Tim Patriot Unpad Bongkar Kaitan Stunting dan Pertambangan di Morowali

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2025 Universitas Padjadjaran (Unpad) mengungkap korelasi kasus stunting(gangguan perkembangan) di wilayah pertambangan maupun non-pertambangan di kawasan transmigrasi Bungku, KabupatenMorowali, Sulawesi Tengah. Fokus rutinitas tim adalah pendekatan kualitatif yang mengevaluasi dampak perubahan sosial-ekonomi di daerah transmigrasi dan industri terhadap upaya percepatan penguranganstunting.

Beberapa pihak terlibat dalam tim, mulai dari ibu balitastunting dan non-stuntingyang mempunyai anak berusia 0–59 bulan, kader kesehatan desa, tenaga penyuluh gizi dari puskesmas, staf gizi Dinas Kesehatan serta Badan Perencanaan Pembangunan, Observasi dan Pengembangan Daerah Morowali, sampai pemerintah desa setempat.

Berdasarkan pernyataan ketua tim, Eka Purna Yudha, knowledge yang diperoleh dari lapangan sampai 5 November 2025 memperlihatkan terdapat perbedaan dalam faktor penyebabnya.stuntingantara daerah penambangan dan daerah non-penambangan di Kabupaten Morowali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di wilayah yang tidak keterkaitan dengan pertambangan, masalah utama berasal dari daya beli yang rendah dan keterbatasan akses terhadap pangan bernutrisi. “Sejumlah besar balita”stuntinghanya mengonsumsi dua kali sehari dengan menu sederhana seperti nasi dan kecap tanpa lauk hewani,” ungkapnya di laman Unpad, Jumat 7 November 2025. Beberapa anak juga mempercayai makanan ringan yang kurang bergizi sebagai camilan utama.

Baca Juga:  Honor MagicBook Artwork 14 2024 hadir dengan Core Ultra 5 atau Core Ultra 7, RAM sampai 32GB

Saat ini di kawasan pertambangan, kasusstuntinglebih tak henti-hentinya dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang tidak baik akibat rutinitas industri, seperti pencemaran udara yang dikarenakan meningkatnya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Menurut Eka, aspek ekonomi dan lingkungan perlu dilihat secara berbeda. “Di daerah pertambangan, masalahnya bukan hanya keterkaitan gizi, namun juga paparan lingkungan serta perubahan sosial yang cepat,” ungkapnya.

Salah satu penemuan yang menarik di Desa Lanona adalah kontradiksi dalam ketersediaan pangan lokal. Meski demikian daerah ini kaya akan hasil laut, harga ikan di kalangan masyarakat justru mahal. Mayoritas hasil tangkapan nelayan dijual kepada perusahaan tambang untuk kebutuhan para pekerja industri. Akibatnya, masyarakat transmigrasi harus segera membeli ikan dengan harga tinggi atau beralih memakai lauk nabati seperti tahu dan tempe.

Mahir gizi masyarakat yang turut serta dalam tim, Resa Ana Dina, menganggap situasi ini sebagai bentuk ketidakseimbangan distribusi pangan di tingkat lokal. “Wilayah yang mempunyai sumber protein tinggi justru merasakan kekurangan asupan gizi hewani akibat sistem distribusi yang tidak adil. Hal ini menjadi tantangan besar bagi program percepatan penurunan”stunting,” ungkapnya.

Baca Juga:  Samsung akan meluncurkan Galaxy Tab S10+ dengan chipset MediaTek

Tim juga mencatat bahwa fasilitas kesehatan di wilayah transmigrasi masih terbatas. Beberapa puskesmas belum dilengkapi alat antropometri yang lengkap untuk melihat perkembangan anak. Selain itu, penggunaan dana desa untuk programstuntingbelum sepenuhnya tepat sasaran. Di Desa Lanona, misalkan saja, dana tersebut digunakan untuk pembangunan penahan abrasi pantai, bukan untuk memperoleh pangan tambahan bagi balita.

Aktivitas tim ekspedisi Unpad juga mengungkap perubahan sosial dalam keluarga para transmigran. Sejumlah besar orang tua bekerja di perkebunan atau tambang, dengan begitu anak-anak diasuh oleh kakek dan nenek mereka. Sistem pengasuhan ini berdampak pada kurangnya perhatian terhadap pola makan dan gizi sehari-hari anak, yang terlepas dari segalanya memengaruhi keberhasilan program penurunan.stunting.

Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi berupaya memberikan saran kebijakan yang didasarkan pada knowledge lapangan kepada pemerintah daerah dan instansi keterkaitan, khususnya dalam penyusunan strategi penanggulangan.stuntingdi wilayah transmigrasi dan sekitar kawasan industri. “Kami mengharapkan bisa mengungkapkan suara dari desa ke meja pengambilan kebijakan, bahwa percepatan penurunanstuntingbukan hanya keterkaitan kebutuhan gizi, namun juga mengenai akses ekonomi, lingkungan, dan keadilan sosial,” tutur Eka.

Baca Juga:  Apple Intelligence akan tersedia untuk lebih dengan jumlah besar bahasa dari yang diharapkan mulai tahun yang akan datang

Berdasarkan penjelasan yang terdapat di situs resmi Kementerian Kesehatan,stuntingmerupakan kondisi kekurangan gizi yang berlangsung dalam jangka panjang sampai menjadi kronis akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi. Stunting berkaitan dengan berbagai faktor, antara lain asupan gizi ibu dan anak, kondisi kesehatan balita, ketahanan pangan, lingkungan sosial dan kesehatan, kondisi tempat tinggal, kemiskinan, serta lainnya.



Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru