SEKITARKITA.id – Tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Bandung Utara (FORBAT) menegaskan perlunya langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam menangani berbagai persoalan mendesak yang melanda Kecamatan Lembang.
Dalam audiensi dengan DPRD KBB pada Senin, 15 September 2025, FORBAT menyampaikan sejumlah tuntutan strategis demi menyelamatkan kawasan Bandung Utara dari dampak pembangunan yang tidak terkendali.
Ketua Harian FORBAT, Hendrik Agustina, menegaskan bahwa kondisi Lembang saat ini sudah masuk tahap darurat akibat lemahnya fungsi pengawasan terhadap pembangunan usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada dasarnya kami ingin ada penanganan khusus terhadap Kecamatan Lembang, khususnya dari persoalan perizinan hingga banjir yang harus cepat diselesaikan oleh pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif. Kami menuntut agar segera dibuat tim percepatan karena kondisinya sudah darurat,” tegas Hendrik.
Selain banjir, FORBAT juga menyoroti persoalan sampah yang hingga kini belum tertangani secara serius. Menurutnya, percepatan penanganan diperlukan agar masalah klasik tersebut tidak semakin memperburuk kondisi lingkungan Lembang.
Dalam kesempatan itu, FORBAT turut melontarkan kritik terhadap kinerja Camat Lembang tak becus yang dinilai belum menunjukkan langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan di wilayahnya.
“Sebagai pemangku kebijakan di daerah, Camat Lembang seharusnya bertanggung jawab terhadap penataan dan pengawasan pembangunan. Namun hingga hari ini kami belum melihat adanya tindakan nyata (kurang becus). Oleh karena itu kami meminta kepada Sekda dan pimpinan DPRD untuk segera mengganti Camat Lembang dengan sosok yang lebih berkompeten,” kata Hendrik.
Meski menyampaikan kritik, FORBAT tetap mendukung kebijakan rotasi dan mutasi pejabat yang baru saja dilakukan Pemkab Bandung Barat.
Hendrik berharap pelantikan 14 pejabat baru dapat membawa perubahan positif, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan umum.
“Harapan kami, pejabat baru yang ditempatkan di posisi strategis benar-benar siap bekerja untuk rakyat Bandung Barat, khususnya dalam menyelesaikan persoalan mendesak seperti banjir, sampah, dan pengendalian pembangunan,” tambah Hendrik.
Respons Sekda Bandung Barat
Sementara itu, Sekda KBB Ade Zakir mengapresiasi masukan yang disampaikan FORBAT. Menurutnya, dialog berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh aspirasi.
“Banyak aspirasi yang disampaikan, khususnya mengenai pembangunan di kawasan Lembang. Teman-teman dari FORBAT menyampaikan berbagai permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Memang, jika dilihat dari potensi daerah, Lembang ini lebih besar dibanding wilayah lain, namun masyarakat merasa perhatian yang diberikan belum optimal,” ujarnya.
Mengenai usulan pergantian Camat Lembang, Ade menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak bisa diputuskan secara langsung.
“Terkait rekomendasi pergantian Camat, kami tidak bisa memutuskan saat ini. Aspirasi tersebut akan kami sampaikan dan bahas lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.
FORBAT menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian Bandung Utara, sekaligus memastikan seluruh pembangunan berjalan sesuai aturan.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD KBB Muhammad Mahdi, didampingi Wakil Ketua DPRD Dadan Supardan serta Ketua Komisi I Sandi Supyandi. Dari pihak eksekutif, hadir Sekda KBB Ade Zakir bersama perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tata ruang, lingkungan, dan pengawasan pembangunan.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








