Ratusan Buruh KBB Bergerak ke Gedung Sate, Aksi Nasional Tuntut Kenaikan Upah hingga 10,5 persen 

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para buruh dari kawasan industri Batujajar bergerak menuju Gedung Sate, Kota Bandung (foto: dok. FSPMI KBB)

i

Para buruh dari kawasan industri Batujajar bergerak menuju Gedung Sate, Kota Bandung (foto: dok. FSPMI KBB)

SEKITARKITA.id — Gelombang aksi buruh kembali menggema di berbagai daerah Indonesia, termasuk di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kamis (30/10/2025), ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Federasi Serikat Mental Indonesia (FSPMI) KBB turun ke jalan mengikuti aksi nasional buruh yang terpusat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Para buruh dari kawasan industri Batujajar bergerak menuju Gedung Sate, Kota Bandung, untuk menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, khususnya terkait kebijakan ketenagakerjaan dan upah minimum tahun 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator aksi, Dede Rahmat, mengatakan ratusan buruh telah diberangkatkan menggunakan kendaraan komando menuju Gedung Sate sebagai titik aksi daerah.

Ketua FSPMI KBB, Dede Rahmat (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)
Ketua FSPMI KBB, Dede Rahmat (foto: Abdul Kholilulloh)

“Hari ini ada empat isu utama yang disuarakan KSPI dan Partai Buruh: HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah), kenaikan upah minimum sebesar 8,5–10,5 persen, pencabutan PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pekerja Alih Daya, dan pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru tanpa omnibuslaw sesuai putusan MK,” ujar Dede kepada Sekitarkita.id.

Dede yang juga menjabat Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) KBB menegaskan, pihaknya siap melakukan langkah lanjutan jika tuntutan buruh tidak dipenuhi pemerintah.

Baca Juga:  Kalah lawan Guinea 0-1, Timnas Indonesia gagal lolos ke Olimpiade Prancis 2024
Para buruh dari kawasan industri Batujajar bergerak menuju Gedung Sate, Kota Bandung (foto: dok. FSPMI KBB)
Para buruh dari kawasan industri Batujajar bergerak menuju Gedung Sate, Kota Bandung (foto: dok. FSPMI KBB)

“Jika tuntutan tidak direspons, KSPI akan melakukan mogok kerja serentak di seluruh kabupaten/kota se-Jabar. Bahkan tidak menutup kemungkinan mogok nasional melibatkan 5 juta buruh di 38 provinsi dan lebih dari 5.000 perusahaan,” tegasnya.

Aksi Serentak Nasional

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan aksi nasional ini terpusat di JCC Senayan sebagai bentuk konsolidasi penguatan isu perjuangan buruh.

“Lokasi dipilih agar fokus konsolidasi massa dan pendalaman isu, sehingga anggota memahami arah perjuangan organisasi,” kata Said Iqbal dalam siaran pers, mengutip kompas.com, Rabu (29/10/2025).

Selain Jakarta, aksi terbuka juga dilakukan di kantor gubernur masing-masing provinsi, termasuk Bandung, Semarang, Surabaya, Aceh, Medan, Batam, Pekanbaru, Lampung, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Manado, hingga Papua.

Berikut poin tuntutan aksi nasional buruh:

1. HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah)

2. Kenaikan Upah Minimum 8,5% – 10,5%

3. Cabut PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pekerja Alih Daya

4. Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru sesuai Putusan MK

Baca Juga:  Ratusan buruh Bandung Barat kepung kantor DPRD, Ketua FSPMI: Dewan malah kunker 

Said Iqbal juga menegaskan rencana mogok nasional besar-besaran untuk menghentikan produksi di ribuan perusahaan jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan buruh.

Hingga berita ini diturunkan, massa buruh KBB masih bergerak menuju Gedung Sate dengan pengawalan aparat keamanan.

Lalu lintas di sejumlah titik jalur Bandung–Padalarang dan akses menuju Kota Bandung terpantau padat imbas rombongan buruh yang melakukan long march dan konvoi kendaraan. Aksi ini diperkirakan berlangsung hingga sore hari.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Fenomena Hujan Kapur Viral di Cipatat, DLH KBB Mulai Periksa Perusahaan Penghasil Debu
Fraksi PDIP KBB Semprot Kinerja SKPD, Minta Bupati Jeje Larang Kadis Mangkir Rapat Paripurna
Realisasi APBD Bandung Barat 2025 Tembus 98,58 Persen, Pendapatan Rp3,39 Triliun Berbuah Opini WTP BPK
Eceng Gondok Ancam Pasokan Listrik Jawa-Bali, Bupati Bandung Barat Dukung Aksi PLN Indonesia Power
Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 21:22 WIB

Fenomena Hujan Kapur Viral di Cipatat, DLH KBB Mulai Periksa Perusahaan Penghasil Debu

Senin, 29 Juni 2026 - 20:29 WIB

Fraksi PDIP KBB Semprot Kinerja SKPD, Minta Bupati Jeje Larang Kadis Mangkir Rapat Paripurna

Senin, 29 Juni 2026 - 15:12 WIB

Realisasi APBD Bandung Barat 2025 Tembus 98,58 Persen, Pendapatan Rp3,39 Triliun Berbuah Opini WTP BPK

Senin, 29 Juni 2026 - 13:59 WIB

Eceng Gondok Ancam Pasokan Listrik Jawa-Bali, Bupati Bandung Barat Dukung Aksi PLN Indonesia Power

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Berita Terbaru