Diduga Lalai, Dana MBG Rp1 Miliar di Bandung Barat Raib: Kepala SPPG Jadi Sorotan

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG diwilayah Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/ ilustrasi)

i

SPPG diwilayah Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/ ilustrasi)

SEKITARKITA.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat tengah menjadi sorotan. Diduga kelalaian Kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) kembali mencuat.

Yayasan Prama Guna Nasional (PGN) melaporkan dana operasional sebesar Rp1 miliar untuk program MBG diduga hilang dari rekening salah satu Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG).

Laporan resmi tersebut disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui dokumen Laporan Khusus (Lapsus) Nomor: 001/PGN/SPPG-PANGAUBANIX/2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporan itu, disebutkan bahwa kejadian ini melibatkan SPPG Pangauban, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat.

SPPG diwilayah Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/ ilustrasi)
SPPG diwilayah Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/ ilustrasi)

Insiden tersebut terjadi pada Jumat, 31 Oktober 2025 sekitar pukul 18.30 WIB. Kepala SPPG Pangauban Batujajar, Mochamad Cakra Aji Saputra, dikabarkan sedang melakukan proses approval transaksi melalui sistem BNI Direct.

Namun, akses ke sistem memunculkan perintah penggantian kata sandi. Cakra kemudian menghubungi layanan live chat BNI melalui situs resmi.

Tidak lama setelah itu, ia dihubungi seseorang yang mengklaim sebagai pihak resmi bank dan memberikan tautan untuk mengganti password dengan alasan keamanan.

Baca Juga:  Malam 1 Suro, Kesurupan Massal di Pabrik Sepatu PT Adonia Tegal

Diduga percaya bahwa komunikasi tersebut legit, Cakra mengikuti arahan, termasuk memberikan challenge dan response banking yang bersifat rahasia.

Laporan resmi PGN kepada BGN (foto: istimewa)
Laporan resmi PGN kepada BGN (foto: istimewa)

Keesokan harinya, kontak yang digunakan tidak bisa lagi dihubungi. Setelah pengecekan, saldo rekening yang sebelumnya sekitar Rp1 miliar tersisa hanya Rp12 juta.

Dalam hasil analisis awal, PGN menyimpulkan kejadian ini diduga akibat phishing, yaitu modus penipuan digital dengan memanipulasi pengguna hingga memberikan akses rahasia perbankan.

“Ka SPPG secara tidak sadar telah memberikan data sensitif kepada pihak yang tidak resmi,” tulis laporan yang disampaikan ke BGN.

Insiden ini juga disampaikan melalui video berdurasi 3 menit 52 detik di akun TikTok resmi SPPG Pangauban Batujajar.

Laporan resmi PGN kepada BGN (foto: istimewa)
Laporan resmi PGN kepada BGN (foto: istimewa)

Dalam video tersebut, pihak SPPG menyampaikan permohonan maaf dan memastikan bahwa proses produksi makanan MBG untuk anak-anak sekolah dihentikan sementara karena dana program habis.

“Harusnya hari ini kami belanja untuk persiapan Senin, tapi dana dari BGN habis terkuras,” ujar narator dalam video itu.

Pihak pengelola menyebut 53 karyawan terpaksa dirumahkan dan distribusi makanan bergizi untuk siswa tidak bisa dilaksanakan.

Baca Juga:  Kekeh Maju Pilbup Bandung Barat, Ade Zakir Tegur ASN untuk Jaga Netralitas

Disebutkan pula dalam video, PGN telah melaporkan kejadian ini ke sejumlah pihak, termasuk, Badan Gizi Nasional (BGN), Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Golkar, Dadang Naser, Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, Wakil Ketua DPRD Bandung Barat.

Pihak yayasan juga menyampaikan bahwa proses penggantian dana pemerintah berdasarkan prosedur dapat memakan waktu hingga tiga bulan.

Yayasan Prama Guna menegaskan bahwa kasus ini akan diproses secara hukum. Selain itu, penguatan pengawasan digital banking dan literasi keamanan siber akan menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang.

Insiden hilangnya dana program MBG ini menjadi peringatan serius bagi pengelola program nasional. Publik mendorong pemerintah dan BGN untuk menguatkan keamanan sistem, pendampingan digital, serta pengawasan ketat penggunaan dana program strategis negara.

Sampai berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari pihak BGN pusat, redaksi masih menunggu hasil klarifikasi pihak terkait atas hilangnya dana Rp1 miliar tersebut.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan
Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya
Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026
Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 
Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:51 WIB

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 19:25 WIB

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Senin, 14 September 2026 - 16:45 WIB

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Berita Terbaru