Setelah Viral Aksi Emak-Emak, Jembatan Padalarang Diperbaiki Warga Soroti Kualitas Material ‘Kaya Buat Cobek’

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan ambruk Kampung Sukamaju, Desa Padalarang sebelum diperbaiki (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Jembatan ambruk Kampung Sukamaju, Desa Padalarang sebelum diperbaiki (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Setelah hampir delapan bulan ambruk, jembatan penghubung di wilayah Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya diperbaiki.

Jembatan tersebut sebelumnya roboh pada 24 Maret 2025 dan menghubungkan tiga wilayah, yakni RW 25 Kampung Sukamulya, RW 05 Kampung Rancabali, serta RW 06 Kampung Sukamaju, Desa Padalarang.

Namun proyek perbaikan yang kini tengah berjalan justru menuai sorotan dari warga. Warga menilai, bahan material yang digunakan oleh pihak pelaksana proyek diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi permukaan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB.

Jembatan Ambruk di RW 06 Kampung Sukamaju, Desa Padalarang akhirnya diperbaiki, warga keluhkan bahan material (foto: istimewa)
Jembatan Ambruk di RW 06 Kampung Sukamaju, Desa Padalarang akhirnya diperbaiki, warga keluhkan bahan material (foto: istimewa)

Berdasarkan papan proyek di lokasi, kegiatan bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp198.604.363, dilaksanakan oleh CV Naga Mas Jaya selama 60 hari kalender.

Salah satu warga, Iman (48), mengaku bersyukur jembatan akhirnya diperbaiki setelah sebelumnya viral akibat aksi protes para ibu-ibu.

“Jembatan hampir setahun ambruk baru diperbaiki. Kalau enggak viral dulu mungkin enggak tahu tuh dibenerin atau enggak,” kata Iman, kepada Sekitarkita.id saat ditemui dilokasi dengan nada kesal, Senin (6/10/2025).

Baca Juga:  Update, Gempa M 5,4 Tak Berpotensi Tsunami di Cilacap
Related Posts

Namun ia menilai, material yang digunakan dalam proyek tersebut kondisinya kurang layak.

“Batu alamnya tipis, kayak bukan buat bangunan, tapi buat cobek, pasirnya juga beda. Jadi kami khawatir hasilnya enggak kokoh,” ujarnya.

Papan proyek perbaikan jembatan ambruk di Padalarang salah lokasi (foto: Abdul Kholilulloh)
Papan proyek perbaikan jembatan ambruk di Padalarang salah lokasi (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia berharap pihak kontraktor memperhatikan kualitas bahan agar bangunan tidak mudah rusak.

“Dengan anggaran hampir dua ratus juta jangan sampai asal-asalan. Kalau kualitasnya jelek, bisa bahaya buat warga yang lewat,” keluhnya.

Selain masalah material, warga juga mempertanyakan identitas pelaksana proyek. Dalam spanduk proyek tertulis kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Desa Kertamulya, padahal lokasi pekerjaan berada di wilayah administratif Desa Padalarang.

“Kami enggak mempermasalahkan proyeknya, karena memang jembatan ini sangat dibutuhkan. Tapi yang bikin bingung, kok di spanduk tertulis Desa Kertamulya, padahal jelas ini wilayah Padalarang,” ujar Iman.

Baca Juga:  Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG

Kondisi itu memunculkan pertanyaan publik apakah proyek tersebut merupakan program lintas desa atau terjadi kesalahan pencantuman nama.

Warga pun berharap pihak kecamatan dan dinas terkait memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.

Kini, setelah pekerjaan dimulai, warga berharap pembangunan jembatan penghubung vital antarpermukiman tersebut dilakukan dengan transparansi anggaran dan kualitas yang terjamin.

“Masyarakat berharap pemerintah turun langsung memastikan kualitas bahan dan pelaksana proyek sesuai standar agar tidak terjadi kerusakan kembali,” pungkas Iman.

 

Viral Usai Aksi Emak-Emak Protes ke Pemda KBB

Sebelumnya, jembatan yang ambruk tersebut sempat menjadi sorotan publik usai video protes sekelompok ibu-ibu viral di media sosial pada Jumat (19/9/2025).

Dalam video itu, puluhan ibu-ibu membentangkan spanduk bernada sindiran kepada Pemda Bandung Barat.

Salah satu tulisan dalam spanduk berbunyi, “Pemerintah KBB kemana wae?”

Salah seorang peserta aksi, Diah Indrawati (54), membenarkan bahwa video itu direkam secara spontan setelah salah satu rekannya hampir terjatuh saat melintasi jembatan darurat dari bambu.

Baca Juga:  Tolak RUU Penyiaran, massa jurnalis Bandung Raya demo di Gedung DPRD Jabar

“Iya, itu spontan. Teman kami hampir jatuh waktu lewat jembatan bambu, akhirnya kami rekam dan kirim ke grup supaya pemerintah cepat tanggap,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut Diah, kondisi jembatan darurat sangat berisiko, sementara jalan alternatif terlalu jauh. “Kami cuma ingin jembatan diperbaiki secepatnya, biar warga enggak kesulitan,” ucapnya.

Selain aksi tersebut, warga juga memasang sejumlah spanduk protes yang ditujukan kepada Bupati Bandung Barat, DPRD, Camat Padalarang, dan perangkat desa setempat.

Salah satu spanduk bertuliskan: “Surat terbuka dari masyarakat RW 05, 06, dan 25 sebelum kami demo lebih besar, kami mempertanyakan kapan jembatan ini akan diperbaiki?”



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta
Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP
Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme
DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat
IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan
Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan
IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat
P4KBB Sentil Pemkab Bandung Barat: Tekanan Fiskal Jangan Jadi Alasan Abaikan Layanan Publik

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:36 WIB

DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan

Berita Terbaru