Dua Mayat Berdekatan di Lantai, Polisi Ungkap Fakta Penemuan Kerangka Reno dan Farhan

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJavaPolisi mengungkap informasi keterkaitan penemuan kerangka Reno dan Farhan. Jenazah Reno serta Fahan sebelumnya ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat.

Tim inspeksi PT QIES, sebagai penyedia jasa renovasi gedung, pertama kali menemukan bau tidak sedap di lantai dua Gedung ACC, khususnya di ruang underwriting. Dari tempat tersebut, ditemukan dua kerangka manusia yang terkubur di bawah puing-puing plafon dan bangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi selanjutnya mengambil sampel DNA dari keluarga Reno dalam rangka proses data diri. Pengumuman hasil tes DNA tersebut diumumkan di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur pada Jumat (7/11/2025).

Setelah melewati berbagai tahap, pihak kepolisian bagaimanapun juga mengungkap beberapa fakta. Berikut ini adalah beberapa fakta keterkaitan penemuan kerangka Reno dan Farhan yang telah dikumpulkan.

Mengutip dari tribunnews.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa Reno dan Farhan terjebak di dalam bangunan saat kebakaran terjadi. Rekaman video yang diambil oleh warga memperlihatkan keduanya berada di sekitar tempat kejadian saat kerusuhan berlangsung. Polisi memastikan tak ada tanda-tanda pemindahan jenazah atau pembunuhan.

“Pada saat ditemukan, itu terjadi saat olah TKP, termasuk dilihat adanya bukti-bukti yang memperlihatkan bahwa jenazah berada di lokasi tersebut. Mengapa? Sebab tertimpa oleh puing-puing,” tutur Budi, Jumat (7/11/2025).

Ia menjelaskan, kondisi sisa bangunan dan posisi jenazah di lokasi memperkuat asumsi bahwa penderita benar-benar berada di dalam gedung saat kebakaran terjadi, bukan ditempatkan setelah peristiwa tersebut.

Related Posts

“Maka dari itu, puing-puing ini dapat kita melihat, apakah ditempatkan oleh orang setelah meletakkan jenazah atau memang kondisinya rusak saat kejadian. Hal ini juga dijelaskan oleh pemilik gedung bahwa dinding, atap, dan beberapa bagian bangunan memang rentan retak dan hancur,” ujarnya.

Baca Juga:  Oppo To find X8 muncul dalam foto langsung

Budi menambahkan, dua kerangka yang telah diidentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid ditemukan berdekatan di lantai dua bangunan.

“Posisi mereka saling berdekatan, sekitar satu mencapai dua meter. Mereka terjebak di lantai dua sebab memang terdapat pagar pengaman, dengan begitu tidak mungkin saja untuk melarikan diri,” jelasnya.

 

Dikutip dari Kompas.com, polisi mengungkap fakta keterkaitan penemuan kerangka Reno dan Farhan. Terungkap hasil data diri dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat.

Tim Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati memastikan bahwa kerangka tersebut adalah Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan, dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah demo yang berujung keributan pada Agustus 2025. Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Labdokkes) Polri Brigjen Sumy Hastry menjelaskan, proses data diri dilakukan dengan menganalisis tulang tengkorak, panggul, pemeriksaan DNA, serta kesesuaian gigi jenazah.

“Hasil pemeriksaan DNA dan pemeriksaan gigi pasca-kematian 0080 sesuai dengan information ante-mortem 002 dengan begitu teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo, anak kandung dari Bapak Muhamad Yasin,” ujar Sumy di RS Polri Kramat Jati, Jumat (7/11/2025).

Ia menegaskan, pengenalan terhadap kerangka lainnya dilakukan dengan memakai information sekunder berupa perhiasan kalung dan ikat kepala, serta pemeriksaan DNA tulang.

“Hasil pemeriksaan nomor Publish mortem 0081 sesuai dengan ante mortem 001 dengan begitu dikenali sebagai Muhammad Farhan,” ujarnya.

Baca Juga:  Mengenal Kapasitas Muatan Mobil dan Cara Menghitungnya dengan Tepat

Terlihat di sekitar tempat kejadian saat keributan

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyampaikan, kedua penderita terlihat berada di sekitar Gedung ACC saat terjadi kerusuhan.

“Ada video amatir yang memperlihatkan dua orang tersebut berada di sekitar lokasi kejadian, andai aktivitas kami tidak dapat (memastikan),” tutur Budi.

Budi menceritakan, pada ketika itu anggota Brimob sedang berusaha bertahan menghadapi serangan dari massa, termasuk adanya provokasi yang berasal dari arah gedung.

“Kami melakukan pertahanan terhadap hal tersebut, tetapi serangan cukup sejumlah besar, salah satunya ada provokasi di dalam gedung,” ujarnya.

“Mengapa bangunan itu menjadi goal? Ada provokasi yang diungkapkan dengan begitu bangunan itu menjadi titik amuk yang dilakukan pembakaran,” ujarnya.

 

Bukan penderita pembunuhan

Budi memverifikasi bahwa Reno dan Farhan meninggal akibat terjebak dalam kebakaran yang terjadi di gedung, bukan sebab tindakan kekerasan.

“Tidak (penderita pembunuhan),” tegas Budi.

Budi menyampaikan, Reno dan Farhan wafat sebab kebakaran yang terjadi di Gedung ACC pada akhir Agustus 2025 lalu.

“Yang bersangkutan terjebak di dalam bangunan yang sedang terbakar saat kerusuhan terjadi, bukan penderita pembunuhan,” tambahnya.

Dua kerangka ditemukan berdekatan di lantai dua bangunan dalam keadaan tertimpa puing-puing.

Kedua penderita tersebut berada di lantai dua dan berdekatan satu sama lain. Mereka terjebak dalam kebakaran sebab lantai dua tersebut tidak mempunyai jalan keluar, dengan begitu tidak dapat untuk melarikan diri,” jelas Budi.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan fakta mengenai penemuan kerangka Reno dan Farhan. Keduanya sudah dalam kondisi tulang terkena puing saat pertama kali ditemukan.

“Itu terjadi saat olah TKP, termasuk dilihat ada bukti-bukti yang memberi dukungan bahwa jenazah berada di tempat tersebut, mengapa? Tertimpa oleh puing-puing. Apakah itu ditempatkan orang setelah meletakkan jenazah atau memang dalam kondisi saat kejadian benar-benar runtuh,” tutur Budi.

Baca Juga:  Hanya 15% Perusahaan Anggap AI sebagai Faktor Kunci di Indonesia

Ditemukan dua bulan setelah kebakaran terjadi

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Roby Saputra menyampaikan, kerangka penderita baru dapat ditemukan sebab terkubur dalam puing dan kondisi sisa kebakaran menyulitkan proses data diri. Setelah kejadian kebakaran, pihak kepolisian telah melakukan pengamanan lokasi kejadian perkara (TKP) pertama pada 2 September 2025 setelah pemilik gedung melaporkan insiden tersebut.

 

Tetapi, pada ketika itu hasil pemeriksaan TKP tidak menemukan kerangka penderita kedua. Polisi juga tidak dapatkan aroma apa pun di tempat tersebut.

“Sebab dari lokasi tersebut tercampur dengan sisa puing kebakaran,” ujar Roby.

Pada tanggal 19 September 2025, tim Labfor juga melakukan pengamanan lokasi kejadian dan tidak menemukan kerangka penderita.

“Tanggal 19 (September) dan ada lagi dari Labfor. Ya sebab memang kondisinya, andai terjadi kebakaran, daging yang terbakar mempunyai aroma seperti kayu yang terbakar, terutama andai terbakar secara menyeluruh,” jelas Roby.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan bahwa penemuan Reno dan Farhan dikarenakan jumlah penderita jiwa dalam kerusuhan Agustus 2025 meningkat menjadi 11 orang.

“Jumlah penderita jiwa dalam peristiwa demonstrasi dan kerusuhan sampai 11 orang, dengan sembilan di antaranya sebelumnya dilaporkan dari berbagai wilayah,” tutur Komisioner Komnas HAM Saurlin P. Siagian.

Sebelumnya dilaporkan, jenazah Reno dan Farhan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan hanya tersisa tulang di bangunan bekas kantor ACC Kwitang, Senen, Jakarta Pusat pada hari Kamis (30/10/2025). Polisi telah memastikan bahwa dua kerangka tersebut adalah Reno dan Farhan setelah melakukan pengujian DNA. Setelah menyelidiki kasus ini, polisi mengungkap beberapa fakta keterkaitan penemuan kerangka Reno dan Farhan.(*)



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru