses jalan di Harapan Indah juga memicu protes dari warga. Ketua RW 008 Dusun III Desa Babelan, Jaya Sutisna, mengaku telah mengirimkan surat keberatan kepada pihak pengembang.

Ia meminta agar akses dibuka kembali lebih cepat, tidak menunggu hingga akhir 2025 seperti yang direncanakan.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Didesak Copot Camat Lembang, Atasi Krisis Lingkungan Tak Becus 

“Warga banyak yang mengeluh karena penutupan akses ini sangat mengganggu. Kami sudah ajukan surat permintaan agar dibuka lebih cepat,” ungkap Jaya.

Warga juga mengeluhkan keberadaan portal setinggi dua meter di jalur tersebut yang menyulitkan kendaraan darurat seperti mobil pemadam kebakaran dan ambulans melintas.

“Belum lama ini ada ambulans yang tersangkut di portal masuk. Ini berbahaya karena seharusnya akses umum bisa dilintasi semua jenis kendaraan,” ujar salah satu warga.

Penutupan akses jalan Harapan Indah ini menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Bekasi yang mendorong adanya solusi cepat dan koordinatif agar tidak semakin merugikan masyarakat luas.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pelecehan di SMPN 2 Ngamprah, Alumni Soroti Lemahnya Perlindungan Siswa
Babak Baru, Sejumlah Kios Terima Surat Pembongkaran Satpol PP KBB, Nasib Pedagang Terancam
Sungai Cihaur Padalarang Jadi Lautan Sampah, Warga Desak UPT Kebersihan KBB Bertindak
Bangli Rancabali Segera Dibongkar, Warga Sentil Dugaan Satpol PP KBB Tebang Pilih
HUT ke-81 RI, Bupati Jeje: Kemerdekaan Harus Terasa dalam Kehidupan Masyarakat Bandung Barat
Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI
Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di SMPN 2 Ngamprah, Alumni Soroti Lemahnya Perlindungan Siswa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Babak Baru, Sejumlah Kios Terima Surat Pembongkaran Satpol PP KBB, Nasib Pedagang Terancam

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Sungai Cihaur Padalarang Jadi Lautan Sampah, Warga Desak UPT Kebersihan KBB Bertindak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Bangli Rancabali Segera Dibongkar, Warga Sentil Dugaan Satpol PP KBB Tebang Pilih

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terbaru