Mahfud MD Curhat, Cucunya Keracunan MBG di Sekolah: “Bukan Soal Angka, tapi Nyawa”

- Penulis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) , foto: YouTube Mahfud MD

i

Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) , foto: YouTube Mahfud MD

SEKITARKITA.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik usai kasus keracunan massal marak terjadi di berbagai daerah.

Kali ini, kisah mengejutkan datang dari Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), yang secara terbuka mengungkap cucunya ikut menjadi korban keracunan MBG di sekolah.

Melalui kanal YouTube Mahfud MD Official, pada Rabu (1/10/2025), ia menceritakan bahwa dua cucunya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami muntah-muntah usai menyantap menu MBG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, satu di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama empat hari.

Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) , foto: YouTube Mahfud MD
Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) , foto: YouTube Mahfud MD

Mahfud menuturkan, insiden keracunan tidak hanya dialami cucunya, tetapi juga sejumlah siswa lain di sekolah tersebut.

“Cucu keponakan ya. Saya punya ponakan, ponakan saya tuh punya anak namanya Iksan. Makan siang gratis, ya masakan bergizi gratis, lalu satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah,” ujar Mahfud.

Ia menyebut, salah satu cucunya hanya dirawat di rumah, sementara yang lain harus dibawa ke rumah sakit. Pengalaman itu membuatnya menekankan perlunya evaluasi serius terhadap program MBG.

Baca Juga:  Hari Anti Korupsi, Wakil Walikota Bandung Jadi Tersangka: Kejari Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan

Mahfud menegaskan, kasus keracunan MBG tidak boleh dilihat hanya dari sisi jumlah korban, melainkan dari aspek keselamatan nyawa anak-anak.

“Karena itu menyangkut nyawa, menyangkut kesehatan. Jadi bukan persoalan angka,” tegas Mahfud.

Menurutnya, meskipun program MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi pelajar, pemerintah harus memastikan aspek kualitas dan keamanan pangan benar-benar dijaga.

Dalam pernyataannya, Mahfud menyebut MBG tetap merupakan program mulia yang perlu dilanjutkan, namun perbaikan sistem harus segera dilakukan.

“Ini harus diteliti lagi apa masalahnya. Program MBG gratis ini adalah satu program yang paling bagus, mulia,” ujarnya.

Pernyataan Mahfud menjadi alarm bagi pemerintah agar tidak hanya fokus pada distribusi, tetapi juga memastikan standar dapur penyedia makanan layak dan aman.

6.457 Korban Keracunan MBG Tercatat Nasional

Kekhawatiran Mahfud kian relevan setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana mengungkap data terbaru kasus keracunan MBG secara nasional.

Berdasarkan laporan hingga 30 September 2025, tercatat 6.457 orang terdampak keracunan akibat MBG di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Prabowo Subianto Diserbu Ribuan Mahasiswa di Al Azhar Convention Center

“Wilayah I ada 1.307 kasus, wilayah II bertambah jadi 4.147 ditambah Garut sekitar 60 orang, dan wilayah III ada 1.003 orang,” ungkap Dadan saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta (1/10/2025).

Dadan menyoroti lemahnya standar sanitasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi dapur penyedia MBG.

Banyak SPPG disebut belum memiliki akses air bersih layak, serta masih ada prosedur pencucian peralatan makan yang tidak sesuai standar kesehatan.

“Belum semua air di SPPG memiliki sanitasi yang baik. Maka Presiden memerintahkan agar di seluruh SPPG dibutuhkan alat sterilisasi,” jelasnya.

Sebagai langkah darurat, BGN menginstruksikan penggunaan air galon untuk memasak, serta penyaringan khusus untuk air cuci bahan makanan dan peralatan. Namun, perbaikan sistemik tetap menjadi tantangan besar agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : YouTube Mahfud MD

Berita Terkait

Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren
Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif
Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta
Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan
Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha
BPVP Bandung Barat Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha Lewat Program HIPKI 2026
Bupati Jeje Komitmen Bersama Polres Cimahi Telusuri Teror Pocong di Bandung Barat
Teror Pocong di Bandung Barat Bikin Warga Resah, Polisi Tingkatkan Patroli dan Siskamling

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:24 WIB

Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:58 WIB

Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:20 WIB

Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:25 WIB

BPVP Bandung Barat Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha Lewat Program HIPKI 2026

Berita Terbaru

Proses penyembelihan dilaksanakan langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Cikamuning, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (27/5/2026). foto: Abdul Kholilulloh

Tak Berkategori

Jeje Ritchie Kurban Sapi Jumbo 1 Ton di RPH Dispernakan Bandung Barat

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:28 WIB

Ilustrasi pengamen cosplay pocong (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB