Dari Bantul ke Dunia: Nurmalita Perkenalkan Produk Hand-crafted dari Kain Perca

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:Nurmalita Qur’Ani, seorang perempuan dari Bantul, membangun UMKM bernama Nuqe Shop yang mengolah kain bekas menjadi barang berguna seperti tas dan dompet. Awalnya berawal sepanjang pandemi, kini bisnisnya diminati mencapai pasar mahasiswa internasional.

 

AdinJava– Di balik tumpukan kain sisa yang terus menerus hal itu dianggap sebagai sampah, Nurmalita Qur’Ani (26) lihat kesempatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perempuan asal Bantul yang akrab dipanggil Lita ini mendapatkan manfaat dari sisa-sisa produksi pakaian sebagai bahan utama untuk menghasilkan produk berguna dengan nilai jual tinggi melalui UMKM miliknya, Nuqe Shop.

Sejak tahun 2016, Lita telah terlibat dalam industri mode, khususnya dalam pembuatan jilbab dan pashmina.

Tetapi, baru ketika wabah Covid-19 menyebar, ia mulai serius mendapatkan manfaat dari kain sisa yang menumpuk di rumahnya.

“Sejumlah besar sekali tumpukan sisa kain di rumah. Bingung harus segera menggunakannya bagaimana. Menjual ke pasar loak tidak mungkin saja, dibakar pun asapnya terlalu tebal dan mengganggu,” kenangnya, Jumat (7/11/2025).

Situasi tersebut mendorongnya untuk mulai memproduksi masker kain. Secara kebetulan, pada ketika itu masker menjadi barang yang sangat diperlukan.

Baca Juga:  Ingat Tarman dan Mahar Rp3 Miliar? Cek dari Teman Bisnis Samurai Raib

Awalnya, masker-masker itu hanya dibuat untuk menghabiskan persediaan kain yang ada. Tetapi, sebab jumlahnya cukup sejumlah besar, Lita membagikannya kepada tetangga sekitar. Tidak disangka, dari sana pesanan mulai berdatangan.

Setelah wabah mulai menurun dan kebutuhan akan masker berkurang, Lita tidak berhenti melakukan inovasi.

Ia mulai membuat tas, dompet, dan pouch dari kain bekas untuk kebutuhan sendiri. Ternyata, barang-barang yang dibuatnya membuat perhatian teman-temannya.

“Temannya mulai menyukai dan meminta dibuatkan. Bahkan mereka menyarankan untuk membuka toko on-line,” ungkapnya.

Semangat Lita semakin berkembang ketika ia membuka toko di Plaza UNY, Sleman.

Di sana, barang-barang dari Nuqe Shop justru diminati oleh mahasiswa asing yang tertarik pada nuansa lokal seperti tenun dan batik.

“Mayoritas pelanggan saya adalah mahasiswa pertukaran. Mereka menyukai produk buatan tangan yang mempunyai nilai tradisi,” tambahnya.

Kini, Nuqe Shop bukan hanya menjadi solusi dalam pengelolaan limbah tekstil, namun juga menjadi tempat untuk mengekspresikan kreativitas serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Lita memperlihatkan bahwa dari sisa kain yang tidak digunakan, muncul karya yang mempunyai makna dan bersifat berkelanjutan.

Baca Juga:  Kepribadian: Hal pertama yang Anda lihat, Akan Mengungkapkan Masa Depan

Keunikan setiap produk yang dihasilkan oleh Nuqe Shop akan menjadi khas sebab motifnya berbeda-beda, sesuai dengan ketersediaan kain perca.

Sekarang pasokan bahan baku kain perca Nuqe Shop, Lita mengambil dari usaha mode pakaian yang masih beroperasi dan pastinya menghasilkan sisa kain perca.

“Mereka (usaha pakaian) juga sudah tidak tahu lagi apa yang harus segera dilakukan dengan kain-kain sisa yang ada, sebab andai hanya ditumpuk maka akan menjadi sampah, limbah,” ungkapnya, Jumat, (07/11/ 2025).

Penghargaan yang diterima tidak hanya berasal dari masyarakat setempat, namun juga dari orang-orang luar memotivasi Lita untuk terus berkreasi dalam misi daur ulang kain tanpa mengabaikan makna keindahan dan manfaat dari produk tersebut.

Misi Pemberdayaan Mencapai Edukasi

Lita menekankan bahwa kehadiran Nuqe Shop bukan hanya bertujuan untuk dapatkan keuntungan, namun juga membawa semangat pemberdayaan agar masyarakat sekitar bisa lebih produktif dalam hidup sehari-hari.

“Jadi kami memberdayakan ibu-ibu di sekitar sini juga,” ungkapnya singkat, Jumat, (07/11/2025).

Lebih kurang 25 warga yang dilibatkan dalam proses produksi di Nuqe Shop.

Baca Juga:  Makanan Favorit, Harga Terjangkau: Kisah Pasangan Koki Melawan Ketimpangan Ekonomi di Ibu Kota Meksiko

Termasuk para pak dan mas, sebab kami membutuhkan tenaga yang lebih kuat untuk teknikpress,” jelasnya, Jumat, (07/11/ 2025).

Ia menyampaikan bahwa para ibu yang terlibat dalam proses produksi biasanya mempunyai pengalaman dalam menyulam dan menjahit. Sejak wabah Covid-19 menyebar, para ibu tersebut kehilangan pendapatan.

Tidak hanya mencapai di situ, perempuan yang sedang menempuh studi S2 di Universitas Gajah Mada ini juga aktif dalam misi pendidikan yang mendorong orang-orang untuk berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan bumi.

“Tiap sesi workshop itu saya mulai dengan refleksiApa yang telah kalian lakukan untuk mengurangi sampah?. Jawabannya begitu sesederhana selalu bawa tumblr, saat belanja bawa wadah sendiri“macam-macam,” ungkapnya menirukan jawaban peserta, Jumat, (07/11/2025).

Lita sangat menghargai setiap usaha yang telah dilakukan untuk menjaga lingkungan. Baginya, prinsip keberlanjutan bumi bisa tercapai meski demikian melalui tindakan-tindakan kecil. (MG|Axel Sabina Rachel Rambing)



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru! Oknum Dishub Serobot Antrean di SPBU Padalarang, Ternyata Juru Parkir
30 Warga Berebut 9 Kursi BPD Desa Padalarang, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 12 September
Harga Sembako Mencekik, PKB Bandung Barat Turun ke Situ Ciburuy Gelar Pasar Murah
Usai ASN Dilantik, Ketua Komisi I DPRD KBB Minta Kekosongan Jabatan Kadis Segera Diisi 
Aksi Ibu-Ibu Geruduk PT Royal, Minta KDM Turun Tangan soal Dugaan PHK Sepihak
Hadiri Pelantikan HIPMI KBB, Ketua DPRD Soroti Peran Pengusaha Muda dalam Mendorong Ekonomi Daerah
Jeje Ritchie Kurban Sapi Jumbo 1 Ton di RPH Dispernakan Bandung Barat
HPSN 2026, Pemkab Bandung Barat Perkuat Kolaborasi Tangani Sampah Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:18 WIB

Fakta Baru! Oknum Dishub Serobot Antrean di SPBU Padalarang, Ternyata Juru Parkir

Selasa, 1 September 2026 - 14:39 WIB

30 Warga Berebut 9 Kursi BPD Desa Padalarang, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 12 September

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Harga Sembako Mencekik, PKB Bandung Barat Turun ke Situ Ciburuy Gelar Pasar Murah

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:15 WIB

Usai ASN Dilantik, Ketua Komisi I DPRD KBB Minta Kekosongan Jabatan Kadis Segera Diisi 

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:57 WIB

Aksi Ibu-Ibu Geruduk PT Royal, Minta KDM Turun Tangan soal Dugaan PHK Sepihak

Berita Terbaru