TPT 3 Meter Longsor di Kertamulya KBB, Rumah Warga Terancam Runtuh, Keluarga Bertahan di Tengah Ketakutan

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPT 3 Meter Longsor di Kertamulya KBB, Rumah Warga Terancam Runtuh, Keluarga Bertahan di Tengah Ketakutan

SEKITARKITA.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) meninggalkan trauma mendalam bagi warga Kampung Cihaliwung, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang.

Sebuah tembok penahan tanah (TPT) setinggi sekitar 2 meter tiba-tiba ambles dan longsor, membuat satu rumah warga berada tepat di bibir jurang ancaman bencana susulan.

Peristiwa mencekam itu terjadi pada Jumat, 27 Januari 2026, sekitar pukul 09.15 WIB. Longsoran tanah dari tebing dihalaman rumah membuat struktur tanah di sekitar bangunan menjadi labil dan rawan ambruk kapan saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian ini tepatnya berlangsung di RT 003/RW 006, Kampung Cihaliwung, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Rumah berukuran 9 x 7 meter milik Herman Hermawan (43) kini berdiri di atas tanah yang tak lagi stabil. Di dalamnya, 9 jiwa (4 dewasa dan 5 anak-anak) hidup dalam ketakutan setiap kali hujan turun.

TPT longsor di RT 003/RW 006, Kampung Cihaliwung, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ancam rumah warga (foto: istimewa)
TPT longsor di RT 003/RW 006, Kampung Cihaliwung, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ancam rumah warga (foto: istimewa)

“Kejadian sudah kali kedua, tahun 2025 dan kemarin ini yang kedua kurang lebih dua minggu kebelakang. Malam itu hujan besar, paginya saya lihat ke depan teras sudah longsor seperti ini,” ujar Herman kepada SEKITARKITA.id, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga:  Praktik Calo Masih Hambat PTSL di KBB, Dede Yusuf: Jangan Bebani Warga dengan Biaya Tambahan

Longsoran tersebut juga mengancam rumah warga lain yang berada di bawah tebing. Meski jarak masih relatif aman, pergerakan tanah yang terus terjadi membuat warga khawatir longsor akan meluas.

Related Posts

Bertahan Tanpa Evakuasi, Warga Pasang Terpal dan Karung Tanah

Hingga kini, belum ada arahan evakuasi resmi. Herman dan keluarganya terpaksa bertahan di rumah yang berada di zona rawan.

Sebagai langkah darurat, warga memasang terpal, bambu penahan, serta karung berisi tanah di titik longsor—semuanya dilakukan secara mandiri.

TPT longsor di RT 003/RW 006, Kampung Cihaliwung, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat hanya di tutu terpal (foto: istimewa)
TPT longsor di RT 003/RW 006, Kampung Cihaliwung, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat hanya di tutu terpal (foto: istimewa)

“Kami kerjakan sendiri. Cuma pasang bambu, terpal, dan karung tanah supaya nggak makin ambruk,” katanya.

Namun, upaya tersebut hanya bersifat sementara. Saat hujan kembali mengguyur, air masih menggerus tanah di balik TPT yang sudah runtuh.

Baca Juga:  Bupati Jeje Dorong Investasi Bernilai Tambah: Kerja Sama dengan PepsiCo Tingkatkan Pendapatan Petani KBB

Herman mengungkapkan, pihak pemerintah setempat sempat datang melakukan survei dan pendataan.

“Sudah difoto, kami diminta KTP dan KK untuk pengajuan. Mudah-mudahan bantuan segera teralisasi,” keluhnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dan langsung mengutus perangkat desa untuk mengecek lokasi.

“Sudah ada laporan, untuk sementara dipakai terpal dan antisipasi longsor susulan,” ujarnya.

Farhan menambahkan, pihak desa telah mengusulkan anggaran perbaikan TPT.

“Sudah diusulkan, mudah-mudahan bisa direalisasikan pada bulan Ramadhan 2026,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Cimahi Bongkar Aliran Dana Rp823 Juta, Eks Kabid Disnaker dan Staf Dijerat Korupsi
Polres Cimahi Musnahkan 653.321 Butir Obat Keras dan 8.164 Psikotropika
HPN 2027 di Lampung Siap Kolaboratif, PWI Libatkan Seluruh Konstituen Dewan Pers
Tahap Kedua Penertiban Bangli di Padalarang Berlanjut, Warga Diberi Waktu Bongkar Mandiri
Perang Lawan Penyakit Masyarakat, Polres Cimahi Musnahkan 15 Ribu Botol Miras Ilegal
Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput
PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN Sukabumi, Tegaskan Wartawan Bukan Preman
Kondisi Pasca 16 Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang di Padalarang Belum Dapat Relokasi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:15 WIB

Kejari Cimahi Bongkar Aliran Dana Rp823 Juta, Eks Kabid Disnaker dan Staf Dijerat Korupsi

Kamis, 3 September 2026 - 08:51 WIB

Polres Cimahi Musnahkan 653.321 Butir Obat Keras dan 8.164 Psikotropika

Rabu, 2 September 2026 - 23:26 WIB

HPN 2027 di Lampung Siap Kolaboratif, PWI Libatkan Seluruh Konstituen Dewan Pers

Rabu, 2 September 2026 - 20:03 WIB

Tahap Kedua Penertiban Bangli di Padalarang Berlanjut, Warga Diberi Waktu Bongkar Mandiri

Rabu, 2 September 2026 - 09:46 WIB

Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput

Berita Terbaru